Ini Cerita Sungai Ciliwung dari Masa Jaya ke Masa Banjir Sekarang

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 07 September 2015
Ini Cerita Sungai Ciliwung dari Masa Jaya ke Masa Banjir Sekarang

Bantaran Kali Ciliwung Kampung Pulo, Jakarta Timur, Rabu (26/8). (Foto: MerahPutih/Fadli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih MegapolitanSungai Ciliwung yang biasa dikaitkan dengan sampah, bau busuk, banjir, dan  penggusuran, ternyata menyimpan sejarah masa keemasan pada zaman dulu. Tercatat sejak abad 15, Sungai Ciliwung sudah menjadi pusat transportasi perdagangan terutama di Jakarta.

Bahkan, sungai yang membelah kota Jakarta ini disebut-sebut sebagai “Ratu dari Timur”.

Malang nasibnya kini. Pasca Kemerdekaan, Sungai Ciliwung sering membawa bencana banjir bagi warga. Tercatat sejak kemerdekaan beberapa kali banjir besar terjadi di Jakarta, yaitu pada tahun 1976, 1984, 1994, 1996, 1997, 1999, 2007, 2008 dan tahun 2014.

Di balik sejarah kelam Sungai Ciliwung, ternyata pada zaman dulu sungai sepanjang 120 kilometer ini merupakan sarana penghubung perdagangan kerajaan masa lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun merahputih.com, Senin (7/9). Diperoleh sejumlah fakta menarik tentang Sungai Ciliwung.

Berawal pada tahun 1500-an, Kerajaan Padjadjaran memanfaatkan Ciliwung sebagai sarana transportasi dari ibu kota kerajaan di Pakuan (Bogor) menuju pelabuhan di pantai utara seperti Banten, Tangerang, dan Sunda Kelapa.

Tahun 1600, kapal dagang berkapasitas 100 ton hilir-mudik di sepanjang sungai. Ketika itu Ciliwung masih dapat dilayari oleh perahu yang cukup besar sampai ke tengah kota di sekitar Jalan Gajah Mada dan Harmoni. Bahkan, sering diselenggarakan perayaan tahunan Pek-Cun, yakni perayaan perahu berhias bagi orang Cina di Jakarta.

Tahun 1689, air Sungai Ciliwung dimanfaatkan untuk minum dan kebutuhan rumah tangga oleh penduduk di bantaran sungai.

Tahun 1922, Pemerintah Kolonial membuat banjir kanal barat dari Manggarai di kawasan Selatan Batavia hingga ke Muara Angke. Pembuatan kanal banjir itu guna memecah aliran dan menghindari bahaya banjir. (fdi)

 

Baca Juga:

Pose Sofyan Djalil di Bantaran Ciliwung Diapresiasi

Kodam Jaya dan Iwan Fals Punguti Sampah di Sungai Ciliwung

Kodim Depok Bersihkan Kali Ciliwung

Aksi Bersih-Bersih Sungai Ciliwung

#Liputan Khusus #Ciliwung Dulu #Banjir Kanal Timur (BKT) #Penanggulangan Banjir Jakarta #Sungai Ciliwung
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Viral Sedimentasi di Sungai Ciliwung Matraman Dalam, Pramono Percepat Penanganan
Politikus PDI Perjuangan ini mengakui, kondisi sungai di sejumlah titik memang belum sepenuhnya tertangani karena luasnya cakupan wilayah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Viral Sedimentasi di Sungai Ciliwung Matraman Dalam, Pramono Percepat Penanganan
Indonesia
Pramono Anung Targetkan Pengerukan Kanal Banjir Barat Rampung Setahun, Tidak Boleh Gagal dan Mundur
Proyek ini tidak boleh gagal dan tidak boleh mundur
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 April 2026
Pramono Anung Targetkan Pengerukan Kanal Banjir Barat Rampung Setahun, Tidak Boleh Gagal dan Mundur
Indonesia
6 Kontrakan di Tebet Hancur, Pemkot Jaksel Andalkan Kayu Dolken Cegah Longsor Ciliwung Makin Parah
Ancaman tanah longsor di bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Jalan X, RT 06/10, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, kian parah.
Wisnu Cipto - Kamis, 12 Maret 2026
6 Kontrakan di Tebet Hancur, Pemkot Jaksel Andalkan Kayu Dolken Cegah Longsor Ciliwung Makin Parah
Indonesia
Cakung Jengan Jadi Langganan Banjir, Pak Camat Usul Bikin Sodetan ke BKT
Wilayah Cakung Jakarta Timur sudah pasti menjadi langganan banjir jika musim penghujan tiba. Kondisi ini membuat warga yang tinggal di sana jengah.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Cakung Jengan Jadi Langganan Banjir, Pak Camat Usul Bikin Sodetan ke BKT
Indonesia
Berburu Takjil di BKT Jaktim, Wisata Kuliner Ngabuburit Ramadan
Ramainya pengunjung menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang menggelar lapak di sepanjang jalur hijau tersebut
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Februari 2026
Berburu Takjil di BKT Jaktim, Wisata Kuliner Ngabuburit Ramadan
Indonesia
Strategi Kolaboratif BPBD DKI Berhasil Atasi Banjir Jakarta Dalam Waktu Singkat
Cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda wilayah Jabodetabek sewaktu-waktu dapat memicu kenaikan tinggi muka air di sejumlah pos pantau
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
Strategi Kolaboratif BPBD DKI Berhasil Atasi Banjir Jakarta Dalam Waktu Singkat
Indonesia
DPRD & Pemprov Jakarta Kompak, Proyek Normalisasi 3 Sungai Jadi Solusi Atasi Banjir
Rencana proyek normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Barat untuk mengatasi banjir mendapat dukungan lampu hijau dari DPRD.
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
DPRD & Pemprov Jakarta Kompak, Proyek Normalisasi 3 Sungai Jadi Solusi Atasi Banjir
Indonesia
Jatinegara Lumpuh! Air 50 Cm Blokade Jalan Raya Bekasi Timur, Hanya Bus Transjakarta yang Berani Lewat
Di wilayah Jakarta Barat, Kelurahan Sukabumi Selatan menjadi titik paling kritis dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Jatinegara Lumpuh! Air 50 Cm Blokade Jalan Raya Bekasi Timur, Hanya Bus Transjakarta yang Berani Lewat
Indonesia
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Petugas jangan sampai berniat membantu, tetapi justru membahayakan diri sendiri karena peralatannya tidak lengkap
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Indonesia
Update Banjir Jakarta Hari Ini: Pasar Minggu Dikepung Air 95 Sentimeter, 4 Ruas Jalan di Jakut Terendam
BPBD juga mengidentifikasi empat ruas jalan yang terhambat genangan
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Update Banjir Jakarta Hari Ini: Pasar Minggu Dikepung Air 95 Sentimeter, 4 Ruas Jalan di Jakut Terendam
Bagikan