42 RT di Jakarta Terendam Banjir, BPBD: Genangan Terus Meluas Hingga Malam Hari

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 18 November 2025
42 RT di Jakarta Terendam Banjir, BPBD: Genangan Terus Meluas Hingga Malam Hari

Ilustrasi: Kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dilanda banjir (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Banjir yang mengepung wilayah Jakarta semakin meluas hingga Selasa (18/11) malam. Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta pada pukul 18.00 WIB, tercatat 42 RT mengalami banjir.

Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa pagi. Intensitas hujan tersebut turut menyebabkan kenaikan sejumlah pintu air, antara lain Pos Sunter Hulu yang berada pada status Siaga 2, kemudian Pos Angke Hulu dan Pintu Air Karet masing-masing berada pada status Waspada/Siaga 3, pada pukul 14.00 WIB.

"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 42 RT," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, Selasa (18/18).

Baca juga:

Banjir Jakarta Meluas, Pintu Air Mayoritas Siaga Tiga

Diguyur Hujan Sejak Pagi, 3 Ruas Jalan Ibu Kota Banjir

Untuk mengatasi genangan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel guna memonitor kondisi di setiap wilayah. Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan, memastikan fungsi tali-tali air, serta bekerja sama dengan lurah dan camat setempat. Kebutuhan dasar bagi warga terdampak turut disiapkan, dengan target genangan dapat surut secepatnya.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," tambah Yohan.

Baca juga:

17 Wilayah Tangerang Selatan Banjir, Genangan Tertinggi di Perumahan Puri Bintaro Indah

Daftar 42 RT Terdampak Banjir di Jakarta

Jakarta Barat (9 RT)

  • Kelurahan Kedaung Kali Angke – 8 RT
    Ketinggian: 70 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi

  • Kelurahan Joglo – 1 RT
    Ketinggian: 50 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi

Jakarta Selatan (18 RT)

  • Kelurahan Kuningan Barat – 7 RT
    Ketinggian: 85 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi
  • Kelurahan Pela Mampang – 9 RT
    Ketinggian: 40 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
  • Kelurahan Pancoran – 1 RT
    Ketinggian: 30 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi
  • Kelurahan Bukit Duri – 1 RT
    Ketinggian: 40 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi

Jakarta Timur (15 RT)

  • Kelurahan Lubang Buaya – 4 RT
    Ketinggian: 90 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi
  • Kelurahan Cipinang Muara – 2 RT
    Ketinggian: 70 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Sunter
  • Kelurahan Tengah – 1 RT
    Ketinggian: 40 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi
  • Kelurahan Cipinang Melayu – 8 RT
    Ketinggian: 50 cm
    Penyebab: Luapan Kali Sunter

(Asp)

#Banjir #Banjir Jakarta #Penanggulangan Banjir Jakarta #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Ancaman Hujan Badai di Sumatera dan Update Status Tsunami
Cek peringatan dini BMKG hari ini terkait potensi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca di berbagai kota besar. Waspada ancaman cuaca ekstrem dan pelajari respons tsunami di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Ancaman Hujan Badai di Sumatera dan Update Status Tsunami
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Indonesia
Awas Badai! Cek Prakiraan Cuaca 16-17 September 2026 dan Peringatan Dini BMKG di Sini
Mau bepergian? Cek dulu prakiraan cuaca 16-17 September 2026 dari BMKG. Simak daftar wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Awas Badai! Cek Prakiraan Cuaca 16-17 September 2026 dan Peringatan Dini BMKG di Sini
Indonesia
Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Senin (14/9)
Beberapa daerah bahkan perlu mewaspadai angin kencang yang dapat muncul bersamaan dengan perubahan cuaca.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Senin (14/9)
Dunia
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Terjadi persis seperti yang telah diperkirakan para ilmuwan sejak puluhan tahun lalu.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Indonesia
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Proses belajar mengajar dan kegiatan sekolah kembali berjalan normal mulai Rabu (9/9) karena situasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai cukup membaik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Bagikan