Banjir Rob Mampir Depan JIS Hingga Jalanan Utama Terendam, Kawasan Muara Angke yang Langganan Banjir Justru Aman
Petugas BPBD DKI Jakarta memantau ketinggian air di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, yang terdampak banjir rob, Sabtu (22/10/2025). (ANTARA/HO-BPBD jakut).
Merahputih.com - Tim gabungan dari Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) dan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara segera melakukan penanganan terhadap banjir rob atau banjir pesisir yang terjadi di kawasan Jakarta Utara pada Sabtu pagi.
Banjir rob terpantau merendam Jalan RE Martadinata, tepat di depan Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok.
"Sepanjang jalan RE Martadinata terdapat genangan dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter sekitar pukul 09.41 WIB," kata Kepala Satuan Tugas BPBD Korwil Jakarta Utara, Vitus Dwi Indarto, Sabtu (22/11).
Baca juga:
Aceh Sampai Merauke Hujan Termasuk Jakarta, Waspadai Banjir Rob & Gelombang Laut 4 Meter
Petugas BPBD berkolaborasi dengan Suku Dinas SDA Jakut untuk memastikan situasi aman terkendali dan melakukan penanganan di lokasi.
Kontras di Muara Angke: Efek Peninggian Jalan
Sementara genangan terjadi di area JIS, situasi berbeda terlihat di kawasan Jalan Dermaga Ujung, RW 22, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan.
Meskipun tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan sempat naik drastis hingga mencapai status Bahaya/Siaga 1 (256 sentimeter) sekitar pukul 09.00 WIB, wilayah rawan rob ini dilaporkan nihil genangan hingga pukul 10.19 WIB.
Vitus menilai kondisi bebas genangan di Muara Angke ini merupakan hasil dari upaya peninggian jalan utama dan perbaikan sistem drainase yang telah dilakukan di lokasi setempat.
Peringatan Dini BMKG dan Dampak Pasang Maksimum
Fenomena pasang maksimum air laut yang menyebabkan banjir rob ini sebelumnya telah diumumkan melalui peringatan dini oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok
Baca juga:
Ribuan Rumah Di Cirebon Terdampak Banjir, Sungai Ciberes Meluap
Peringatan tersebut berlaku dari tanggal 18 hingga 26 November 2025. Kenaikan permukaan air laut ini terjadi akibat fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fenomena fase bulan baru.
Petugas gabungan tetap berjaga di lokasi untuk terus memantau situasi dan memastikan aktivitas warga berjalan lancar.
"Petugas terus berjaga di lokasi melakukan pemantauan, dan saat ini, aktivitas warga berjalan lancar," tutur Vitus.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Banjir Masih Rendam Jakarta, 114 RT dan 15 Ruas Jalan Tergenang hingga Jumat (23/1) Malam
Banjir Rendam 126 RT dan 18 Ruas Jalan di Jakarta, Ratusan Warga Mengungsi
Penanganan Sampah Diperkuat, DLH DKI Dorong Pengurangan Risiko Banjir
Curah Hujan Jakarta Tembus 267 Milimeter, Pramono Sebut Sangat Jarang Terjadi
Kelapa Gading hingga Koja Rawan Banjir, Pemprov DKI Fokus Benahi Kali Cakung Lama
Banjir Meluas di Jakarta, 143 RT dan 16 Ruas Jalan Terendam
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Pemprov DKI Andalkan Saringan TB Simatupang jadi Filter Raksasa Hadang Sampah Masuk Jakarta
Modifikasi Cuaca Jangan Cuma Fokus di Jakarta, Daerah Kiri-kanannya Juga Dong
TransJakarta Hentikan Layanan Rute Grogol & Jakut Akibat Banjir, Jalur Sibuk Blok M Dialihkan