Ini Alasan PDIP Tetap Dukung Ganjar Pranowo Pada Pilgub Jateng 2018

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 17 Agustus 2017
Ini Alasan PDIP Tetap Dukung Ganjar Pranowo Pada Pilgub Jateng 2018

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengisyaratkan bakal kembali mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Pasalnya, menurut pengakuan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, mekanisme yang dianut partai berlambang banteng moncong putih itu ialah memprioritaskan petahana.

"Sebab, membawa pemimpin ideologis, perubahan semesta berencana, tak cukup dijalankan lima tahun. Dan itulah tradisi PDIP, kami selalu memberi kesempatan kepala daerah menjabat dua periode," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (17/8).

Selain wajib memiliki visi dan komitmen, menurut Hasto, kebijakan memprioritaskan petahana diterapkan, lantaran PDIP berpandangan seorang pemimpin juga membutuhkan pengalaman dalam mengelola pemerintahan.

"Dengan demikian, kami menilai bahwa proses kaderisasi yang dijalankan partai telah dijalankan dengan baik," kata eks aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.

Meski begitu, sambung Hasto, petahana pun dievaluasi kinerjanya pada momen kontestasi elektoral tersebut. Tujuannya, agar seluruh pengurus PDIP bisa bekerja sama.

"Kami mengundang tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan untuk terus menerus melakukan penyempurnaan tugas kepartaian di dalam mengelola pemerintahan daerah," katanya.

"Kami siap bersaing dengan siapapun, partai solid. Kami siap memenangkan Jawa Tengah, karena Jawa Tengah merupakan darahnya PDIP," tandasnya. (Pon)

Baca berita terkait Pilgub Jateng 2018 lainnya di: PPP Harap Ulama Maju Pada Pilkada Jateng

#PDIP #Ganjar Pranowo #Pilgub Jateng 2018 #Hasto Kristiyanto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Para ibu setempat melantukan lirik lagu yang menyentuh hati, nada senduh dan teduh menenangkan perasaan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Bagikan