Kesehatan Mental

Ingat, Kamu Butuh Jeda di Masa Pandemi

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 19 Juli 2021
Ingat, Kamu Butuh Jeda di Masa Pandemi

Bagus untuk kesehatan mental. (Foto: Unsplash/Kinga Cichewicz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERITA kenaikan angka COVID-19, PPKM darurat yang diperpanjang, sampai sulitnya mencari pekerjaan menjadi beban pikiran sebagian masyarakat. Untuk itu, kamu perlu memberikan jeda waktu atau break time agar dapat meringankan beban dan menekan potensi masalah kesehatan mental.

“Bekerja dari rumah telah mengaburkan garis waktu kita untuk beristirahat dan kembali bekerja. Sangat penting untuk bisa mengalokasikan waktu yang cukup bagi diri kita sendiri untuk beristirahat dan re-charge,” kata psikolog klinis Inez Kristanti, dikutip ANTARA.

Inez yang merupakan lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan tubuh dapat memberikan sinyal bahwa kondisinya sudah merasakan letih dan lelah. Namun, sinyal yang diabaikan justru akan memicu stres.

“Waktu istirahat tidak harus memakan waktu lama, yang penting memang didedikasikan untuk rehat,” jelas Inez.

Baca juga:

Ghosting, Berbahaya Bagi Kesehatan Mental

Ingat, Kamu Perlu Breaktime di Masa Pandemi
Setiap orang punya caranya masing-masing. (Foto: Unsplash/Kecin McCutcheon)

Setiap orang tentu punya cara yang berbeda-beda untuk meredakan pikirannya. Ada yang berolahraga, bermain musik, bermain gim, memasak, menonton film, atau sekadar bercengkerama dengan orang tersayang. Meski bentuk jeda waktu yang bervariasi, yang paling penting ialah kualitasnya, bukan kuantitas.

“Karena percuma sebanyak apa pun jeda waktu yang kita punya tapi kita tidak pergunakan dengan maksimal. Badan bisa rebahan, tapi otak tetap bekerja itu sama saja bohong,” lanjutnya.

Untuk yang sudah berpasangan, jeda waktu bisa menjadi alternatif untuk melakukan aktivitas yang berbeda dari biasanya. Selain untuk melepas stres masing-masing, jeda waktu ini juga bisa kembali merekatkan hubungan pasangan yang bisa jadi renggang akibat kesibukan saat work from home.

“Sekadar mengobrol dari hati ke hati, masak lalu makan bersama, atau nonton film. Hal-hal yang sederhana tapi bermakna,” kata Inez.

Baca juga:

4 Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Mental

Ingat, Kamu Perlu Breaktime di Masa Pandemi
Bermain bersama anak. (Foto: Unsplash/Jimmy Dean)

Sementara buat kamu yang sudah memiliki buah hati, ada baiknya memerhatikan kebutuhan emosi anak tidak hanya sekadar fisik, seperti makan, dan kebersihan pribadi. Inez menjelaskan meski masing masih tergolong usia muda, anak-anak juga punya perasaan dan dapat merasa tertekan.

“Ajari anak untuk mengenali perasaannya. Kalau anak sudah bisa diajak berkomunikasi, cobalah tanya bagaimana perasaannya, ngobrol sambil bermain bersama anak. Ini tampak sepele tapi inilah jeda waktu terbaik untuk anak,” tutupnya. (and)

Baca juga:

Dapatkah Robot Membantu Kesehatan Mental Manusia?

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan