Indonesia Selangkah Lagi Gabung BRICS

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 25 Oktober 2024
Indonesia Selangkah Lagi Gabung BRICS

Menlu Sugiono di KTT BRICS. (Foto: dok. Kemenlu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia segera bergabung dalam aliansi BRICS. Hal ini ditandai dengan ikutnya Indonesia dalam pertemuan KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia.

Dengan pengumuman tersebut, proses Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto bergabung menjadi anggota BRICS telah dimulai.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, BRICS bisa berfungsi sebagai perekat untuk mempererat kerja sama di antara negara-negara berkembang.

"Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif," kata Sugiono dalam keteranganya dikutip Jumat (25/10).

Baca juga:

Putin Gelar KTT BRICS, Bukti Rusia Tidak Tertekan dengan Negara Barat

Menurut dia, prioritas BRICS selaras dengan program kerja Kabinet Merah Putih.

“Antara lain terkait ketahanan pangan dan energi, pemberantasan kemiskinan ataupun pemajuan sumber daya manusia,“ tambah Sugiono.

Lewat BRICS, Indonesia ingin mengangkat kepentingan bersama negara-negara berkembang atau Global South.

"Kita lihat BRICS dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk membahas dan memajukan kepentingan bersama Global South," lanjut Menlu Sugiono.

Baca juga:

Agenda Yang Dibawa Menlu Sugiono ke BRICS ke-16 Kazan Rusia

Menlu Sugiono juga menggunakan kesempatan di Kazan untuk melakukan berbagai pertemuan bilateral utamanya dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov sebagai tuan rumah.

Termasuk negara mitra sahabat lain, yakni Sekjen PLO Palestina, Menlu RRT, India, Thailand, Menteri Ekonomi Malaysia dan Presiden New Development Bank.

Selain itu, Menlu RI melakukan pembicaraan perkenalan via telepon dengan Menlu Singapura dan Kamboja.

Secara khusus, Menlu Sugiono menekankan solidaritas dan komitmen terhadap perdamaian global dan menggaris-bawahi krisis yang berlangsung di Palestina dan Lebanon.

"Indonesia tidak dapat berdiam diri saat kekejaman ini terus berlanjut tanpa ada yang bertanggung jawab," tegas Menlu.

Baca juga:

Menlu Sugiono Langsung Hadiri KTT BRICS di Rusia

Seperti diketahui, BRICS adalah kelompok informal yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, RRT, dan Afrika Selatan.

Kelompok ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2006 untuk membahas isu-isu terkini global. Keanggotaannya diperluas pada tahun 2023 dengan bergabungnya Ethiopia, Iran, Mesir, dan Persatuan Emirat Arab. (Knu)

#Menteri Luar Negeri #Rusia
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sempat Tertunda, Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis Sekaligus Penuhi Undangan Macron
Menurut Sugiono, Prabowo sudah dua kali diundang Macron untuk kunjungan resmi kenegaraan.
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Sempat Tertunda, Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis Sekaligus Penuhi Undangan Macron
Indonesia
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Delegasi Indonesia meraih total enam medali individu, terdiri atas 1 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Indonesia
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Kini Dalam Perjalanan Pulang ke Indonesia
Menlu RI Sugiono menyebut sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan Israel dan kini menuju Turki sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Kini Dalam Perjalanan Pulang ke Indonesia
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Indonesia
Pemerintah RI Koordinasi dengan Yordania dan Turki soal 9 WNI Ditahan Israel
Menlu Sugiono memastikan pemerintah terus memantau kondisi 9 WNI yang ditahan Israel, setelah misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla diintersepsi menuju Gaza.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2026
Pemerintah RI Koordinasi dengan Yordania dan Turki soal 9 WNI Ditahan Israel
Indonesia
Prabowo Dorong Perdamaian Thailand-Kamboja di KTT ASEAN: Utamakan Dialog dan Negosiasi
Presiden Prabowo Subianto mendorong penyelesaian damai konflik Thailand dan Kamboja lewat dialog dan negosiasi dalam KTT ASEAN di Filipina.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 10 Mei 2026
Prabowo Dorong Perdamaian Thailand-Kamboja di KTT ASEAN: Utamakan Dialog dan Negosiasi
Indonesia
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Rusia menegaskan tetap memasok minyak ke Indonesia sesuai perjanjian meski menghadapi sanksi Uni Eropa.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Indonesia
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Rusia tetap dalam kondisi baik, meski telah menghadapi sanksi dari Uni Eropa selama lebih dari 10 tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Dunia
Rusia dan Ukraina Umumkan Gencatan Masing Masing Selama 2 Hari di Waktu Berbeda
Angkatan bersenjata Rusia akan menjalankan semua langkah yang diperlukan demi memastikan keamanan saat perayaan Hari Kemenangan di Moskow.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Rusia dan Ukraina Umumkan Gencatan Masing Masing Selama 2 Hari di Waktu Berbeda
Bagikan