MerahPutih.com - Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Konflik di wilayah sengketa tersebut dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Di tengah situasi itu, Presiden RI Prabowo Subianto mendorong penyelesaian damai antara Thailand dan Kamboja melalui jalur dialog dan negosiasi.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, Prabowo menyampaikan sikap tersebut dalam sesi retret KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.
Menurut Sugiono, Prabowo menegaskan bahwa persoalan perbatasan merupakan tantangan yang juga dihadapi banyak negara anggota ASEAN. Namun demikian, ia menilai penyelesaian sengketa tetap dapat dicapai melalui dialog dan perundingan bersama.
“Hal ini seperti juga yang kita lakukan. Kita cari jalan-jalan dan solusi-solusi bersama terkait dengan permasalahan-permasalahan di perbatasan dengan dialog, dengan negosiasi, dengan bekerja sama,” ujar Sugiono kepada awak media di sela perhelatan KTT ke-48 ASEAN, dikutip Minggu (10/5).
Baca juga:
Prabowo Hadiri Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN
Lebih lanjut, Sugiono menjelaskan bahwa Prabowo juga mengajak Thailand dan Kamboja memperkuat kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Menurutnya, kolaborasi tetap bisa dibangun meski sengketa perbatasan tengah diproses melalui jalur hukum internasional.
“Itulah yang kemudian disampaikan oleh Presiden Prabowo. Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi di saat bersamaan, kenapa kita tidak mencari hal-hal yang positif yang bisa kita kerjasamakan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut turut dikonfirmasi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menyebut Prabowo menekankan pentingnya penyelesaian damai dalam berbagai isu kawasan, termasuk situasi Thailand-Kamboja serta perkembangan di Myanmar.
Dalam forum tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus mengedepankan komunikasi yang konstruktif dan semangat persaudaraan dalam menghadapi berbagai persoalan regional.
Menurut Teddy, pendekatan dialog menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas dan harmoni kawasan Asia Tenggara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan komunikasi yang konstruktif, termasuk mendorong perundingan damai antara Thailand dan Kamboja, serta situasi di Myanmar demi menjaga stabilitas dan harmoni di kawasan Asia Tenggara,” ujar Teddy.
Baca juga:
KTT ASEAN di Filipina Sepakati Perjanjian Kerangka Keamanan Minyak Bumi
Thailand dan Kamboja diketahui telah lama terlibat sengketa perbatasan, terutama di sekitar kawasan Kuil Preah Vihear dan sejumlah situs bersejarah lainnya seperti Ta Muen Thom.
Ketegangan kembali meningkat pada pertengahan 2025 setelah insiden di wilayah perbatasan menewaskan seorang personel Kamboja dalam bentrokan aparat kedua negara.
Sebagai tindak lanjut, pada Juni 2025, Kamboja secara resmi meminta bantuan Mahkamah Internasional untuk membantu proses demarkasi di empat titik perbatasan yang masih disengketakan. Kamboja juga meminta penegasan batas permanen di wilayah tersebut. (Asp)