Indonesia-PBB Sepakat Berantas Korupsi dan Kejahatan Perikanan

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Sabtu, 24 Juni 2017
Indonesia-PBB Sepakat Berantas Korupsi dan Kejahatan Perikanan

Ratusan nelayan Vietnam menunggu untuk dipulangkan ke negaranya menggunakan kapal Vietnam Coast Guard di Kantor Dirjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pemerintah Indonesia dan Badan PBB UNODC menekankan pentingnya untuk meningkatkan kerja sama bidang yang berdampak besar dan dirasakan langsung masyarakat yaitu pemberantasan korupsi, terorisme, peredaran narkoba, dan pencurian ikan.

Hal itu disampaikan Dubes RI Wina Dr. Darmansjah Djumala selaku Wakil Tetap RI yang terakreditasi pada United Nations Office in Vienna (UNOV) setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Direktur Jenderal UNOV yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif UNODC, Duta Besar Yury Fedotov.

Acara bertempat di Sekretariat United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di Wina, Austria, kata Sekretaris Kedua Fungsi Pensosbud KBRI/PTRI Wina, Wina Retnosari kepada Antara, Sabtu (24/6).

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Yury Fedotov , secara khusus, Dubes Djumala menyoroti kejahatan perikanan yang dewasa ini semakin marak terjadi, tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia.

Kejahatan perikanan telah berkembang menjadi kejahatan transnasional yang sangat serius dan terorganisir.

Banyak pihak yang melakukan kejahatan pencurian ikan terlibat juga dalam aktifitas kejahatan transnasional terorganisir lainnya seperti pencucian uang, suap, penyelundupan narkoba, penyeludupan senjata, perdagangan orang, kerja paksa, kejahatan perpajakan, penyelundupan barang, dan sebagainya.

Pada kesempatan tersebut Dubes Djumala menyampaikan perkembangan positif kerja sama antara Indonesia dan UNOV, khususnya UNODC, yang telah diraih selama ini, dan sekaligus menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia untuk terus memerangi kejahatan transnasional terorganisir dan korupsi.

Duta Besar Djumala juga menyampaikan keprihatinannya bahwa perhatian masyarakat internasional atas kejahatan perikanan masih terbilang rendah, meskipun dampak negatif kejahatan perikanan terbukti sangat merugikan.

Sehubungan dengan hal itu, Dubes Djumala menegaskan pentingnya UNODC dalam kapasitasnya memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan transnasional terorganisir di bidang perikanan dan turut berperan aktif, baik dalam bentuk peningkatan kesadaran masyarakat (raising awareness) maupun bantuan teknis (technical asssistance) dalam upaya memberantas kejahatan perikanan.

Dubes Fedotov menyambut hangat kedatangan Dubes Djumala di Wina, serta menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia, khususnya KBRI/PTRI Wina yang telah terjalin dengan baik selama ini.

Dubes Fedotov memandang Indonesia merupakan salah satu key countries dan champion dalam isu-isu yang merupakan ranah UNODC. Secara khusus, ia meyampaikan apresiasi atas peran aktif dan kontribusi Indonesia pada UNODC, antara lain atas komitmen dan kerja keras Indonesia selama menjadi Presiden United Nations Convention against Transnational Organized Crime (UNTOC) periode 2012-2014.

UNODC merupakan badan PBB yang berperan penting dalam upaya memerangi kejahatan transnasional, termasuk terorisme, perdagangan obat terlarang dan korupsi.

UNODC mendapat mandat membantu negara anggota PBB melalui tiga pilar program kerja, yaitu bantuan teknis guna membangun kapasitas negara anggota, kegiatan riset, dan mendorong ratifikasi dan implementasi konvensi internasional terkait seperti UNTOC dan UNCAC ke dalam legislasi nasionalnya.

Sumber: ANTARA

#Sentra Bisnis Perikanan #Perusahaan Perikanan #PBB #Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Masih Sulit Menuju Negara Berpendapatan Tinggi
Konsistensi kebijakan juga dinilai penting untuk mendukung transformasi struktural Indonesia menuju status negara berpendapatan tinggi
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Indonesia Masih Sulit Menuju Negara Berpendapatan Tinggi
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Asap kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an, berkontribusi pada 100 ribu kematian tambahan tiap tahun.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Dunia
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dunia
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
PBB melalui Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO memperingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan akan semakin menguat.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
Indonesia
Setelah 25 Tahun, Indonesia Kembali Incar Posisi Kursi Dewan Penerbangan Sipil Internasional ICAO
Indonesia memastikan pencalonkan diri sebagai anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dalam Sidang Luar Biasa ke-43 Majelis ICAO di Montreal, Kanada, 19–20 November 2026 mendatang.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Setelah 25 Tahun, Indonesia Kembali Incar Posisi Kursi Dewan Penerbangan Sipil Internasional ICAO
Berita Foto
Kolaborasi Alita dan PLN Electricity Services Perkuat Inovasi Sektor Ketenagalistrikan
Penandatanganan kerjasama Alita dan PLN Electricity Services bidang engineering ketenagalistrikan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 27 Agustus 2026
Kolaborasi Alita dan PLN Electricity Services Perkuat Inovasi Sektor Ketenagalistrikan
Travel
Unik Tidak Punya Ekor, Ayam Tukong Diakui Unggas Genetik Khas Kalbar
Ayam tukong memiliki ciri khas tidak memiliki tulang ekor, sehingga bulu ekor pun tidak tumbuh.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Unik Tidak Punya Ekor, Ayam Tukong Diakui Unggas Genetik Khas Kalbar
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Bagikan