Kesehatan

Indonesia Masih Kekurangan Dokter Jantung

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 23 September 2022
Indonesia Masih Kekurangan Dokter Jantung

Saat ini, hanya ada sekitar 1.600 dokter spesialis jantung di Indonesia. (Foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYAKIT jantung koroner dan pembuluh darah masih menjadi penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia. Data dari World Heart Federation menunjukan bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian populasi di Asia Tenggara sebanyak 30 persen.

Bahkan, penyakit jantung yang diperoleh dari keturunan, menjadi penyakit bawaan peringkat satu terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Laporan Hasil Riset Kesehatan Data (Riskesdas), jumlah penderita jantung di Indonesia pada tahun 2018 tercatat lebih dari 1 juta, yang lebih banyak diderita oleh pria dibandingkan perempuan.

Baca Juga:

Wajib Tahu, Pertolongan Pertama Selamatkan Serangan Jantung

"Penyakit jantung, membebani universal coverage BPJS hingga 10 Triliun Rupiah," ungkap ketua PP Perki. Dr.Radityo Prakoso dalam sebuah Webinar bertajuk Cardiovascular Medicine in 2022 and Beyond: Adaptive, Personalized. and Evidence-Based.

Penyakit jantung lebih sering dialami oleh pria dibanding perempian. (Foto: Freepik/Freepik)

Menurut data dari sebuah penelitian bernamakan REPORT-HF, penyakit gagal jantung di Indonesia sebagian besar diakibatkan oleh penyakit jantung iskemik, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi para tenaga kesehatan. Namun, saat ini Indonesia hanya memiliki sekitar 1.600 dokter spesialis jantung, yang jumlahnya masih kurang dari pasien. Selain itu, sebanyak 67 persen dokter spesialis jantung hanya masih terkonsentrasi di pulau jawa saja.

"Sehingga, pada tahun 2023 dibutuhkan lagi sekitar 1.245 dokter spesialis jantung untuk memenuhi rasio jumlah dokter dan penduduk yang baik," tambahnya.

Baca Juga:

Waspada Serangan Jantung Mendadak Ketika Olahraga Berlebihan

Dalam menangani tantangan ini Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) secara aktif melakukan kerjasama dengan Kemenkes. Dengan begitu, dokter spesialis jantung di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan mengadakan Annual Scientific Meeting of Indonesia Heart Association (ASMIHA).

ASMIHA adalah sebuah acara pertemuan dokter-dokter spesialis jantung, yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kardiovaskular yang berkelanjutan baik pengetahuan baru dan tantangannya. Terutama dalam perkembangan teknologi mutakhir untuk menangani kasus penyakit jantung.

Selain karena gaya hidup, penyakit jantung juga disebabkan oleh keturunan. (Foto: freepik/freepik)

Beberapa perkembangan tersebut di antaranya meliputi penanganan penyakit jantung bawaan dengan teknik zero fluoroscopy, penggunaan alat pacu jantung nirkabel untuk pasien dengan penyakit irama jantung, dan penggantian katup jantung pembuluh darah utama dengan metode trans kateterisasi.

Selain itu, ada kemajuan pengobatan di bidang kardio-onkologi (penyakit kanker dalam sistem organ jantung dan pembuluh darah), hingga implementasi penelitian molekuler RNA inferensi (SIRNA) untuk pengobatan penyakit ketidakseimbangan lemak dan kolesterol tubuh (dyslipidemia). (nbl)

Baca Juga:

Apple Watch Selamatkan Seseorang dari Serangan Jantung

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan