Indonesia dan AS Sepakati Penurunan Tarif, Buruh Peringatkan Prabowo Tak ‘Gadaikan’ Harga Diri Bangsa
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)
MerahPutih.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengecam kesepakatan pemerintah Indonesia yang membebaskan bea masuk produk-produk asal Amerika Serikat (AS).
Ia pun menilai, bahwa kebijakan ini menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Produsen-produsen lokal, UMKM, dan pabrik-pabrik kecil akan kalah bersaing. Apa yang akan terjadi? PHK juga," kata Said dalam keterangan resminya, Jumat (18/7).
Demi mengatasi potensi PHK massal ini, Said Iqbal mendesak pemerintah untuk segera menegakkan kembali kedaulatan ekonomi nasional, kemudian menghentikan praktik liberalisasi perdagangan yang merugikan pekerja dan industri lokal.
Baca juga:
Kadin Nilai Ekspor Indonesia ke AS Bisa Melejit 2 Kali Lipat Berkat Diskon Tarif Gila-gilaan!
Ia juga meminta kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk menegakkan kembali kedaulatan ekonomi.
“Jangan gadaikan masa depan bangsa hanya demi penurunan tarif," seru Said kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/7).
Tak hanya itu, KSPI juga menagih komitmen pemerintah untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) PHK seperti yang pernah diinstruksikan dalam Sidang Ekonomi Nasional beberapa waktu lalu.
"Satgas PHK yang sudah dicanangkan dari jauh-jauh hari harus segera dibentuk. Sudah hampir enam bulan sejak perintah Presiden disampaikan, tapi implementasinya belum terlihat," tegasnya.
Baca juga:
Said Iqbal menyatakan, bahwa gerakan buruh tidak akan tinggal diam. Pada awal Agustus 2025 ini, ia mengatakan ratusan ribu buruh dari berbagai daerah akan melakukan aksi serentak untuk menolak gelombang PHK.
Mereka juga mendesak perlindungan nyata bagi industri nasional.
"Ratusan ribu buruh akan turun ke jalan pada awal Agustus dalam aksi serentak nasional menolak PHK massal dan menuntut pemerintah berdiri di pihak rakyat pekerja," pungkas Said Iqbal. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan
Ekonomi Masih Tertekan, Menteri Purbaya Tidak Akan Cabut Aturan Insentif Pajak
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Dirut BEI Gantikan Iman Rachman, Stabilitas Pasar Jadi Prioritas
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Danantara Genjot Reformasi Pasar Modal: Demutualisasi BEI dan Free Float 15 Persen
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI