Indonesia Cegah Monopoli AI di Sektor Bisnis Digital

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Januari 2024
Indonesia Cegah Monopoli AI di Sektor Bisnis Digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Kominfo mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Etika Kecerdasan Artifisial pada 19 Desember 2023. SE ini diharapkan dapat menjadi panduan umum, etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatan dan pengembangan AI oleh pelaku usaha.

Dengan adanya tata kelola kecerdasan artifisial menjadi salah satu cara menjamin persaingan usaha yang sehat dengan mencegah monopoli akibat kompetisi bisnis tidak sehat akibat pemanfaatan AI di sektor bisnis digital.

Baca Juga:

Punya Teknologi AI dan Fitur Inovatif, Samsung Galaxy S24 Dibanderol Mulai Rp 13 Jutaan

"Saya kira ini menjadi concern karena seharusnya dalam pengembangan teknologi apalagi emerging technology yang dikembangkan oleh segelintir companies pada akhirnya menciptakan satu dominasi dan hubungan yang asimetris dari banyak stakeholder," ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria di Jakarta, Jumat (19/1).

Nezar mengatakan, tata kelola kecerdasan artifisial (AI) juga penting untuk memperhitungkan dampak seperti hilangnya pekerjaan tenaga kerja manusia. Dia mengatakan ada potensi hilangnya pekerjaan sekitar 14 persen tenaga kerja untuk satu sektor yang selama ini menggunakan tenaga manusia digantikan oleh AI.

"Ini perlu juga dipikirkan bagaimana mitigasi risikonya. Tiap negara berbeda-beda," kata dia.

Ia mengatakan, pada bagian lain, dari sisi konsumen, tata kelola AI memiliki peranan demi melindungi individu dari gangguan terhadap privasi yang dilakukan secara berlebihan.

Nezar berpendapat, tata kelola AI pada tingkat global dibutuhkan untuk menjembatani akses terhadap utilisasi AI antara negara maju dan berkembang sehingga manfaat AI bagi ekonomi digital bisa dirasakan semua kalangan.

"Hal ini akan terus disuarakan Indonesia di berbagai forum bilateral yang membahas isu pengembangan AI," katanya.

Kontribusi AI untuk ekonomi khususnya di bidang bisnis berdasarkan nilai pasar AI secara global pada tahun 2023 mencapai angka USD 143 miliar. Di Asia, imbuh dia, kontribusi AI pada pendapatan domestik bruto diramalkan di mencapai angka sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat pada tahun 2030.

"Indonesia menyumbang kurang lebih sekitar hampir 40 persen yaitu sekitar 366 miliar dolar Amerika Serikat," kata Nezar. (*)

Baca Juga:

Samsung Segera Hadirkan Galaxy AI dengan Bahasa Indonesia

#Kecerdasan Buatan #Kemenkominfo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Penyanyi Olivia Rodrigo Tolak Gunakan Kecerdasan Artifisial Saat Bikin Karya
Olivia Rodrigo merilis album you seem pretty sad for a girl in love pada 12 Juni 2026. Album tersebut mengangkat perjalanan hubungan asmara pertamanya ketika ia mulai memasuki fase kedewasaan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Penyanyi Olivia Rodrigo Tolak Gunakan Kecerdasan Artifisial Saat Bikin Karya
Indonesia
Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
Indonesia relatif lebih sedikit terpapar terhadap lonjakan aktivitas global yang berkaitan dengan AI dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
 Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
Tekno
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Canva mencatat, 98 persen profesional Indonesia telah memanfaatkan AI dalam berbagai tahapan pembuatan presentasi.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Dunia
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Paus telah mengidentifikasi AI sebagai salah satu tantangan terbesar bagi umat manusia hanya dalam kurun waktu beberapa hari setelah terpilih.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Dunia
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Dunia
Australia Serukan Pengendalian AI, China dan AS Diminta Melakukan Kesepakan
Washington dan Beijing untuk bekerja sama membentuk kesepakatan internasional yang serupa dengan perjanjian non-proliferasi nuklir
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Australia Serukan Pengendalian AI, China dan AS Diminta Melakukan Kesepakan
Indonesia
Hadapi Era AI dan Transformasi Penegakan Hukum, Kabadiklat Kejaksaan RI Gagas ‘Trisula Hukum Digital’
Kabadiklat Kejaksaan RI, Harli Siregar, menggagas konsep Trisula Hukum Digital untuk menghadapi transformasi penegakan hukum.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
Hadapi Era AI dan Transformasi Penegakan Hukum, Kabadiklat Kejaksaan RI Gagas ‘Trisula Hukum Digital’
Indonesia
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
AI pada dasarnya bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan manusia sehingga cenderung hanya mampu bereaksi terhadap apa yang dipelajarinya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
Berita
PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI
UNICEF menyerukan kepada seluruh pemerintah, sektor swasta, dan mitra untuk menanamkan hak-hak anak dalam tata kelola AI global.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI
Bagikan