MerahPutih.com - Penyanyi sekaligus penulis lagu Olivia Rodrigo menegaskan sikapnya untuk tidak menggunakan kecerdasan artifisial (AI) dalam proses bermusiknya. Ia mengaku memiliki batas yang tegas terkait penggunaan teknologi tersebut dalam karya musiknya.
Saya tidak akan pernah menggunakan AI dalam musik saya. Sama sekali tidak. Garis keras tentang itu,
kata Olivia, dikutip laporan The Hollywood Reporter, Rabu (7/10).
Meski demikian, Olivia pernah mencoba memanfaatkan AI sebatas untuk mencari inspirasi mengenai judul lagu. Namun, pengalaman tersebut justru membuatnya merasa bahwa hasil yang diberikan teknologi tersebut tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Yang paling dekat yang pernah saya dapatkan adalah bahwa suatu ketika, saya dan produser Dan Nigro seperti 'ingin tahu ide apa yang akan dimiliki ChatGPT untuk judul Olivia Rodrigo,' dan pilihan judulnya benar-benar buruk,
ujar Olivia.
Sebelumnya, Olivia Rodrigo merilis album you seem pretty sad for a girl in love pada 12 Juni 2026. Album tersebut mengangkat perjalanan hubungan asmara pertamanya ketika ia mulai memasuki fase kedewasaan.
Kisah dalam album itu bergerak mengikuti perubahan sebuah hubungan, dimulai dari rasa bahagia ketika mulai tertarik kepada seseorang lewat “Drop Dead”, kemudian memasuki masa bulan madu dalam “Honeybee”. Cerita berlanjut ketika persoalan mulai muncul melalui “Purple”, percakapan perpisahan dalam “Less”, hingga pengalaman kembali menghadapi dunia kencan lewat “Expectations”.
Menariknya, Olivia mengungkapkan bahwa rangkaian cerita tersebut bukanlah konsep yang sejak awal sudah ia rencanakan. Pada tahap awal, ia justru menulis lagu-lagu cinta dengan pendekatan yang lebih konvensional. Namun, arah album mengalami perubahan setelah dirinya menghadapi perpisahan.
Ketika mengalami putus cinta,
kata Olivia.
Bersama produser yang telah lama bekerja dengannya, Dan Nigro, Olivia kemudian memanfaatkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan yang tersisa untuk menyelesaikan proses rekaman. Keduanya kembali mengolah sejumlah lagu, termasuk menulis ulang dan menyunting bagian-bagian tertentu agar lebih selaras dengan konsep baru album.
Nuansa kesedihan kemudian ditambahkan ke dalam sejumlah lagu cinta yang sebelumnya telah dibuat. Proses tersebut juga memungkinkan Olivia menangkap “area abu-abu” yang muncul dalam berbagai fase naik-turun sebuah hubungan.
Itu menjadi tantangan yang menyenangkan. Ketika masih muda, kamu hanya menulis, menulis, dan menulis. Mengedit adalah sesuatu yang harus saya pelajari seiring saya menjadi apa yang bisa disebut sebagai penulis lagu profesional,
ujar Olivia. (Far)