Idrus Marham Nilai Video Kaesang Bukan Pelecehan
Kaesang Pangarep. (Screenshot Youtube)
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menilai unggahan putra bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep di Youtube tidak mengandung unsur ujaran kebencian dan penodaan agama sebagaimana yang dilaporkan Muhamad Hidayat.
"Pernyaan putra Jokowi Kaesang, itu tidak mencerminkan sebuah pelecehan, tidak mencerminkan ujaran kebencian," kata Idrus dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (9/7).
Bahkan ia menilai, apa yang disampaikan putra bungsu Jokowi tersebut berdampak positif sebagai pencerahan dalam merespons situasi toleransi di tanah air.
"Justru (pernyataan Kaesang) sebuah ajakan bagaimana agar supaya kita ini ada sebuah keprihatinan melihat masalah-masalah yang ada," jelasnya.
"Dan juga ada ajakan dalam perspektif pendidikan sebagai sebuah pencerahan merespon masalah masalah kebangsaan yang ada," sambung Idrus.
Menurut Idrus, apa yang disampaikan Kaesang merupakan kritik terhadap praktek nepotisme dan intoleransi. Oleh karena itu, ia menilai, tidak ada satupun kalimat Kaesang yang bermaksud melecehkan agama atau mengindikasikan penodaan agama.
"Memang ada indikasi kuat akhir akhir ini, kalau orang tidak suka, yang bernilai pahala pun dikatakan dosa. Tetapi kalau orang suka nilai dosa pun dianggap pahala," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang warga Bekasi, Muhammad Hidayat Siregar membuat laporan polisi (LP) terhadap Kaesang Pangarep pada tanggal 2 Juli 2017. Dalam kronologi laporannya, pelapor menyertakan kata-kata dari Kaesang yang diduga jadi pokok persoalan dan di-upload di Youtube.
Kata-kata itu: 'Mengadu-adu domba dan mengkafir-kafirkan, gak mau mensalatkan padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin, apaan coba, dasar ndeso.'
Berikut adalah transkrip utuh ucapan Kaesang dalam video berdurasi 2 menit 41 detik:
'Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja... (Tiba-tiba muncul video beresolusi kecil yang menampilkan anak-anak tengah berdemo dan berteriak 'bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga').
Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar n**** (sensor). Ini ajarannya siapa coba? dasar n**** (sensor).
Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.
Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau mensalatkan padahal sesama muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar n**** (sensor). Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong.' (Pon)
Baca juga berita lain terkait di: Ketiga Saksi Nyatakan Video Kaesang Tidak Memenuhi Unsur Pidana
Bagikan
Berita Terkait
PSI Tata Struktur Jelang Pemilu 2029, Bidik Sulsel sebagai 'Kandang Gajah'
Kaesang Yakin PSI Bisa Rebut Jateng dan Bali dari PDIP, Pengamat Sentil Terlalu Berkhayal dan Bermimpi
Kaesang Minta Struktur PSI Lengkap, DPW DKI: Kami Terus Bekerja Keras
Mantan Ketua DPW NasDem Rusdi Masse Resmi Merapat Jadi Anak Buah Kaesang di PSI
Prestasi Persis Jeblok, Kaesang Bersedia Teken 5 Tuntutan Suporter Ultras
Rakorwil PSI Jateng, Kaesang Tekad Jateng Menang Telak di Kandang Gajah
PSI Jateng Gelar Rakorwil di Solo, Undang Jokowi Hingga Kaesang
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terjaring OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum