MerahPutih Politik - Kekuatan partai yang berlambang Pohon Beringin ini, sudah sesuai sistem dan di dalam sistem itu ada unsur demokrasi, maka seluruh pengambil keputusan Partai Golkar yang tercermin melalui pelaksanaan Musyawarah Nasional 1X di Bali telah dirampungkan dengan sangat demokratis.
Salah satu diantaranya dalam Munas tersebut adalah menggulir aspirasi dari beberapa pemimpin Partai Golkar dan menyoroti Perpu Nomor 1 Tentang Pilkada dan Perpu Nomor 2 tentang Pemerintahan Daerah. Sehingga penyelenggaraan munas yang telah dilakukan partai Golkar di pulau dewata kemarin tidak ada cacat semuanya berjalan sebagaimana mestinya.
" Kami semua yang hadir dalam Munas tersebut, telah menolak perpu nomor satu dan perpu nomor dua, kami akan merekomendasikan kembali kepada DPP," Ungkap Idrus Marham seusai rapat fraksi Partai Golkar di Jalan Gatot Subroto kepada wartawan (5/12) kemarin.
Berbagai kompetisi mencari kekuatan untuk menduduki pucuk pemimpin partai Golkar, periode 2015-2020 wajar-wajar saja, karena itu semua menjadi barometer yang substansial dalam dinamika politik partai. Munas kemarin adalah munas yang legal dan mendapat respon dari berbagai anggota kader partai baik dari tingkat propinsi maupun tingkat kota kabupaten yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Menggenapi hal yang disampaikan oleh Sekjen DPP Partai Golkar tersebut, pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum DPP, Titiek Soeharto merasa optimis. I juga mengakui bahwa hasil Munas kemarin bisa membawa Golkar ke arah yang lebih baik ke depan nanti, demikian pernyataan Titiek kepada Merahputih.com.