2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Dukungan Politik Kuat tapi Ada Bahaya Pengawasan Lemah

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Dukungan Politik Kuat tapi Ada Bahaya Pengawasan Lemah

Prabowo saat Perayaan Hari Kesaktian Pancasila/ Setpres

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DIREKTUR Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengingatkan kuatnya dukungan politik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak boleh membuat fungsi pengawasan terhadap pemerintah melemah. Hal itu menjadi sorotan saat pemerintahan Prabowo memasuki tahun kedua pada 20 Oktober.

Menurut Iwan, stabilitas politik selama dua tahun pemerintahan Prabowo memang dapat mendukung keberlanjutan pembangunan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi kritik, mengabaikan oposisi, atau menyeragamkan pandangan politik.


“Ukuran demokrasi bukan semata-mata apakah situasi politik terlihat tenang, melainkan apakah masyarakat tetap bebas menyampaikan pendapat, pers dapat menjalankan fungsi kontrol, parlemen bekerja secara substantif, dan hukum ditegakkan tanpa diskriminasi,” ujar Iwan kepada wartawan di Jakarta dikutip Rabu (21/10).

Ia menilai dukungan politik yang relatif kuat di parlemen perlu diimbangi dengan pelaksanaan fungsi pengawasan DPR secara efektif.

Tanpa pengawasan yang substantif, kebijakan pemerintah berisiko tidak mendapatkan evaluasi yang memadai.

Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR)


Iwan menegaskan demokrasi yang sehat membutuhkan oposisi yang kritis, pers independen, masyarakat sipil yang aktif, serta lembaga peradilan yang mampu menjalankan kewenangannya secara independen. Menurutnya, kritik publik semestinya diperlakukan sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan, bukan dianggap sebagai ancaman terhadap pemerintah.


“Pentingnya menjaga independensi institusi negara, memperkuat supremasi hukum, serta memastikan pengambilan keputusan berlangsung transparan dan akuntabel,” tutur Iwan.

Iwan berpandangan stabilitas politik tidak cukup diukur dari kondusifnya hubungan antarelite atau besarnya dukungan koalisi pemerintah.

“Stabilitas tersebut juga harus disertai kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi,” sebut Iwan.

Memasuki tahun kedua pemerintahan Prabowo, ia berharap konsolidasi politik tidak mengorbankan kualitas demokrasi dan ruang bagi masyarakat untuk mengawasi kekuasaan.(knu)

Baca juga:

Relawan 98 Resolution Network Beberkan Gerak Nyata Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

#2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran #Presiden Prabowo #Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Dukungan Politik Kuat tapi Ada Bahaya Pengawasan Lemah
Stabilitas politik tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi kritik, mengabaikan oposisi, atau menyeragamkan pandangan politik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Dukungan Politik Kuat tapi Ada Bahaya Pengawasan Lemah
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Percepat Pasokan Barang Subsidi ke Koperasi Desa
Agar masyarakat dapat mengakses barang-barang tersebut dengan lebih mudah dan memperoleh harga sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Presiden Prabowo Minta Percepat Pasokan Barang Subsidi ke Koperasi Desa
Indonesia
Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Bidik Korporasi
Prabowo menegaskan karhutla tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan biasa.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Bidik Korporasi
Indonesia
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Indonesia
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Lembaga swadaya seperti CELIOS (Center of studi Economic and Law Studies) bersama Kabinet Bayangan memberikan "rapor merah" dengan skor kepuasan publik yang rendah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Indonesia
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Bukan perayaan ulang tahun.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Ultah Ke-75, Didoakan Sehat dan Berstamina
Sejak pagi hari, ucapan selamat, doa, dan harapan terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Ultah Ke-75, Didoakan Sehat dan Berstamina
Indonesia
Prabowo Buka Pintu Bantuan Asing untuk Atasi Karhutla
Presiden Prabowo Subianto menyetujui tawaran bantuan dari negara-negara tetangga untuk menangani karhutla.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Prabowo Buka Pintu Bantuan Asing untuk Atasi Karhutla
Indonesia
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, upaya pemadaman masih berlangsung di enam provinsi terdampak.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Indonesia
Asap Karhutla Ganggu Malaysia dan Singapura, Presiden Prabowo Minta Penanganan Diperkuat
Berdasarkan laporan Kepala BNPB, masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Asap Karhutla Ganggu Malaysia dan Singapura, Presiden Prabowo Minta Penanganan Diperkuat
Bagikan