Idrus Marham: Banyak Kader yang Ingin Gantikan Novanto

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 08 Desember 2017
Idrus Marham: Banyak Kader yang Ingin Gantikan Novanto

Rapat pleno DPP Partai Golkar. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, banyak kader partai ingin maju menggantikan posisi Setya Novanto, yang saat ini menghadapi masalah hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Golkar itu kadernya banyak, pasti biasanya kondisi begini banyak yang mau maju (jadi ketua umum)," kata Idrus Marham kepada wartawan di Kupang, Jumat (8/12).

Ia menjelaskan, posisi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu segera dibicarakan setelah ada keputusan praperadilan kasus Setya Novanto. Hal itu sesuai dengan dengan keputusan rapat pleno partai pada 21 November 2017 lalu.

"Minggu depan kami akan lakukan rapat Korbid dulu untuk membicarakan bagaimana langkah-langkah selanjutnya. Setelah itu baru kami melakukan pleno untuk membicarakan langka dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Idrus mengajak semua kader partai untuk memberikan dukungan dan doa bagi Setya Novanto agar dapat menjalani proses hukum yang ada dengan hasil yang baik.

Menurut dia, jika ada saudara atau kader partai ditimpa sebuah musibah, maka sejatinya semua kader memberikan empati kepada yang bersangkutan bukan mencaci maki ataupun menyudutkan.

"Permohonan beliau (Setya Novanto) agar beliau dapat menjalani proses hukum yang ada sekarang supaya ini bisa selesai dengan baik," katanya.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (7/12) menggelar sidang perdana praperadilan Setya Novanto dengan agenda pembacaan permohonan praperadilan dari pihak pemohon.

Hakim Kusno memimpin sidang itu menyatakan, sidang lanjutan praperadilan Novanto dilanjutkan pada Jumat (8/12) dengan agenda jawaban dari pihak KPK dan juga pengajuan bukti dari kedua belah pihak.

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi KTP elektronik pada 17 Juli 2017. Kemudian dia mengajukan permohonan praperadilan mengenai penetapannya sebagai tersangka.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar pada 29 September 2017 mengabulkan gugatannya dan menyatakan bahwa penetapannya sebagai tersangka tidak sesuai prosedur.

KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka perkara korupsi itu pada 10 November. Dia kembali mengajukan permohonan praperadilan berkenaan dengan penetapannya sebagai tersangka. (*)

#Setya Novanto #Golkar #Idrus Marham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sarmuji Dari Pengurus Koperasi Mahasiswa Menjadi Menteri Perindustrian
Karier politiknya kemudian berlanjut di parlemen yang terpilih menjadi anggota DPR RI di tahun 2014,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sarmuji Dari Pengurus Koperasi Mahasiswa Menjadi Menteri Perindustrian
Indonesia
Petinggi Golkar Di Kabinet ; Bahlil Jadi Menko, Sarmuji Jadi Memperin
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji juga merapat ke Istana jelang pelantikan tersebut. Dia mengaku mendapat tugas untuk membantu Presiden Prabowo di bidang perindustrian.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Petinggi Golkar Di Kabinet ; Bahlil Jadi Menko, Sarmuji Jadi Memperin
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Partai, Golkar: Fokus ke Hal Lain
Nusron disebut mundur dari pengurus Golkar sejak enam bulan silam.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Partai, Golkar: Fokus ke Hal Lain
Indonesia
Golkar Pastikan Bahlil Tak Nyapres 2029, Mau Maju Jadi Caleg dari Papua
Sekjen Partai Golkar Sarmuji mengatakan Bahlil akan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg).
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Golkar Pastikan Bahlil Tak Nyapres 2029, Mau Maju Jadi Caleg dari Papua
Indonesia
Baru Dibuka ke Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari DPP Golkar
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ternyata telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu. Cek penjelasan resminya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Baru Dibuka ke Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari DPP Golkar
Indonesia
Waketum Golkar Sebut AHY Kasih Sinyal Kuat Siap Jadi Penantang di Pilpres 2029
Sinyal tersebut muncul ketika kondisi masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Waketum Golkar Sebut AHY Kasih Sinyal Kuat Siap Jadi Penantang di Pilpres 2029
Indonesia
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Pemda dan pelaku UMKM terus bersinergi untuk memanfaatkan animo masyarakat yang tinggi menjelang final Piala Dunia 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Indonesia
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
“Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru?
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
Indonesia
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Sarmuji mengaku belum memahami apa yang dimaksud dengan posisi penyeimbang tersebut. Dia menyerahkan penilaian kepada publik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Bagikan