Ibu Kota Indonesia Pindah 50 Tahun Lagi?

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 09 Mei 2019
Ibu Kota Indonesia Pindah 50 Tahun Lagi?

Presiden Jokowi saat meninjau calon lokasi ibu kota negara di Kalimantan Tengah (Foto: Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah selama puluhan tahun rakyat Jakarta khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya mendengar rencana pemindahan ibu kota pemerintahan dari Betawi ke daerah lainnya, akhirnya rencana yang selama ini “gelap-gulita” alias tidak jelas juntrungannya, kini mulai "terang-benderang".

Presiden Joko Widodo pada hari Selasa dan Rabu (7-8 Mei) mendatangi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah bersama sejumlah pejabat negara. Kunjungan kerja dua hari ini pasti menarik perhatian tidak hanya bagi bangsa Indonesia tapi juga orang-orang asing. Kenapa?

Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan Jalan Tol Pejagan – Pemalang seksi 3 dan 4, di Gerbang Tol Tegal Timur, Tegal, Jumat (9/11) siang. (Foto: OJI/Humas/Setkab)
Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan Jalan Tol Pejagan – Pemalang seksi 3 dan 4, di Gerbang Tol Tegal Timur, Tegal, Jumat (9/11) siang. (Foto: OJI/Humas/Setkab)

Baca Juga:

Pemindahan Ibu Kota Perlu Dukungan Politik Semua Pihak

Presiden Jokowi Tegaskan Rencana Pemindahan Ibu Kota Bukan Sekedar Wacana

Pemindahan ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia ini pasti tidak hanya terkait dengan pembangunan fisik berbagai gedung yang sangat strategis tapi juga harus memperhatikan unsur politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan. Yang juga amat perlu dihitung-hitung adalah berapa besarnya anggaran yang harus disediakan .

Ketika Presiden Joko Widodo mengunjungi Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, dia dikejar kejar wartawan yang menanyakan kapan ibu kota negara akan dipindahkan.

Secara terus-terang, Jokowi mengancer-ancerkan waktu 50 hingga 100 tahun. Dengan harus memperhatikan berbagai faktor seperti yang disebutkan di atas maka rasanya angka 50-100 tahun ini rasanya bukanlah hal yang berlebihan.

Apabila memindahkan ibu kota Jakarta ke daerah yang mana pun juga, maka faktor yang amat perlu diperhatikan adalah berapa luas lahan yang bakal disiapkan oleh bakal daerah yang terpilih menjadi ibu kota Indonesia. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur disebut- sebut sanggup menyiapkan 100.000 hingga 300.000 hektare

Jika satu daerah sudah terpilih, maka misalnya pemerintah pusat harus menentukan apa yang paling penting atau diutamakan untuk dibangun, misalnya apakah membangun istana kepresidenan, lengkap dengan kantor-kantor kementerian misalnya Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Pertahanan seta Bank Indonesia, ataukah membangun rumah bagi rakyat walaupun mungkin saja masyarakat di sana selama ini sudah memiliki rumah walaupun bisa saja belum memenuhi persyaratan kesehatan.

Presiden Jokowi di wilayah Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah
Presiden Jokowi meninjau lokasi di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah sebagai calon lokasi ibu kota negara (Foto: Biro Pers Setpres)

Baca Juga:

Komentar Ketua Apindo Terkait Rencana Pemindahan Ibu Kota

Dukung Rencana Pemindahan Ibu Kota, Siswono Yudo Husodo: Itu Pilihan yang Tepat

Kemudian bagaimana memidahkan semua kedutan besar negara- negara sahabat dan lembaga- lembaga internasional. Selain itu, karena selama ini pegawai negeri sipil alias aparatur negara sipil ada di Jakarta maka pertanyaannya adalah apakah mereka dipindah tanpa kecuali ataukah ditarik alias direkrut pegawai- pegawai baru dari ibu kota yang baru tersebut?

Jadi, seperti diberitakan Antara, amat jelas bahwa pemindahan ibu kota negara amatlah sulit karena begitu banyak aspek yang harus direncanakan sejak awal hingga detik-detik terakhir pengalihan tersebut. Jokowi telah membentuk tim antarkementerian dan lembaga untuk mempelajari masalah ini secara mendalam.

Dengan memindahkan ibu kota maka apa yang harus dipindahkan dan mana pula aspek- aspek yang bisa ditinggalkan? Apakah ibu kota baru hanya untuk hal-hal yang politik dan pemerintahan sehingga kegiatan perdagangan dan ekonomi misalnya Bursa Efek Indonesia tetap saja di Jakarta?

Dengan merenungkan berbagai contoh tersebut maka jelas masyarakat bisa mengetahui bahwa pemindahan ibu kota sama sekali tidak semudah membalikkan tangan karena begitu banyak unsur yang harus diamati sejak sekarang sehingga angka 50-100 tahun yang ditargetkan Joko Widodo bisa terlaksana alias terwujud.

Jakarta

jakarta
Suasana Jakarta. (Foto: Net)

Baca Juga:

Ibu Kota Pindah Pengalihan Isu, Ini Dalih Bos TKN

Presiden Jokowi Pastikan Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa

Jakarta kini pada siang hari kira-kira dihuni oleh 10 hingga 11 juta jiwa sedangkan di malam hari ditinggali oleh lebih kurang sembilan juta jiwa. Mereka bukan hanya orang Betawi tapi juga warga Sunda, Jawa, Batak, Sasak hingga Dayak.

Selama ini Jakarta menjadi pusat kehidupan, ekonomi, budaya , pendidikan hingga politik sehingga tak pelak lagi Jakarta menjadi tempat untuk mencari uang mulai dari gelandangan, tukang sampah hingga konglomerat. Akan tetapi lama-kelamaan Jakarta “kehabisan napas” karena penduduknya sudah sangat berlebihan sedangkan daya tampugnya sudah amat terbatas.

Sekalipun Jakarta sudah dilengkapi dengan busway, KRL, MRT, LRT, tetap saja bebannya sudah amat terlewati. Belum lagi gangguan cuaca misalnya banjir yang “didatangkan” dari kota tetangganya Bogor sehingga kesemrawutan tak tertanggulangi.

Karena itu, program pemindahan ibu kota Jakarta tak pelak lagi harus direncanakan secara matang dan benar- benar terencana, terjadwal hingga akhirnya terwujud.

Presiden Jokowi melihat lokasi calon ibu kota negara
Presiden Jokowi melihat peta calon lokasi ibu kota negara di Kalimantan Timur (Foto: Twitter @jokowi)

Baca Juga:

Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Pengamat: Jakarta Bakal Lebih Fokus Pusat Perekonomian

Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Indonesia Bisa Seperti Amerika

Karena Presiden Joko Widodo sudah mendatangi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah maka cepat atau lambat pemerintah pusat terutama lewat Bappenas harus sudah mulai menyiapkan secara matang rencana yang amat penting alias krusial ini. Sebab apabila pemindahan ibu kota dari Jakarta ini tertunda dan tertunda lagi maka amat bisa dibayangkan situasi di Jakarta 50 tahun lagi.

Presiden Republik Indonesia pasti akan terus berganti siapa pun orangnya, partai politik pendukungnya sehingga yang yang paling diutamakan adalah proses perencanaan ini harus terus disiapkan, dirancang, dilaksanakan sehingga akhirnya betul- betul terwujud. Tentu akan muncul berbagai tantangan, godaan guna mewujudkan rencana "raksasa" ini.

Harus diingat bahwa pemindahan ibu kota pemerintahan merupakan hal yang tak mungkin dielakkan sehingga siapa pun orang Indonesia harus siap menerimaya. Yang kini menjadi kewajiban masyarakat adalah merenungkan serta memutuskan menerima atau menolak usulan pemerintah. Kalau menolak usul pemerintah maka rundingkanlah jalan keluarnya sehingga akhirnya 100 persen disepakati untuk kemudian mulai dilaksanakan.

Program raksasa ini harus disepakati karena akan sangat mempengaruhi NKRI pada masa mendatang. Sekalipun mungkin bakal muncul 1001 masalah, kesepakatan tentang pemindahan ibu kota ini akan menjadi faktor amat penting bagi tetap bersatunya Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

Baca Juga: Terkait Wacana Pemindahan Ibu Kota, DPR: Harus Ada Kajian Mendalam

#Joko Widodo #Pemindahan Ibu Kota #Jakarta #Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Euforia Pelatihan Timnas Indonesia John Herdman Lolos ke Final FIFA ASEAN CUP 2026
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Didik Setiawan - 55 menit lalu
Euforia Pelatihan Timnas Indonesia John Herdman Lolos ke Final FIFA ASEAN CUP 2026
Indonesia
Rambah Transportasi Udara, Modal Dasar Transjakarta Ditambah Jadi Rp 13,4 Triliun
Pemprov DKI Jakarta pun berharap perubahan bentuk dan penguatan kapasitas usaha TransJakarta dapat mendukung pengembangan layanan transportasi di Jakarta hingga internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Rambah Transportasi Udara, Modal Dasar Transjakarta Ditambah Jadi Rp 13,4 Triliun
Olahraga
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Indonesia resmi mencapai target 4 emas Asian Games 2026 lewat Desak Made Rita, dan berpeluang menggeser Malaysia untuk masuk ke jajaran 10 besar klasemen.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Indonesia
Layani Kepulauan Seribu, Transjakarta Bakal Dapat Suntikan Modal Anyar
ramono mengatakan tambahan modal itu juga diperuntukkan guna menambah beberapa fasilitas layanan Transjakarta ke Pulau Seribu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Layani Kepulauan Seribu, Transjakarta Bakal Dapat Suntikan Modal Anyar
Berita Foto
FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Imbang 0-0 Lawan Malaysia
Pemain Timnas Indonesia Elkan Baggot berpelukan dengan pemain Timnas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 28 September 2026
FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Imbang 0-0 Lawan Malaysia
Berita Foto
Kalapas Cibinong Nonaktif Wisnu Hadiri RDP dengan Komisi XIII DPR Bahas Temuan Lapas Mewah
Eks Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putanto mengikuti RDP dengan Komisi XIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 28 September 2026
Kalapas Cibinong Nonaktif Wisnu Hadiri RDP dengan Komisi XIII DPR Bahas Temuan Lapas Mewah
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Jakarta masuk 10 besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Hal itu diketahui dari IQAir pada Sabtu (26/9) pagi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Berita Foto
Aksi Agnes Mo Meriahkan Malam Pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026
Penyanyi Agnes Monica tampil pada pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 25 September 2026
Aksi Agnes Mo Meriahkan Malam Pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026
Berita Foto
Aksi Luke Vickery Jalani Debut Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Pemain Timnas Indonesia, Luke Vickery berusaha melewati pemain Singapura dalam pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 25 September 2026
Aksi Luke Vickery Jalani Debut Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Bagikan