Hujan Abu Guyur Wilayah Timur Lereng Merapi

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 11 Januari 2021
Hujan Abu Guyur Wilayah Timur Lereng Merapi

Ilustrasi - Hujan abu di Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, setelah terjadi erupsi Gunung Merapi. ANTARA/Dokumen

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hujan abu mengguyur di sejumlah dusun yang berada di sisi timur Gunung Merapi setelah terjadinya guguran lava pijar pada Minggu (10/1) malam.

Hujan abu tipis tersebut di antaranya terjadi di Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul dan Srunen di Kelurahan Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan yang masuk dalam wilayah KRB III Gunung Merapi.

Baca Juga

Enggan Mengungsi, Warga Sekitar Gunung Merapi Diminta Buat Surat Pernyataan

"Selain itu hujan abu juga terjadi di Dusun Singlar, Glagaharjo, Cangkringan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan di Sleman, Senin (11/1).

Sampai saat ini BPPTKG Yogyakarta belum menaikan status aktivitas Gunung Merapi dan masih pada level III atau siaga dengan radius jarak aman tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Radius aman masih pada tiga kilometer, belum ada rekomendasi perluasan radius dari BPPTKG," katanya dikutip Antara.

Awan panas guguran di Gunung Merapi pada Kamis (7/1)  pukul 08.02 WIB. Foto: BPPTKG
Awan panas guguran di Gunung Merapi pada Kamis (7/1) pukul 08.02 WIB. Foto: BPPTKG

Makwan mengatakan, untuk warga di wilayah yang harus diungsikan juga belum ada perubahan, yakni warga kelompok rentan di Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo.

"Warga kelompok rentan di Kalitengah Lor ini telah diungsikan sejak 7 November 2020 di barak pengungsian Glagaharjo setelah BPPTKG menaikan status aktivitas Merapi menjadi level III pada 5 November 2020," sambungnya.

Jumlah warga di barak pengungsian Glagaharjo saat ini sebanyak 311 jiwa, yang terdiri lansia pria 30 dan lansia perempuan 48, dewasa pria 29 dan dewasa perempuan 96, ibu hamil tiga orang, ibu menyusui 14 orang.

"Kemudian disabilitas lansia pria enam orang dan perempuan empat orang, anak laki-laki 26 jiwa dan perempuan 31 jiwa, balita laki-laki satu dan perempuan tiga, bayi laki-laki sembilan dan perempuan lima serta disabilitas dewasa pria lima orang dan perempuan satu orang," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Merapi Kembali Keluarkan 2 Kali Guguran Lava Pijar, Warga Klaten Beraktivitas Normal

#Gunung Merapi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Pengunjung melihat berbagai koleksi alat musik Gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi di Museum Mbah Maridjan Desa Kinarejo, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Berita Foto
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Berita Foto
Merapi Lava Tour Kali Kuning: Sensasi Uji Adrenalin dengan Jeep Off-Road
Sejumlah wisatawan menjajal Off Road Merapi Lava Tour di Kawasan Desa Kinah Rejo, Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Merapi Lava Tour Kali Kuning: Sensasi Uji Adrenalin dengan Jeep Off-Road
Indonesia
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Karakter aktivitas Gunung Anak Krakatau juga mengalami perubahan. Setelah fase erupsi menerus berakhir, gunung api tersebut kembali menunjukkan pola erupsi Strombolian.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Indonesia
Merapi Jogja Erupsi Jumat Pagi, Awan Panas Meluncur 2 KM ke Barat Daya
Gunung Merapi erupsi Jumat pagi dengan awan panas guguran sejauh 2 km ke arah barat daya. BPPTKG menetapkan status Level III (Siaga) dan mengingatkan warga untuk menjauhi zona bahaya serta waspada banjir lahar dan hujan abu.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
Merapi Jogja Erupsi Jumat Pagi, Awan Panas Meluncur 2 KM ke Barat Daya
Indonesia
Warga Lereng Merapi Nekat Buka Jalur Pendakian via Selo, BTNGM Lakukan Pendekatan
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Heri Wibowo mengatakan kejadian ini membuktikan masyarakat tidak menghiraukan imbauan pihak-pihak terkait.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Warga Lereng Merapi Nekat Buka Jalur Pendakian via Selo, BTNGM Lakukan Pendekatan
Indonesia
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Awan panas guguran terjadi pada pukul 20.56 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah barat, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Indonesia
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi tersebut juga sekaitan dengan status Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Bagikan