Relasi

Hubungan yang Baik dengan Ibu, Habiskan Waktu Bersama

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 20 April 2022
Hubungan yang Baik dengan Ibu, Habiskan Waktu Bersama

Hubungan yang hangat dengan ibu memberikan manfaat positif. (Foto: Pexels/Albert Rafael)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SetIAP insan sangat menginginkan memiliki hubungan yang baik dengan ibunya. Terlebih, banyak perbedaaan dari anak dan ibu seperti perbedaan prinsip dan pendapat yang dapat membuat hubungan memanas dan seringkali renggang begitu saja.

Hubungan yang renggang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Menurut PinkVilla, karena memiliki ikatan emosional dengan ibu bisa membuat anak memiliki emosi yang stabil serta menumbuhkan rasa percaya diri, dan membuat anak menjadi sosok yang kuat.

Baca Juga:

Mudik Sebentar Lagi, Jangan Lupa Jaga Daya Tahan Tubuh

Ikatan emosional

ibu
Ikatan emosional tak pernah pupus. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)


Sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersama antara ibu dan anak. Membuat kamu dan ibu dapat kesempatan untuk terikat secara batin dan emosiobnal. Bertemu untuk makan bareng atau mencoba salah satu kegiatan favoritnya. Bersikaplah terbuka untuk berpikir secara jernih dan bereksperimen dengan ide-ide segar.

Libatkan ibu

ibu
Penting untuk diingat untuk melibatkan ibu kamu dalam hidup kamu. (Foto: Pexels/Elina Fairytale)


Penting untuk diingat untuk melibatkan ibu kamu dalam hidup kamu. Ini adalah bentuk penghargaan dan penghormatan pada ibu. Sertakan ibu dalam acara, liburan, jalan-jalan, dan semua hal lain yang bisa kamu lakukan bersama. Bahkan sesuatu yang sederhana seperti pergi berbelanja pada pagi hari dapat menyenangkan hatinya.

Baca Juga:

Chicco Jerikho Terinspirasi Anak Untuk Peduli Lingkungan

Komunikasi

ibu
Berikanlah pujian dengan tulus. (Foto: Unsplash/leah hetteberg)


Kepercayaan, keterbukaan, dan komunikasi yang lancar adalah dasar dari hubungan yang baik. Kamu selalu ada untuk ibu memberikan dukungan dan bimbingan ketika dibutuhkan dan tanpa syarat. Kamu juga harus menunjukan diri sebagai anak yang dapat diandalkan oleh ibu. Dengan memberikan pujian berupa lontaran perkataan “Mama cantik deh hari ini” tentu akan membuat ibu kamu sangat senang.

Setiap orang memiliki hubungan yang berbeda dengan ibunya, dan mungkin saja kamu tidak terlalu dekat. Namun, memanfaatkan momen penting saat kamu memiliki kesempatan membuat kamu merasa seperti berada di dekapan seorang ibu yang hangat.

Jika ragu, mulailah dari yang kecil dan lakukan yang terbaik dengan membiarkan hal-hal kecil seperti membuat ibu percaya kepada kamu tanpa memaksanya. Menghabiskan waktu bersama di tempat yang sama bisa menjadi awal yang baik. (jul)

Baca Juga:

Mengenang Tempat Tamasya Masa Kecil Sekaligus Ajang Ngabuburit

#Relasi #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan