Hormati George Floyd, Majalah Time Pasang Karya Titus Kaphar di Cover

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2020
Hormati George Floyd, Majalah Time Pasang Karya Titus Kaphar di Cover

Cover terbaru majalah TIME yang dibuat untuk menghormati George Floyd (Foto: TIME)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIME memang dikenal sebagai salah satu majalah yang militan dalam menyuarakan isu-isu terkini yang sedang terjadi. Untuk edisi terbarunya yang akan dirilis 15 Juni 2020, majalah yang terbentuk sejak 1923 itu tampilkan gambar buatan Titus Kaphar di halaman sampulnya untuk menghormati George Floyd.

Lukisan yang berjudul Analogous Colors ini dibuat sebagai ode untuk George Floyd dan komunitas warga kulit hitam yang sedang mengalami situasi penindasan saat ini, demikian dikutip dari dari laman Hypebeast.

Baca juga:

Rihanna, Beyoncé, Lady Gaga, dan Harry Styles Buka Suara Soal Tragedi George Floyd

Titus Kaphar sendiri adalah seorang pelukis asal AS yang selalu memasukkan subjek African-American dalam karya-karyanya. Sebelum melukis Analogous Colors, ia juga sudah pernah bekerjasama dengan TIME pada 2014 yang lalu lahirkan lukisan Yet Another Fight for Remembrance untuk merespon kasus Ferguson Uprising.

In her expression, I see the black mothers who are unseen, and rendered helpless in this fury against their babies,

View this post on Instagram In his new work Analogous Colors, the artist Titus Kaphar depicts an African-American mother holding her child. To complete the work, Kaphar cut out the canvas to show a mother's loss: Floyd called out to his deceased mother during the 8 minutes and 46 seconds he was pinned to the ground by a Minneapolis police officer. writes Kaphar. For the first time, the red border of TIME includes the names of people: 35 black men and women whose deaths, in many cases by police, were the result of systemic racism and helped fuel the rise of the Black Lives Matter movement. Their names are merely a fraction of the many more who have lost their lives because of the racist violence that has been part of this nation from its start. Their names are Trayvon Martin • Yvette Smith • Eric Garner • Michael Brown • Laquan McDonald • Tanisha Anderson • Akai Gurley • Tamir Rice • Jerame Reid • Natasha McKenna • Eric Harris • Walter Scott • Freddie Gray • William Chapman • Sandra Bland • Darrius Stewart • Samuel DuBose • Janet Wilson • Calin Roquemore • Alton Sterling • Philando Castile • Joseph Mann • Terence Crutcher • Chad Robertson • Jordan Edwards • Aaron Bailey • Stephon Clark • Danny Ray Thomas • Antwon Rose • Botham Jean • Atatiana Jefferson • Michael Dean • Ahmaud Arbery • Breonna Taylor • and George Floyd. Read more behind the cover at the link in bio. Painting by Titus Kaphar for TIME A post shared by TIME (@time) on Jun 4, 2020 at 5:10am PDT

Pada kesempatan ini Kaphar kembali buktikan kemampuannya sebagai seorang seniman luar biasa. Subjek dalam lukisan itu adalah seorang ibu berkulit hitam yang menggendong sesosok siluet anak berwarna putih.

Kaphar memotong bentuk dari kanvas untuk menciptakan lubang mencolok dan tidak berwarna. Gambar ini melambangkan situasi saat George Floyd memanggil-manggil ibunya ketika dijepit di tanah.

Di bagian luarnya, kamu bisa melihat border familiar TIME berwarna merah, namun untuk pertama kalinya dalam sejarah border itu ditambahkan dengan tulisan berwarna hitam.

Tulisan tersebut adalah 35 nama laki-laki dan perempuan kulit hitam yang terbunuh dalam kasus kekerasan karena polisi, rasisme, dan berjuang menuntut keadilan gerakan Black Lives Matter seperti Trayvon Martin, Breonna Taylor, Ahmaud Arbery, Eric Garner, Freddie Gray, William Chapman, Janet Wilson dan masih banyak lagi.

Baca juga:

Tanggapi Tragedi George Floyd, Nike Rilis Video Anti Rasisme ‘Don’t Do It’

Lukisan tersebut semakin bermakna karena disertai dengan sebuah puisi luar biasa yang juga ditulis sendiri oleh Kaphar. Puisi bertajuk I Cannot Sell You This Painting ini menunjukkan bahwa terkadang tulisan adalah senjata yang lebih tajam dari pedang sekalipun.

“Saat aku dengan lesu kembali mengarungi siklus kekerasan lain terhadap warga kulit hitam, aku menggambar seorang ibu berkulit hitam dengan mata terpejam, alis berkerut, memegang kontur kehilangannya,” tulis Kaphar. “Apakah ini artinya bagi kita? Apakah hitam dan kehilangan adalah sebuah warna analog di Amerika?”

Hormati George Floyd, Majalah Time Pasang Karya Titus Kaphar di Cover
Penggalan puisi buatan Titus Kaphar (Foto: TIME)

Dalam puisi tersebut, Kaphar juga tuliskan bahwa jangan minta dirinya untuk tetap berharap. Dia telah menyerah untuk menjelaskan perasaan bahwa ia bahkan tidak bisa merasa aman di negara kelahirannya sendiri.

Bagaimana ia menjelaskan kepada anak-anak bahwa sistem yang dibuat untuk melindungi seseorang ternyata malah menjadi ancamanan.

Juga Bagaimana melindungi mereka ketika anak-anak ini tahu bahwa seumur hidupnya, kita (warga kulit hitam) akan selalu dianggap sebagai sebuah ancaman.

Hormati George Floyd, Majalah Time Pasang Karya Titus Kaphar di Cover
George Floyd kecil dengan ibunya Larcenia Floyd (Foto: Ben Crump Law Firm)

Di akhir tulisannya, Kaphar seolah menunjuk pada sosok ibu Floyd yang mengalami kesedihan luar biasa. Ia ingin agar sosok ibu berkulit hitam bisa didengar dan kisahnya bisa diceritakan. Kehilangan yang dirasakan oleh satu ibu berkulit hitam ini akan selalu dikenang dan kali ini mereka tidak akan tinggal diam. (sam)

Baca juga:

Hormati Kematian George Flyod, PlayStation Tunda Acara Live Streaming

#Majalah TIME #Rasisme
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Polri Diminta Jangan Lindungi Anak Perwira Polisi Pembuat Konten Lomba Rasis, Bisa Dijerat Pakai UU ITE dan KUHP
Tindakan menormalisasi rasisme demi konten dan popularitas sangat berbahaya karena berpotensi merusak harmoni sosial dan memicu konflik horizontal di tengah masyarakat
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Polri Diminta Jangan Lindungi Anak Perwira Polisi Pembuat Konten Lomba Rasis, Bisa Dijerat Pakai UU ITE dan KUHP
Olahraga
Ricky Kambuaya Dapat ‘Serangan’ Rasisme Usai Laga Dewa United Banten FC Vs Persib Bandung, Beri Respons Berkelas
Gelandang Dewa United Banten FC menjadi sasaran serangan rasisme di akun media sosial.
Frengky Aruan - Selasa, 21 April 2026
Ricky Kambuaya Dapat ‘Serangan’ Rasisme Usai Laga Dewa United Banten FC Vs Persib Bandung, Beri Respons Berkelas
Olahraga
Komentar Pedas Sneijder Soal Dugaan Rasisme Prestianni Berujung 5 Ribu Teror Maut dari Netizen Argentina
Kemarahan publik Argentina disinyalir berakar dari sikap Sneijder mendukung langkah tegas otoritas sepak bola Eropa
Angga Yudha Pratama - Jumat, 27 Februari 2026
Komentar Pedas Sneijder Soal Dugaan Rasisme Prestianni Berujung 5 Ribu Teror Maut dari Netizen Argentina
Olahraga
UEFA Bertindak, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Leg 2 Playoff Liga Champions
Gianluca Prestianni absen lawan Real Madrid di leg kedua playoff Liga Champions. Ia terancam dilarang main 10 pertandingan.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
UEFA Bertindak, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Leg 2 Playoff Liga Champions
Olahraga
Ratchaburi FC Kampanyekan Anti Rasisme Usai Leg Kedua 16 Besar Melawan Persib Bandung di GBLA
Laga Persib vs Ratchaburi FC diwarnai sejumlah insiden dan pelanggaran yang dilakukan suporter. Seperti penyalaan suar dan petasan, pelemparan benda, hingga invasi ke lapangan
Frengky Aruan - Kamis, 19 Februari 2026
Ratchaburi FC Kampanyekan Anti Rasisme Usai Leg Kedua 16 Besar Melawan Persib Bandung di GBLA
Olahraga
Prestianni Bantah Ucapkan Kalimat Rasis, Benfica Pasang Badan
Pemain muda Argentina, Gianluca Prestianni, bergerak cepat menangkis tudingan yang menyebut dirinya melontarkan hinaan rasis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Februari 2026
Prestianni Bantah Ucapkan Kalimat Rasis, Benfica Pasang Badan
Olahraga
Gianluca Prestianni Bantah Tuduhan Rasis ke Vinicius, Sebut Cuma Salah Dengar
Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, membantah tuduhan rasis ke Vinicius Junior. Ia mengatakan, bahwa Vinicius salah dengar.
Soffi Amira - Rabu, 18 Februari 2026
Gianluca Prestianni Bantah Tuduhan Rasis ke Vinicius, Sebut Cuma Salah Dengar
Olahraga
Insiden Rasisme Warnai Laga Benfica vs Real Madrid, Vinicius Junior Geram
Vinicius Junior menjadi korban rasisme di laga Benfica vs Real Madrid. Hal itu dilakukan oleh Gianluca Prestianni.
Soffi Amira - Rabu, 18 Februari 2026
Insiden Rasisme Warnai Laga Benfica vs Real Madrid, Vinicius Junior Geram
Indonesia
Transjakarta Pasang Badan Lindungi Korban Rasisme, Manajemen Sediakan Hotline Jika Darurat
Transjakarta sangat menyesalkan adanya kejadian yang dilakukan oleh salah satu pelanggan terhadap pelanggan lain, seperti yang terekam pada video
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
Transjakarta Pasang Badan Lindungi Korban Rasisme, Manajemen Sediakan Hotline Jika Darurat
Olahraga
Persija Kecam Keras Serangan Rasisme terhadap Allano Lima
Allano Lima mendapat ‘serangan’ di kolom komentar akun Instagram-nya.
Frengky Aruan - Selasa, 13 Januari 2026
Persija Kecam Keras Serangan Rasisme terhadap Allano Lima
Bagikan