[HOAKS atau FAKTA]: Warteg Rugi Setelah Didatangi Anies

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 Februari 2022
[HOAKS atau FAKTA]: Warteg Rugi Setelah Didatangi Anies

Tangkapan layar hoaks.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar postingan dari akun Facebook Yusuf Muhammad berupa klaim bahwa sebuah warteg mengalami kerugian setelah dikunjungi oleh Anies Baswedan dengan melampirkan sebuah tangkapan layar dari sebuah artikel dari beritasubang.com yang berjudul “Viral, Pemilik Warteg di Pasar Pramuka Tekor Usai Dikunjungi Gubernur Anies Baswedan”.

Postingan tersebut disukai 1,4 ribu kali, dikomentari 451 kali, dan disebarkan kembali sebanyak 192 kali.

SUMBER: Facebook

https://s.id/HU74K

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Kemenko PMK Cari Sponsor Buat Terbitkan Buku

= = = = =
NARASI:
“Pemilik warteg tekor usai dikunjungi baginda Abas.
Pas di Papua, Jokowi ngasih 1 juta buat satu pedangang. Lha Abas
ngasih 1 juta buat sekampung makan di warteg.
Sebuah warung Tegal (warteg) yang terletak di kawasan Pasar
Pramuka, Matraman, Jakarta Timur mengalami kerugian usai
dikunjungi rombongan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis
14 Oktober 2021 siang.
Pasalnya, puluhan warga sekitar datang di warung tersebut usai
kunjungan Gubernur DKI Jakarta karena dikira ada makan gratis
karena sudah dibayar oleh orang nomor satu di DKI tersebut.
Ramainya warga, membuat seluruh makanan yang ada di warteg milik
Takuri (45) langsung ludes hanya dalam tempo setengah jam setelah
kunjungan Anies Baswedan.
Menurut Takuri, warga banyak yang mengira diberi makan gratis usai
kunjungan Anies Baswedan.
“Usai makan, Pak Anies dan rombongannya memang ngasih duit Rp1
juta. Itu buat bayar makan Pak Anies serta rombongan. Akhirnya pas
dia pulang, dikira warga gratis kan. Akhirnya masuk semua,” kata
Takuri.”

FAKTA

Dari penelusuran Mafindo, berdasarkan artikel dari inews.id, Mukroni selaku Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara) membantah isu warteg yang berlokasi di Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur milik Takuri mengalami kerugian setelah dikunjungi oleh Anies Baswedan pada 14 Oktober 2021 lalu.

Ia menjelaskan bahwa Takuri tidak pernah berkomunikasi dengan wartawan yang mempublikasi berita tersebut dan sumber berita tersebut bukan berasal dari pemilik warteg itu.

Kegiatan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) pada Pangan yang dihadiri oleh Anies berjalan dengan baik serta hidangan yang belum habis dibagikan ke penduduk sekitar warteg tersebut.

“Semua yang berlangsung acara di warteg sudah semuanya diselesaikan dengan baik. Untuk pemesanan nasi boks yang jumlahnya 200 boks, jumlahnya Rp3 juta, maupun hidangan warteg yang habis di etalase yang disiapkan gratis juga sudah dibayar,” kata Mukroni.

KESIMPULAN

Klaim bahwa warteg di Pasar Pramuka mengalami kerugian setelah dikunjungi oleh Anies Baswedan adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang menyesatkan atau misleading content. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Makanan Kaleng Dari Thailand Bawa Virus HIV

##HOAKS/FAKTA #Mafindo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Viral, info BMKG di media sosial menyebut suhu udara di Indonesia bakal tembus 50 derajat celcius pada Desember 2026. Cek kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Beredar unggahan yang menyebut Wapres Gibran meminta adiknya, Kaesang, untuk menjadi ketua BGN. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Kampus Unpad dan Undip disebut setuju dan siap jadi PTN pertama Program Pendidikan Gratis Prabowo. Cek Kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Isi video terdapat cuplikan wawancara Mahfud MD yang membahas isi serta kelemahan RUU Perampasan Aset.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Setelah disimak, tidak benar ada 18 gubernur yang memberontak ingin keluar dari NKRI.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Beredar informasi yang menyebut Kemendikbud akan melarang guru memiliki barang mewah. Cek Kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Beredar isu di media sosial, eks Menkeu Purbaya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Beredar unggahan yang menyebut tarif parkir mobil di Jakarta kini menjadi Rp 60 ribu per jam. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Hasil pencarian hanya memberitakan jika pembangunan IKN hanya sekali dilaporkan berhenti sementara, yakni pada 10 Agustus 2024 lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Bagikan