MERAHPUTIH.COM - AKUN TikTok 'Jabarekspres' mengunggah video memperlihatkan seorang perempuan yang sedang melakukan siaran langsung, lalu tiba-tiba terdengar dan terlihat ledakan di sekitarnya. Peristiwa itu diklaim sebagai seorang perempuan asal Filipina yang terkena serangan rudal di Dubai.
Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:
'Viral di media sosial, seorang wanita asal Filipina yang sedang live streaming di Dubai dikabarkan terkena hantaman rudal di tengah memanasnya situasi perang di Timur Tengah. Video tersebut bikin ngeri dan bikin banyak orang khawatir dengan kondisi kawasan Selat Hormuz dan Arab Saudi, bahkan sampai dikaitkan dengan isu WW3 serta berbagai spekulasi lainnya. Semoga situasi segera mereda dan tidak ada lagi kabar mengerikan seperti ini'.
#TimurTengah #Dubai #SelatHormuz #ArabSaudi #PerangDunia #WW3 #BeritaViral #Iran #Amerika #Trump #BOP
Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 20 juta kali, disukai lebih dari 700 ribu akun, memperoleh sekitar 11 ribu komentar, serta dibagikan ulang sebanyak 136 ribu kali.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA] : Guru ASN Harus Bayar Iuran BPJS 26 Kali Dalam Setahun
FAKTA
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa menggunakan fitur Search Image di TikTok pada cuplikan yang beredar.
Hasil penelusuran mengarah pada video yang diunggah akun TikTok thedisastersdude pada April 2024. Dalam keterangan unggahan tersebut dijelaskan bahwa video itu merupakan rekaman peristiwa ledakan besar di Kota Beirut, Lebanon, pada 2020.
Berdasarkan pemberitaan CNBC Indonesia, ledakan di Beirut tersebut menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai lebih dari 4.000 orang.
Insiden dahsyat yang kekuatannya setara gempa bumi itu terjadi akibat meledaknya amonium nitrat yang disimpan di salah satu gudang Pelabuhan Beirut.
Fakta ini menunjukkan video yang beredar bukanlah peristiwa terbaru dan tidak memiliki keterkaitan dengan kejadian di Dubai saat ini, sehingga klaim yang menyertainya tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.
KESIMPULAN
Hasil penelusuran menunjukkan rekaman tersebut merupakan peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, pada 2020. Dengan demikian, video dengan klaim 'perempuan asal Filipina terserang rudal di Dubai' merupakan konteks yang salah.(knu)
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Pewakilan PBB Tiba di IKN untuk Peresmian Ibu Kota Negara Indonesia