[HOAKS atau FAKTA]: Polisi di Semarang Tilang Pengendara Yang Pakai Sandal
Tangkapan layar info hoaks. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Beredar pesan berantai melalui WhatsApp sebuah informasi yang menyebut adanya penilangan terhadap pengendara motor yang memakai sandal jepit di wilayah Terboyo, Semarang.
FAKTA
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy menegaskan, bahwa polisi tidak menilang pengendara maupun penumpang motor yang bersandal jepit.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates Siapkan Miliaran Dosis Vaksin Cacar Monyet
Meski demikian, polisi tetap mengimbau dan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan alat pelindung kaki dan pendukung lainnya demi keselamatan berkendara.
Kakorlantas Polri Irjen Firman Santhyabudi juga menegaskan tidak ada tilang untuk pengendara roda dua yang menggunakan sandal jepit. Namun petugas akan memberikan himbauan dan edukasi jika menemukan pengendara menggunakan sandal jepit.
KESIMPULAN
Informasi tersebut dipastikan hoaks. Pasalnya, polisi tak pernah mengeluarkan aturan menilang pengendara motor pakai sandal jepit. (Knu)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA] PT KAI Berikan Tunjangan Transportasi Senilai Rp 20 Juta
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa