[HOAKS atau FAKTA]: Makan Daging Bisa Terkena PMK
Penyakit mulut dan kuku pada ternak. (Foto: Antara)
MerahPhtih.com - Beredar informasi berupa unggahan di media sosial Facebook dengan narasi ajakan agar tidak makan daging karena ada penyakit baru yakni penyakit mulut dan kuku (PMK).
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Berkumur Gunakan Bensin Mampu Sembuhkan Sakit Gigi
FAKTA
Penelitian menunjukkan jika kadar pH pada daging berada di bawah 5,9 maka virus PMK akan mati. Namun, bagian paling aman pada hewan terinfeksi PMK adalah daging. Sementara organ seperti sumsum tulang, tulang, kepala, limfoglandula dan jeroan harus dipisahkan saat dihidangkan.
"Kalau masak sampai mendidih ya aman, karena membrane virusnya tipis, jadi mudah mati virusnya. Tapi memang virus ini mudah menular naas ke hewan," ujar Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Mustofa Helmi Effendi.
KESIMPULAN
Kabar bahwa adanya larangan untuk memakan seluruh daging karena adanya penyakit PMK tidaklah benar. Informasi ini masuk dalam kategori informasi sesat. (Asp)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Bendera NKRI Dibentangkan di Konser Scorpions Berkat Jokowi
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa