[HOAKS atau FAKTA]: Barang-Barang Pemberian Pembalap MotoGP Mandalika Dilelang Negara

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 02 April 2022
[HOAKS atau FAKTA]: Barang-Barang Pemberian Pembalap MotoGP Mandalika Dilelang Negara

Tangkapan layar soal hoaks barang-barang pemberian pembalap MotoGP mandalika dilelang negara. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebuah akun Facebook mengunggah foto seorang pria yang berhasil mendapatkan helm milik Aleix Espargaro saat perhelatan MotoGp Mandalika lalu.

Dalam unggahannya terdapat narasi bahwa barang-barang yang didapatkan penonton dari para pembalap disita dan dilelang oleh pemerintah untuk pembangunan Ibu Kota baru IKN.

SUMBER: FACEBOOK

(https://archive.fo/vVbP9)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Rudal Rusia Hancurkan Gedung Pertahanan Ukraina

NARASI:

“Barang² “berharga” dari balapan MotoGP disita & dil3lang utk b4ntu pemb4gun4n 1KN. Kasihan fans motoGP Indonesia ya…”

FAKTA:

Berdasarkan penelusuran Mafindo, dilansir dari akun Twitter @DitjenKN menegaskan bahwa barang-barang yang dilelang bukanlah yang didapatkan oleh para penonton.

“Merch pemberian pembalap yang akan dilelang oleh @kpknl_mataram bukan merch yang diberikan pada penonton yaa.. Merch yang diberikan pada penonton tidak ada ttd pembalapnya, sedangkan yang akan dilelang ada ttd dan sepenuhnya untuk tujuan amal."

Tulis akun Twitter DitjenKN, "Barang-barang yang akan dilelang @DitjenKN adalah merchandise pemberian pembalap ke ITDC, MGPA, dan Kemenkeu untuk tujuan amal, bukan barang-barang dari pembalap yg diberikan ke penonton. Jadi barang yang diterima penonton tetap jd milik masing-masing dan tidak ada kaitan dengan lelang."

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates Tarik Semua Vaksin COVID-19 Dari Peredaran

Sementara itu, penulis menghubungi pria bernama Fian yang berhasil mendapatkan helm milik Aleix Espargaro yang sempat viral saat perhelatan MotoGp Mandalika. Melalui pesan langsung lewat akun Instagram @fian_taz.

Ia menegaskan bahwa helm yang didapatkannya sampai saat ini masih menjadi miliknya.

Selain itu, ia juga telah berkomunikasi dengan pihak KPKNL Mataram dan diklarifikasi bahwa barang-barang yang dilelang ada 10 item dan bukan yang didapatkan oleh penonton.

Barang-barang tersebut berupa sepasang sarung tangan beserta tanda tangan Maverick Vinales, 3 buah kaos official merchandise MotoGp dengan tanda tangan Oliveira, Marc Marquez, dan Pol Espargaro, 2 Buah topi official merchandise MotoGp dengan tanda tangan Marc Marquez, 3 buah kemeja official merchandise MotoGp dengan tanda tangan Oliveira, Marc Marquez, dan Pol Espargaro, dan 1 buah topi milik Maverick Vinales beserta tanda tangannya.

KESIMPULAN:

Bukan barang-barang yang diberikan kepada penonton. Barang-barang yang akan dilelang DitjenKN adalah merchandise pemberian para pembalap ke ITDC, MGPA, dan Kemenkeu untuk tujuan amal dan barang-barang yang didapat oleh penonton tetap jadi milik masing-masing. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: WhatsApp Beri Kouta Gratis 50 GB

##HOAKS/FAKTA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Demi MBG, Ratusan Perusahaan BUMN Ditutup Tahun Ini
Pemerintah dikabarkan akan menutup ratusan perusahaan BUMN di akhir tahun 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Demi MBG, Ratusan Perusahaan BUMN Ditutup Tahun Ini
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Laran Orang Tua Kasih Nama Anak dari Karakter Fiksi dan Film Kartun
Beredar informasi Dukcapil melarang orang tua menamai anak berdasarkan karakter fiksi maupun film kartun. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Laran Orang Tua Kasih Nama Anak dari Karakter Fiksi dan Film Kartun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jogging di Area Tertentu Akan Dipungut Pajak
Pemerintah dikabarkan akan memungut pajak untuk masyarakat yang ingin jogging.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jogging di Area Tertentu Akan Dipungut Pajak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp16 Juta per Bulan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut, gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih mencapai Rp16 juta. Cek kebenaran informasinya.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp16 Juta per Bulan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Beredar informasi peserta Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara dipungut bayaran. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kelontong.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Indonesia
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Bagikan