Hindari Keterbelahan, PKS Harap Pilpres 2024 Diikuti Lebih dari 2 Calon

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 10 Oktober 2022
Hindari Keterbelahan, PKS Harap Pilpres 2024 Diikuti Lebih dari 2 Calon

Ilustrasi - ANTARA/ilustrator/Kliwon

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pilpres 2024 diprediksi bakal sengit mengingat petahana Joko Widodo tak bisa mencalonkan kembali.

Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian mendorong agar capres pada Pemilu 2024 mendatang lebih banyak.

"PKS memandang Pemilu 2024 harus belajar dari pemilu-pemilu sebelumnya, kita berharap lebih dari dua poros paslon capres yang akan muncul nanti," ujar Pipin, Senin (10/10).

Baca Juga:

Demokrat Intens Komunikasi dengan NasDem dan PKS

Pipin meyakini dengan lebih dari dua paslon capres yang dihadirkan akan memberikan banyak pilihan dalam menentukan kandidat presiden.

Ia menyebut banyaknya capres yang muncul ke publik akan menghindari keterbelahan.

"Memberikan semangat kepada rakyat pilihan capres lebih dari dua poros ini, katakanlah ada tiga sampai empat poros juga untuk menghindari keterbelahan masyarakat seperti di Pemilu sebelum," ujar Pipin.

Pipin menyebut, PKS terus mengupayakan agar lebih dari dua poros dalam pemilu nanti, ia menuturkan komunikasi PKS dengan partai-partai lain berjalan baik.

"Jadi PKS sedang berikhitiar bisa tercipta lebih dari dua poros. Saat ini kami intensif berkomunikasi membangun poros perubahan bersama kawan-kawan NasDem dan Demokrat," pungkasnya.

Baca Juga:

Surya Paloh Bicara Peluang PKS dan Demokrat Usung Anies Capres 2024

Seperti diketahui, beberapa nama dikabarkan bakal maju dalam Pilpres 2024 mendatang.

Sebut saja Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Kendati begitu, baru Anies dan Prabowo yang diusung kedua partai. Yaitu NasDem dan Gerindra. (Knu)

Baca Juga:

NasDem Usung Anies Capres 2024, PKS Sebut Nasib Koalisi di Majelis Syuro

#Pilpres #Pilpres 2024 #PKS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Indonesia
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Mahkamah Konstitusi menolak gugatan syarat pendidikan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Lalu, apa alasannya?
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Indonesia
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
PKS mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan penyebaran LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
Bagikan