Hindari Cedera, Perhatikan Posisi Tubuh saat Bersepeda

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Januari 2023
Hindari Cedera, Perhatikan Posisi Tubuh saat Bersepeda

Posisi tubuh saat bersepeda juga harus diperhatikan. (Foto: Side.id/Andhika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH merasa kaki atau badan pegal-pegal bahkan sakit usai bersepeda? Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya yakni karena posisi tubuh yang kurang tepat selama bersepeda, demikian menurut Country Manager Brompton Bicycle Indonesia Kevin Wijaya.

"Kadang, orang bisa pegal segala macem itu lebih karena dia menggunakan sepeda dengan cara yang salah. Jadi bukan karena dia bersepeda, tapi lebih ke arah dia enggak pemanasan atau posisi tubuh yang salah tapi dipaksakan," Jelas Kevin dilansir Antara, Selasa (10/1).

Baca juga:

Brompton Hadirkan Shop-in-Shop Pertama di Indonesia

Hindari Cedera, Perhatikan Posisi Tubuh saat Bersepeda
Pastikan sepeda sesuai dengan postur tubuh. (Foto: Pixabay/Pexels)

Agar tubuh tetap dalam posisi yang baik selama bersepeda, Kevin menyarankan untuk memastikan tinggi sadel sejajar dengan pinggul. Ketika menduduki sadel dan kaki dapat menapak ke permukaan tanah dengan mudah, maka perlu untuk menaikkan sadel. Kemudian ketika proses mengayuh, pastikan lutut tidak terlalu tertekuk.

"Jadi disarankan bahwa ketika sedang didudukin memang agak sedikit jinjit, tapi ketika gowes lututnya tidak terlalu tertekuk," ujarnya. "Berasa kok nanti. Kalau kakinya terlalu menekuk pas lagi gowes, itu pasti gampang pegal," imbuh Kevin.

Baca juga:

Kota di Inggris akan Resepkan Bersepeda agar Warganya Lebih Sehat

Ketahui tips bersepeda sehat dan aman. (Foto: Pixabay/antranias)

Selain memastikan tinggi sadel, menurut Kevin, perlu juga untuk menyesuaikan handlebar sepeda dengan tinggi badan. Jika tubuh tidak terlalu tinggi, maka disarankan untuk menggunakan medium handlebar atau high handlebar.

"Ini agar posisi badannya tidak terlalu ke depan dan tidak membuat kemungkinan untuk cedera karena tertekuk," kata Kevin.

"Tapi kembali lagi pada pilihan. Kalau misalnya (badan) tidak terlalu tinggi tapi suka sporty, karena kan ada proses aerodinamika di mana kalau posisi badan maju ke depan kita merobek angin, sehingga kita bisa lebih laju. Tapi tetap disarankan kalau untuk santai, medium atau high akan lebih baik," pungkasnya. (*)

Baca juga:

Kurangi Mobil, 4 Kota ini Prioritaskan Pejalan Kaki dan Sepeda

#Hobi #Olahraga #Kesehatan #Sepeda #Bersepeda
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Olahraga
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
KSOC mengunjungi NOC Indonesia pada Jumat (9/1). Pertemuan ini memperkuat kerja sama dan pengembangan olahraga di kedua negara.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet, pemerintah memberikan sejumlah bonus yang berkisar Rp 157 juta hingga Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet
Bayu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah berjuang sepanjang SEA Games Thailand 2025.
Dwi Astarini - Minggu, 21 Desember 2025
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet
Bagikan