Hillary Clinton akan Menerbitkan Novel 'State of Terror'
Hillary Clinton dengan buku memoarnya What Happened (Foto: france24.com)
HILLARY Clinton telah menulis novel pertamanya, sebuah kisah thriller menampilkan pemerintah AS yang "tidak tersentuh" di tengah serangkaian serangan teror. State of Terror, novel yang mengikuti perjalanan seorang menteri luar negeri baru, akan dirilis pada 12 Oktober 2021.
Mantan calon presiden, menteri luar negeri dan ibu negara AS itu menulis buku itu bersama dengan dengan penulis novel-novel misteri kriminal Louise Penny. Menurut Penny, karya ini mengeksplorasi dunia "diplomasi tingkat tinggi dan pengkhianatan".
Baca juga:
Dean Koontz Meramalkan Virus Corona di Buku ‘The Eyes of Darkness’?
Tokoh utama novel itu "bergabung dengan pemerintahan saingannya, seorang presiden yang dilantik setelah empat tahun kepemimpinan AS yang menyusut dari panggung diplomasi dunia". Kisah mengalir dalam serangkaian serangan teroris yang mengacaukan tatanan global, dan sang menteri ditugaskan untuk mengumpulkan tim untuk "mengungkap konspirasi mematikan".
Clinton pernah menjabat sebagai menteri luar negeri AS di bawah pemerintahan Obama selama empat tahun dari 2009 hingga 2013. Itu sebelum kalah melawan Donald Trump dalam bursa pemilihan presiden 2016.
Penerbit menjanjikan drama di balik layar "berdasarkan detail yang hanya diketahui oleh orang dalam". Clinton, penulis berbagai karya non-fiksi, menggambarkan menulis dengan Penny sebagai "mimpi yang menjadi kenyataan".
"Sekarang kami menggabungkan pengalaman untuk menjelajahi dunia diplomasi tingkat tinggi yang rumit dan pengkhianatan. Semua tidak seperti yang ditampilkan dalam kesan pertama," ujar Clinton seperti diberitakan bbc.com (24/2).
Penny yang merupakan penulis kisah-kisah kriminal asal Kanada, dikenal dengan novel serial Chief Inspector Armand Gamache. Ia mengatakan, "Pengalaman luar biasa untuk masuk ke dalam Departemen Luar Negeri, di dalam Gedung Putih, di dalam benak menteri luar negeri saat krisis besar meledak."
Baca juga:
Rekomendasi Bacaan saat #DiRumahAja untuk Rayakan Hari Buku Sedunia
Dia menambahkan, "Sebelum mulai, kami membicarakan tentang masa saat dia menjabat sebagai menteri luar negeri. Apa mimpi terburuknya saat itu? State Of Terror adalah jawabannya."
Nyonya Clinton bukanlah orang pertama di keluarganya yang beralih ke fiksi. Suaminya, mantan presiden Bill Clinton, bekerja sama dengan novelis James Patterson untuk The President Is Missing. Ini juga sebuah kisah thriller tentang seorang presiden yang dipaksa keluar jaringan demi keselamatannya sendiri.
State of Terror akan diterbitkan bersama di AS oleh St Martin's Press dan Simon & Schuster dan di Inggris dan seluruh dunia oleh Pan Macmillan.
Buku ini mengikuti serangkaian memoar dari Clinton, yang terbaru What Happened pada 2017, juga diterbitkan di bawah Simon & Schuster. Dalam buku itu, Clinton mencoba menjelaskan mengapa dia gagal menjadi presiden.
Buku tersebut terjual 300.000 eksemplar di AS dalam seminggu. (aru)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses
Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun
Putra Rob Reiner, Nick, Didakwa atas Pembunuhan Orangtuanya
Pembunuhan Rob Reiner, Polisi LA Tangkap Anak sang Sutradara
Sutradara Hollywood Rob Reiner dan Istrinya Ditemukan Tewas di Rumah Mereka di Los Angeles, Diduga Dibunuh
Dua Dekade Persahabatan, RAN Persembahkan Video Musik 'Memori' di Usia ke-19
Go Public, Katy Perry Pamer Kemesraan Bareng Justin Trudeau di Instagram
Epy Kusnandar Meninggal Dunia, Dedikasi 29 Tahun di Dunia Hiburan
Mudy Taylor Meninggal Dunia, Komika Musikal dengan Legasi Besar