Kesehatan Mental

Hilangkan Kebiasaan Mengeluh dengan 4 Cara ini!

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 08 Maret 2022
Hilangkan Kebiasaan Mengeluh dengan 4 Cara ini!

Jangan suka mengeluh, hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan. (Foto: Pexels/Andrew Neel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENGELUH sebenarna wajar dan manusiawi. Tetapi, kalau sudah jadi kebiasaan bisa berdampak buruk bagi kehidupan. Sering mengeluh dapat membuatmu tidak disukai oleh orang banyak, karena mereka capek mendengar keluhan yang enggak berhenti-berhenti.

Dilansir dari laman Tips Pengembangan Diri biasanya orang yang mengeluh memiliki hidup yang kurang bahagia karena pikiranmu jadi selalu negatif. Nah, untuk menghilangkan kebiasaan mengeluh, ada beberapa tips penting yang bisa kamu terapkan. Berikut empat tips menghilangkan kebiasaan mengeluh yang bisa membuat hidupmu jadi lebih bahagia!

Baca Juga:

3 Kesalahan yang Harus Dihindari oleh Pengantin Baru

Bersyukur

keluh
Bersyukur membuat semuanya menjadi jelas dan ringan. (Foto: Pexels/Liza Summer)

Hilangkan kebiasaan mengeluh yang berlebihan, latih rasa syukur. Ada banyak kenikmatan yang Tuhan beri dan enggak kamu sadari. Misalnya saja, nikmat sehat. Baru menyadari pentingnya kesehatan ketika sudah sakit.

Inilah pentingnya rasa syukur. Dengan memperbanyak syukur, kamu jadi lebih aware terhadap kondisi sekitar dan membuatmu melihat ada banyak hal positif dalam hidup ini yang sering kali kamu lupa untuk syukuri.

Dengan bersyukur, kamu jadi bisa menggeser perhatianmu pada hal-hal positif dan itu bisa mengurangi kebiasaan mengeluh.

Hindari overthinking

keluh
Overthinking membuat keruwetan. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Sering kali masalah yang kamu keluhkan jadi terasa sangat rumit akibat overthinking. Misalnya, ketika kamu mengeluh kepada teman mengenai sikap pasangan yang sering bikin jengkel.

Padahal, kalau saja kamu komunikasikan bahwa sikap atau perilakunya itu enggak kamu sukai, bisa jadi dia langsung berhenti melakukannya. Sayangnya, kamu sendiri yang memperumit keadaan. Bukannya berterus terang, malah mengeluh ke sana-sini.

Baca Juga:

Kenali Dampak Buruk 'Mom Shaming'

Lihat ke bawah

keluh
Jangan selalu mendongak, lihatlah ke bawah. (Foto: Pexels/Edgar Serrano)

Terkadang kamu lupa mensyukuri yang kamu punya karena selalu mendongak, selalu melihat kehidupan orang lain yang tampak jauh lebih sempurna darimu.

Padahal, kalau kamu melihat ke bawah, ternyata kondisimu itu jauh lebih beruntung. Itulah sebabnya perlu untuk sesekali melongok kondisi mereka yang kurang beruntung darimu agar mampu bersyukur.

Perfeksionis

keluh
Tidak selamanya hidup itu sempurna. (Foto: Pexels/Anna Shvets)

Menuntut kesempurnaan bisa membuatmu sulit menerima kekurangan. Itu sebabnya, kamu jadi sering banget mengeluh terhadap hal-hal yang di luar kendalimu.

Mulai sekarang, cobalah tak menuntut dirimu terlalu keras. Jangan berharap sempurna, tapi lakukanlah semaksimal yang kamu bisa. Ketika hasilnya tak sesuai dengan harapan, setidaknya kamu bangga sudah memberikan usaha terbaik.

Itulah 4 tips menghilangkan kebiasaan mengeluh yang bisa kamu coba dalam keseharian. Pantang menyerah pun tak jarang membuat masalah yang sedang dialami dapat selesai dengan baik. Kalau kamu mampu menghilangkan kebiasaan tersebut, hidup akan jadi lebih bahagia! (DGS)

Baca Juga:

4 Cara Sederhana Menjalani Gaya Hidup Sehat

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan