Relationship

Hilangkan Foto Mantan dari Medsos, Perlukah?

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 16 Maret 2021
Hilangkan Foto Mantan dari Medsos, Perlukah?

Menghapus foto-foto mantan juga butuh pertimbangan. (foto: unsplash/devin avery)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI era serbadigital, kehidupan di dunia nyata dengan mudah berpindah ke dunia maya. Kehadiran media sosial memnungkinkan hal itu terjadi. Orang berlomba-lomba mengunggah segala hal tentang kehidupan mereka ke media sosial, termasuk dalam hal percintaan.


Waktu lagi sayang-sayangnya, mengunggah foto ke media sosial jadi satu yang biasa bagi pasangan. Bahkan hal itu bisa jadi kebiasaan kamu dan pasangan. Namun, ketika hubungan berakhir, tinggallah kamu yang bingung menentukan, akan diapakan foto-foto mesra di media sosial itu?

BACA JUGA:

Bagi yang Suka Pamer, Ini Indikasi Kepuasan Hubungan dan Postingan Instagram

Foto Mantan Berpotensi Bikin Susah Move On

woman
Melihat-lihat foto mantan di medsos berpotensi bikin kamu terjebak nostalgia. (foto: pixabay/rondellmeling)


Menghapus atau tidak foto mantan di media sosial merupakan hak pribadi kamu. Jika foto mantan bikin kamu baper, enggak ada salahnya menghapus semua foto kalian. Dengan begitu, perasaan kamu akan lebih ringan sehingga gampang move on.

Seperti dilansir Huffington Post, melihat foto mantan di media sosial terbukti bisa menggagalkan usaha kamu untuk move on. Birapun niatnya cuma mengenang, kamu justri bisa terjebak nostalgia loh.

Sebuah penelitian di jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking pada 2015 mengungkapkan bahwa semakin sering kamu membuka foto-foto bersama mantan di media sosial, semakin besar pula keinginan kamu untuk kembali menjalin hubungan dengannya.

Kalau sudah begitu, jangankan cepat move on, kamu bisa jadi selalu baper tiap kali melihat foto mantan. Selain itu, bukan enggak mungkin itu akan membuka luka lama. Pada akhirnya, itu membuat kamu menyesal sudah putus dengan pacar.

Lalu mesti bagaimana?

mobile
Ada hal-hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum menghapus foto mantan. (foto: pixabay/erik_lukatero)

Ada baiknya memang menghapus foto-foto mantan dari media sosial kamu. Namun, sebelum melakukannya, pertimbangan hal-hal berikut ya.


1. Jangan terburu-buru

social media
Tak perlu buru-buru menghapus foto mantan di medsos.(foto: pixabay/firm bee)

Media sosial itu kan milik pribadi. Jadi enggak ada aturan bagaimana kamu harus mengisinya. Enggak pula ada aturan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghapus foto mantan dari medsos.

Artinya, santai saja. Tak perlu buru-buru langsung menghapus semua foto bergitu putus. Mantapkan hatimu, jangan terbawa emosi. Melakukan tindakan tanpa berpikir panjang seringnya berujung pada penyesalan loh.

Jangan sampai kamu malah menyesal telah menghapus semua foto lalu sibuk sendiri mencari-cari foto mantan. Ya, itu sama saja kamu makin susah move on.

2. Tetap jalin pertemanan

Meskipun sudah enggak lagi punya hubungan romantis, bukan berarti kamu dan mantan enggak bisa berteman kan. Boleh saja foto-foto mantan di media sosial kamu hapus, tapi pertemanan haruslah tetap terjalin.

Selain itu, menghapus foto kamu berdua di masa lalu bisa membantu menjaga perasaan dan privasi masing-masing lo.

3. Hargai pacar baru


Seperti dilansir Hellosehat, Katie M Waber, seorang peneliti dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking pada 2014, mengungkapkan bahwa seluruh konten di media sosial, entah itu foto, komentar, atau video, dapat membuat kamu semakin sulit menghapus bayangan mantan dalam hidup kamu.

Sudah pasti itu bisa membahayakan hubungan kamu bersama pacar baru. Bisa saja foto mantan di media sosial menimbulkan kesan kamu belum move on dari mantan.

Jadi menghapus foto mantan bisa menjadi salah satu cara kamu menghargai pacar baru kamu. Yang sudah berlalu, biar berlalu deh. Saatnya kamu memulai lembaran baru.(dwi)

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Fun
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Konten Maudy Ayunda tentang mindfulness dan berita buruk menuai perdebatan. Lantas, apa sebenarnya arti mindfulness dan bagaimana menerapkannya?
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Bagikan