Hewan Peliharaan Naik Kelas Jadi Terapi Alami Bagi Pemiliknya

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 22 Juli 2022
Hewan Peliharaan Naik Kelas Jadi Terapi Alami Bagi Pemiliknya

Anjing dengan ras Golden Retriever mampu meningkatkan anak dengan ausitme berinteraksi. (Foto: Unsplash/Enis Yavuz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

COBA kamu tatap hewan peliharaanmu ketika mereka sedang tertidur lelap. Betapa imut dan lucunya mereka, rasa sayang kita pun tidak bisa diukur dengan apapun. Baik anjing, kucing, atau kelinci, mereka bukan lagi sekadar hewan peliharaan, tetapi juga menjadi terapi tersendiri bagi pemiliknya.

Seharian bekerja, badan terasa letih, dan sampai di rumah hanya ingin istirahat. Mungkin ketika kamu sampai di rumah, sudah bukan anggota keluargamu lagi yang dicari, melainkan hewan peliharaan yang ternyata sudah menunggu kita di depan pintu. Rasanya ingin menggendong dan membiarkan mereka menjilat wajah kusut setelah seharian bekerja.

Hubungan kuat antara pengasuh merujuk pada pemilik dan anak asuh menaut hewan peliharaan terjalin begitu erat sehingga muncul istilah Pawrent. Merujuk data Mitel bertajuk America’s Pet Owners’ di 2013, sebanyak 91 persen responden pemilik hewan peliharaan di Amerika Serikat menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga.

Baca juga:

Apa Manfaat Terapi Hewan Peliharaan Bagi Pasien?

Hewan Peliharaan Naik Kelas Jadi Terapi Bagi Manusia
Ajak mereka untuk mengenali lingkungan sekitar. (Foto: Unsplash/Jamie Street)

Menurut Psikolog Akshay Bansal, keputusan seseorang menjadi pawrent merupakan komitmen kuat mereka menjaga hubungan harmonis dengan hewan peliharaan. Mereka sudah menganggapnya sebagai 'anak asuh', mengerti kebiasaan sakitnya, tahu apa yang membuat mereka sedih, lalu tindakan apa paling tepat diambil.

Bahkan seorang pawrent, memiliki hubungan erat dengan anjing, kucing, dan lainnya memberi energi positif bagi pemiliknya sehingga menjadi jauh lebih sehat.

"Pemilik hewan peliharaan menunjukkan kondisi tekanan darah lebih baik, mekanisme mengatasi stres baik dan mengurangi perasaan kecemasan," kata Akshay Bansal dikutip dari Psychologs. Tak hanya itu, hewan peliharaan juga jadi salah satu alternatif terapi penyembuhan bagi beberapa penyakit.

Mengutip laman Alodokter, memelihara hewan bisa mendatangkan banyak manfaat, baik dari sisi psikologis maupun kesehatan. Efek positif ini dapat dirasakan siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak, serta mereka yang memiliki penyakit tertentu.

Manfaat yang pertama dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Penelitian terbaru pun mengungkapkan bahwa balita yang dibesarkan di dalam rumah dengan hewan peliharaan, berisiko lebih rendah mengalami alergi, asma, dan eksim.

Baca juga:

Jangan Tinggalkan Hewan Peliharaan Saat Grooming

Hewan Peliharaan Naik Kelas Jadi Terapi Bagi Manusia
Hewan peliharaan dapat meredakan stres. (Foto: Unsplash/Jonas Vincent)

Bermain bersama hewan peliharaan juga tentu dapat meredakan stres. Hal ini disebabkan adanya peningkatan hormon dopamin dan serotonin di otak saat kamu merasa bahagia. Dengan demikian, stres yang dialami pun akan mereda. Hewan peliharaan bahkan bisa mengerti di saat kita merasa sedih. Mereka akan terus menemani, bahkan membersihkan air mata kita dengan cara menjilat.

Hewan peliharaan diketahui dapat menunjukkan empati dan kasih sayang terhadap orang di sekitarnya, khususnya orang yang memeliharanya. Bahkan menurut laman Vet Help Direct, anjing dengan ras Golden Retriever dan Labrador dapat mendukung anak dengan autisme untuk berinteraksi lebih baik.

Terapi hewan peliharaan juga disebut sebagai Animal-Assisted Activities (AAT) atau terapi bantuan hewan. AAT dibangun di atas ikatan kuat manusia-hewan peliharaan atau konsep pawrent nan sudah ada sebelumnya.

Manfaat dari program terapi hewan peliharaan dapat mencakup, meningkatkan keterampilan motorik dan gerakan sendi, menaikan kepercayaan diri, melatih komunikasi verbal, mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan keinginan untuk bergabung dalam kegiatan, memperkuat interaksi dengan orang lain, serta memotivasi kemauan untuk berolahraga. (and)

Baca juga:

Pembunuhan Anjing Liar di Mandalika Keji dan Ugal-ugalan

#Hewan #Hewan Peliharaan #Juli Warga +62 Naik Kelas
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Indonesia
Perburuan Rusa di Taman Nasional Komodo Berujung Baku Tembak, 3 Pemburu Liar Ditangkap
Tim gabungan Kemenhut dan Polisi sempat terlibat baku tembak saat menghadang kelompok pemburu liar di Taman Nasional Komodo.
Soffi Amira - Rabu, 17 Desember 2025
Perburuan Rusa di Taman Nasional Komodo Berujung Baku Tembak, 3 Pemburu Liar Ditangkap
Indonesia
Bantah Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang, Pramono: Ada Petugas yang Bertanggung Jawab
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah soal pakan harimau Ragunan dibawa pulang. Ia mengatakan, ada petugas khusus yang bertanggung jawab.
Soffi Amira - Kamis, 20 November 2025
Bantah Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang, Pramono: Ada Petugas yang Bertanggung Jawab
Indonesia
Gratis Sewa 6 Bulan di Tempat Baru, Pramono Tegaskan Sudah Bersikap Humanis ke Eks Pedagang Barito
Gubernur juga menjanjikan sewa gratis dan layanan klinik hewan untuk para pedagang yang bersedia direlokasi ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Oktober 2025
Gratis Sewa 6 Bulan di Tempat Baru, Pramono Tegaskan Sudah Bersikap Humanis ke Eks Pedagang Barito
Indonesia
Rahasia Satwa Antistres Saat Taman Margasatwa Ragunan Buka Malam Hari
Pengunjung diwajibkan menggunakan mobil kereta berkapasitas lima orang per perjalanan dengan tarif tertentu untuk berkeliling
Angga Yudha Pratama - Selasa, 14 Oktober 2025
Rahasia Satwa Antistres Saat Taman Margasatwa Ragunan Buka Malam Hari
Indonesia
Macan Tutul Kabur Dari Lembang Park and Zoo ke Gunung Tangkuban Parahu Bahayakan Nyawa Warga
Kawasan Gunung Tangkuban Parahu sudah cukup banyak penduduk dan menjadi destinasi wisata unggulan Jawa Barat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 September 2025
Macan Tutul Kabur Dari Lembang Park and Zoo ke Gunung Tangkuban Parahu Bahayakan Nyawa Warga
Indonesia
Indonesia Kejar Status Zona Bebas PMK tanpa Vaksinasi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia
Pemerintah berharap pengakuan dari WOAH dapat diraih pada 2025
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Agustus 2025
Indonesia Kejar Status Zona Bebas PMK tanpa Vaksinasi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia
Dunia
Minta Hewan Peliharaan Dijadikan Pakan Predator, Kebun Binatang di Denmark Autokena Kecam
Meski pihak kebun binatang menyebut hewan yang akan dijadikan pakan terlebih dahulu dieutanasia.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Agustus 2025
Minta Hewan Peliharaan Dijadikan Pakan Predator, Kebun Binatang di Denmark Autokena Kecam
Dunia
Kebun Binatang di Denmark Minta Hewan Peliharaan yang tak Diinginkan Dijadikan Pakan Predator
Kebun Binatang Aalborg meminta sumbangan ayam, kelinci, dan marmut hidup, yang menurut mereka akan ‘dieutanasia secara lembut’ oleh staf yang terlatih.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Agustus 2025
Kebun Binatang di Denmark Minta Hewan Peliharaan yang tak Diinginkan Dijadikan Pakan Predator
Indonesia
Jangan Biarkan Hewan Peliharaan Tanpa Sistem Imun, Sudah Ada Pakan Premium Jadi Pilihan
Keberadaan hewan peliharaan bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan bagian dari keseimbangan emosional pemiliknya.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 26 Juli 2025
Jangan Biarkan Hewan Peliharaan Tanpa Sistem Imun, Sudah Ada Pakan Premium Jadi Pilihan
Berita Foto
Anggota DPRD Provinsi DKI Dorong Taman di Jakarta Ramah Hewan
Warga membawa hewan peliharaan di Taman Sambas Asri, Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 24 Juni 2025
Anggota DPRD Provinsi DKI Dorong Taman di Jakarta Ramah Hewan
Bagikan