Hendak Ledakkan ATM, Warga Domisili Singapura Diamankan Polisi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 28 Agustus 2017
Hendak Ledakkan ATM, Warga Domisili Singapura Diamankan Polisi

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela (kemeja putih) dan tersangka Widodo Saputro saat berada di Mapolrestabes Surabaya. (MP/Budi Lentera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebelum menuntaskan rencananya untuk meledakkan beberapa ATM di Surabaya, seorang lelaki yang tinggal di Singapura ini akhirnya berhasil dibekuk Polrestabes Surabaya.

Lelaki yang bernama Widodo Saputro ini pun digelandang ke Mapolrestabes untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Jadi, dia belajar membuat daya ledak tanpa menimbulkan api itu waktu di Singapura. Namun, akan dipraktikkan di Surabaya untuk mendapatkan uang banyak dari ATM," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela, Surabaya (28/8).

Sejauh ini, kata Leonard, hasil penyidikan diketahui motifnya masih percobaan pencurian uang, belum mengarah ke motif teroris.

Tertangkapnya Widodo sendiri bermula dari kecurigaan polisi yang melihat mobil Widodo berhenti di Jalan Darmo Harapan, Surabaya karena mogok. Kecurigaan polisi makin menjadi ketika melihat Widodo yang begitu panik.

Saat dilakukan pengecekan, ternyata di dalam mobil ada bahan-bahan yang digunakan untuk membuat ledakan, seperti kabel, Zippo premium sebagai pemantik api, selang regulator, dan oksigen.

"Saat kita interogasi, ngakunya untuk membuat ledakan di ATM, dan berharap boks uang itu akan lepas," kata dia.

Modusnya, kata AKBP Leonard, Widodo akan membuat ledakan di ATM di Surabaya. Sebab, selama di Singapura, Widodo beramsusi bahwa ATM di Surabaya tidak ada penjaganya lantaran kota besar yang sepi.

Sementara, Widodo sendiri mengaku sengaja ingin meledakkan ATM lantaran mempunyai utang 1 milliar rupiah di Singapura.

"Saya kerja main saham dan valas di Singapura. Dan utang saya banyak," kata Widodo.

Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Tembak Mati Dua Rampok, Anggota Pasukan Katak Dapat Penghargan Polisi

#Bom #Teror Bom #Polrestabes Surabaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ledakan Kantor Polisi Dekat Lokasi Demo, 14 Tewas Puluhan Luka-Luka
Ledakan di luar kantor polisi menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya. Pelaku meledakkan bom saat sedang terjadi unjuk rasa dekat kantor polisi.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Ledakan Kantor Polisi Dekat Lokasi Demo, 14 Tewas Puluhan Luka-Luka
Indonesia
Kemenag Evaluasi Keamanan Madrasah setelah Ledakan di MAN 3 Padang, Publik Diminta tak Berspekulasi
Berbagai spekulasi yang muncul di ruang publik justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Kemenag Evaluasi Keamanan Madrasah setelah Ledakan di MAN 3 Padang, Publik Diminta tak Berspekulasi
Indonesia
Terkuak Motif Teror Bom SDN 15 Jagakarsa, Tersangka Tersinggung Sama Sekolah
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, mengaku kesal kepada sekolah soal seragam anaknya.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Terkuak Motif Teror Bom SDN 15 Jagakarsa, Tersangka Tersinggung Sama Sekolah
Indonesia
Pelajar MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom di Sekolahnya Diduga Korban Bullying hingga Kerap Menyendiri
R mengalami masalah psikologis karena perundungan, ia merupakan korban tindakan teman-temannya.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pelajar MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom di Sekolahnya Diduga Korban Bullying hingga Kerap Menyendiri
Indonesia
Terungkap, Tersangka Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Sebelumnya Sering Didatangi Penagih Pinjol
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, diketahui terlilit utang pinjol, koperasi, hingga rentenir.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
 Terungkap, Tersangka Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Sebelumnya Sering Didatangi Penagih Pinjol
Indonesia
Densus 88 Temukan Anak Panah dan Pisau dari Siswa MAN 3 Padang, Diduga Gabung Group Daring Radikal
R yang merupakan pelajar di sana diduga sebagai pemilik barang-barang tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Densus 88 Temukan Anak Panah dan Pisau dari Siswa MAN 3 Padang, Diduga Gabung Group Daring Radikal
Indonesia
Teror Bom SDN Jagakarsa Bukan Keisengan Pertama MY, Pernah Kirim Pesan Serupa ke Pak RT
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, ternyata pernah iseng kirim pesan ancaman serupa ke ketua RT. Kini ia dijerat Pasal 601 KUHP dengan ancaman hukuman hingga seumur hidup.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Teror Bom SDN Jagakarsa Bukan Keisengan Pertama MY, Pernah Kirim Pesan Serupa ke Pak RT
Indonesia
Didampingi Orangtuanya, Pelajar 17 Tahun Perakit Bom MAN 3 Diperiksa di Polres Padang
Polresta Padang memeriksa pelajar 17 tahun terduga perakit bom rakitan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orangtua
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Didampingi Orangtuanya, Pelajar 17 Tahun Perakit Bom MAN 3 Diperiksa di Polres Padang
Indonesia
Pelajar Pelaku Pengeboman di MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom dari Internet, Diduga Terinspirasi Insiden SMAN 72 Jakarta
Perangkat diduga dirakit secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orangtuanya.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Pelajar Pelaku Pengeboman di MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom dari Internet, Diduga Terinspirasi Insiden SMAN 72 Jakarta
Indonesia
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Densus 88 menyatakan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Penanganan kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Bagikan