MerahPutih.com - Evakuasi pencarian delapan penumpang speed boat, termasuk lima jurnalis foto, yang hilang kontak di sekitar Perairan Selat Sunda memasuki babak paling krusial.
Memasuki hari ketiga operasi Search and Rescue (SAR), Kamis (10/9), upaya penyisiran tak lagi hanya mengandalkan jalur laut.
Helikopter Dauphin AS365 N3+ Basarnas dengan nomor registrasi HR-3604 telah diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Atang Sendjaja ikut diterjunkan membedah titik-titik buta di sekitar kawasan rawan Gunung Anak Krakatau, Banten.
Baca juga:
5 Jurnalis Masih Hilang Kontak di Selat Sunda, Polri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian
Helikopter itu membawa tujuh orang crew on board, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Area Pencarian Diperluas, Adu Cepat Lawan Arus Laut
Pola penyisiran pada hari ketiga ini mengalami pergeseran taktis yang cukup signifikan. Jika pada operasi sebelumnya tim memfokuskan pemantauan di sisi selatan gunung api hingga radius 15–20 mil laut, kini arah radar berbelok tajam ke wilayah utara Gunung Anak Krakatau.
Kepada media dikutip Kamis (10/9), Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad memaparkan evaluasi pergerakan ombak dan hembusan angin menjadi alasan utama di balik perubahan strategi penyisiran ini.
Kita akan memperluas ke sisi utara, sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti apa,
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, di lokasi kejadian.
Tantangan alam di Selat Sunda memang dikenal sangat dinamis dan kerap berubah menjadi ancaman mematikan. Tim SAR harus pandai memanfaatkan jendela waktu golden hours pada pagi hari.
Ketika matahari mulai meninggi menuju sore, kecepatan angin di perairan tersebut bakal meningkat drastis dan berpotensi memicu gelombang tinggi yang membahayakan armada pencari.
“Dari jam 7.00 kita sudah mulai jalan. Karena pada pagi hari, kita lihat bersama, kondisi masih landai. Makin siang makin sore, saat itu, sudah mulai kencang anginnya,” imbuh Al Amrad menjelaskan kondisi cuaca di lapangan.
Baca juga:
Area Pencarian yang Sudah Disisir Rabu Kemarin
Pada hari kedua pencarian Rabu (9/9) kemarin, tujuh search and rescue unit (SRU) dikerahkan dan dibagi ke dalam lima sektor.
Sedikitnya sembilan alat utama sistem pertolongan (alut) digunakan untuk melakukan penyisiran. Pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Sejumlah armada juga bergerak menuju kawasan Pulau Sebesi, Pulau Lagundi, Pulau Sebuku hingga Teluk Semangka. Meski begitu, proses pencarian kapal yang membawa delapan orang itu masih belum berbuah hasil. (*)