MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menerima Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Kota Bekasi di kediamannya, Villa Taman Kartini, Bekasi, Selasa (2/7), jelang pelaksanaan Pilkada 2024.
Kehadiran petugas dalam rangka verifikasi faktual data pemilih ini kerap disebut Coklit atau pencocokan dan penelitian dalam pelaksanaan Pemilu.
Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat hadir bersama anggota KPUD Kota Bekasi Afif Fauzi, petugas Pantarlih M. Parouk Ridwan serta Ketua RW Guntur Kiama Putra, dan Ketua RT Alfian dipersilahkan Hasto dan istri untuk memasuki rumahnya.
Ahmad Nur Hidayat menjelaskan maksud kedatangan rombongan tersebut ke kediaman Hasto.
"Kami bersama Pantarlih dan KPU akan melakukan coklit, pak. Tujuannya untuk memastikan kesesuaian data pemilih yang DP4 dari Kementerian Dalam Negeri dengan fakta empiris di lapangan. Kalau sesuai kami akan mencatatnya juga sesuai pak. Tujuan utamanya kami melindungi hak pilih," ujar Ahmad.
Baca juga:
Diusung atau Tidaknya Bambang Pacul Tergantung Megawati, Hasto Tanggapi Santai Elektabilitas Kaesang
Membuka perbincangan, Hasto menceritakan Ketua RW-nya yang bernama Guntur yang menginformasikan akan ada pencocokan untuk data pemilih.
"Ya, sudah, monggo kapan? Kebetulan saat ini saya baru lembur-lembur. Maka mohon maaf pagi-pagi, karena Kamis tanggal 4 Juli nanti saya akan ujian seminar hasil doktoral saya yang kedua. Pengujinya sangat kritis soalnya. Maka saya review terus," ucapnya sambil tertawa.
Lalu dia mengatakan bahwa kegiatan coklit ini merupakan hal baik juga mendapat perhatian dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Jadi ini satu hal yang baik. Dari Ibu Mega kan selalu mengirimkan pesan kepada kami seluruh kader PDIP untuk mendukung seluruh tahapan Pemilu, khususnya yang berkaitan dengan data pemilih. Karena apa pun hak konstitusional warga untuk memilih itu dijamin Konstitusi," ungkapnya.
Baca juga:
PDIP Jalin Komunikasi Politik dengan PKB dan Gerindra untuk Pilkada Jatim
Politisi asal Yogyakarta itu sempat mengulas soal kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terjadi pada Pemilu 2009.
"Saya inisiator hak angket ketika menjadi anggota DPR, terkait dengan persiapan DPT. Karena ini bukan masalah teknis, DPT bukan masalah teknis tapi ini ideologis. Tiap warga negara punya hak pilihnya itu harus dijamin oleh konstitusi. Agar bisa menggunakan haknya dalam memilih. Maka kami berjuang habis habisan," jelas Hasto.
Dialog terkait pencocokan dan penelitian itu dilakukan sekitar 30 menit. Setelah Pantarlih memberikan tanda bukti terdaftar pemilih kepada Hasto. Selanjutnya, petugas menempelkan stiker di depan rumah Hasto.
Sambil tersenyum, Hasto mengajak Pantarlih untuk bersalaman. Selanjutnya Hasto dan seluruh keluarga didampingi Ketua RW dan Ketua RT setempat mempersilahkan semua yang hadir untuk sarapan pagi dengan menu soto ayam dan diakhiri dengan foto bersama.
Usai pertemuan, kepada pers yang hadir, Hasto mengatakan coklit ini sangat diperlukan guna mewujudkan pemilu yang demokratis.
Baca juga:
PDIP Siapkan 3 Menteri Jokowi Maju Pilkada Jatim, Ada Nama Bu Risma
"Dengan pendataan pemilih secara langsung merupakan jalan untuk melindungi hak konstitusional warga negara yang memenuhi syarat merupakan hal yang sangat baik. Kami beri dukungan sepenuhnya mengapresiasi seluruh kerja KPU dan Bawaslu," tutup Hasto. (Pon)

