Hasto Kristiyanto: Lulusan Teknik Kimia yang Jadi 'Tukang Ketik' PDIP dan Kini Jadi Tersangka

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 24 Desember 2024
Hasto Kristiyanto: Lulusan Teknik Kimia yang Jadi 'Tukang Ketik' PDIP dan Kini Jadi Tersangka

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto bersama Megawati Soekarnoputri(MP/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI.

Dalam surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang dilihat MerahPutih.com, Rabu (25/12), Hasto disebut bersama Harun Masiku dan Agustiani Tio Fridelina menyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Hasto lahir di Yogyakarta, pada 7 Juli 1966. Ia tertarik dengan politik sejak duduk di bangku SMA. Semasa sekolah di SMA Kolase de Britto, ia sudah aktif di berbagai organisasi.

Pada 1985, Hasto melanjutkan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Di kampus tersebut, ia menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Kimia.

Baca juga:

Soal Hasto Tersangka, PDIP Sebut belum Ada Informasi Akurat

Setelah lulus kuliah, Hasto memulai karier di BUMN PT Rekayasa Industri sampai tahun 2022. Berbagai posisi ia tempati mulai dari UOA Precommissioning/Commissioning Enginer hingga Bussiness Manager of CPO Industri.

Hasto mulai terjun ke dunia politik pada 1999 dengan menjadi 'tukang ketik' dalam rapat-rapat yang digelar para senior PDIP. Setelah mendapat gelar master dari Universitas Prasertya Mulya pada 2022, ia memutuskan total berkarier di PDIP.

Pada Pileg 2024, ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Dapil Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek, Jawa Timur.

Hasto ditugaskan di komisi VI yang bermitra dengan Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, KPPU dan BKPM.

Pada Kongres PDIP tahun 2010, Hasto ditunjuk oleh Megawati Soekarnoputri menjadi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Kesekretariatan.

Pada 2014, ia diplot menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PDIP, menggantikan Tjahjo Kumolo yang diangkat jadi Menteri Dalam Negeri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kemudian pada Kongres IV PDIP tahun 2015, Hasto dikukuhkan menjadi Sekjen PDIP masa bakti 2015-2020.

Baca juga:

KPK Tetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tersangka

Selama Hasto menjadi sekjen, PDIP berhasil memenangkan Pemilu 2014 dan Pemilu 2019, serta berhasil mengantarkan Jokowi menjadi presiden RI dua periode.

Pada Kongres V PDIP tahun 2020, Hasto kembali diangkat menjadi orang nomor dua di partai. Ini menjadi pertama kalinya Sekjen PDIP dijabat oleh orang yang sama selama dua periode.

Tak hanya di PDIP, ia juga menjabat posisi strategis di Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019.

Saat itu, ia menjadi Sekretaris TKN. Hasto bertugas mengatur seluruh administrasi dan manajemen TKN serta membentuk strategi-strategi kemenangan. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf berhasil menumbangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. (Pon)

#Hasto Kristiyanto #PDIP #DPP PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Bagikan