Hasto Doakan Jokowi dari Atas Gunung Selama 9 Tahun Berturut-turut

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 27 Juni 2025
Hasto Doakan Jokowi dari Atas Gunung Selama 9 Tahun Berturut-turut

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Foto: MerahPutih.com/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengaku, jika dirinya rutin mendaki gunung setiap malam Tahun Baru selama sembilan tahun berturut-turut.

Ia melakukan kegiatan itu sembari mendoakan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, serta bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Hasto saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan kasus dugaan suap PAW anggota DPR 2019-2024 dan perintangan penyidikan.

“Sehingga setiap malam tahun baru, selama 9 tahun berturut-turut saya ini selalu naik gunung, mendoakan Bu Mega, mendoakan Pak Jokowi, mendoakan bangsa dan negara agar Indonesia ini baik,” ungkapnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (26/6).

Baca juga:

Hasto Akui Sempat Diminta Mundur dari Sekjen PDIP hingga Tidak Pecat Jokowi

Menurutnya, tradisi itu dibangun setelah PDIP masuk dalam pemerintahan. Ia mengaku, merasakan tekanan yang kuat, sehingga kegiatan spiritual seperti mendaki gunung dan melarung menjadi bagian dari upaya menenangkan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Tapi kalau larung memang itu menjadi bagian dari kultur yang kami bangun. Terutama setelah kami berada di dalam pemerintahan karena tekanannya kuat sekali,” katanya.

Hasto menjelaskan, dalam tradisi Jawa, praktik seperti melarung di Gunung Merapi atau berendam di Parangkusumo dianggap sebagai hal yang biasa.

“Nah di luar itu satu pertanyaan dari JPU tadi, ada juga yang melarung dalam konteks motif-motif khusus, mau jadi bupati, kemudian berdoa, ada yang berendam dan sebagainya. Kalau kami melukat memang biasa dilakukan,” ujarnya.

Baca juga:

Soal Talangi Suap PAW Harun Masiku, Hasto: Tidak Benar

Politikus asal Yogyakarta itu juga menjelaskan perannya selama menjabat sebagai Sekjen PDIP dalam tiga kali penyelenggaraan Pileg dan Pilpres.

Pernyataan itu disampaikan Hasto menjawab pertanyaan dari kuasa hukumnya, Alvon Kurnia Palma, yang menyoroti kiprah Hasto sebagai tim sukses dalam gelaran Pilpres.

“Itu kan memenangkan tiga kali pemilu dan dua kali presiden ya? Kemudian di situ juga pernah menjadi tim sukses itu sebagai apa ketika itu saudara terdakwa?” tanya Alvon.

“Pada 2014, ketika calon presiden adalah Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla, saya saat itu ditugaskan sebagai sekretaris sebenarnya. Cuma karena ketua tim pemenangannya sudah Mas Cahyo (Eks Sekjen PDIP Cahyo Kumolo) maka kemudian kami dorong Pak Andi Widjajanto dan saya kalau tidak salah menjadi juru bicara di situ, meskipun juru bicara plus-plus karena faktanya merangkap banyak pekerjaan,” jawab Hasto.

Baca juga:

Hasto Mengaku Tulis 'Ok Sip' Cuma Balas WA Tanpa Paham Maksud Saeful Bahri

Pada Pemilu 2019, Hasto mengaku memiliki peran ganda, yakni sebagai Sekjen PDIP sekaligus Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) yang mengurus koalisi partai pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Baru pada 2019, saya merangkap itu di dalam pemilu yang paling kompleks sedunia, karena pertama kali serentak. Itu saya menjadi sekjen partai tetap dan sekaligus menjadi sekretaris tim pemenangan yang me-manage 10 partai politik, hampir 10 partai politik,” bebernya.

Hasto mengaku, tugas itu tidak mudah karena harus berkoordinasi dengan banyak partai di tengah kompetisi yang ketat.

“Sehingga bukan koordinasi yang mudah, sementara pada saat bersamaan saya punya tanggung jawab untuk di partai,” tutupnya. (Pon)

#Hasto Kristiyanto #Jokowi #PDIP #Kasus Suap
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Bagikan