Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hasto Bantah Megawati Marahi Jokowi

Fadhli Fadhli - Minggu, 06 Desember 2015
Hasto Bantah Megawati Marahi Jokowi

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (tengah), Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (kiri) dan Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto (kanan). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
MerahPutih Politik - Cerita menarik dari Kasus 'Papa Minta Saham' yang melibatkan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto dan Muhammad Riza Chalid dalam negosiasi kontrak perpanjangan PT Freeport. Terdapat cerita dari Riza yang mengatakan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, memarahi presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
Dalam rekaman para mekelar Freeport yang diperdengarkan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Riza bercerita tentang kemarahan Megawati memarahi mantan Walikota Solo itu karena dirinya tidak menghendaki Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolirisan Republik Indonesia (Kapolri).
 
Namun hal itu dibantah secara mentah oleh Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto. Kata Hasto, pembicaraan yang terjadi dalam rekaman tersebut belum tentu dibenarkan.
 
"Sepengetahuan saya ibu mega tidak seperti itu, dia menjalankan prinsip sebabagai sosok negarawan lalu mengedepankan kepantingan bangsa dan negara," uangkap Hasto Hasto saat ditemui merahputih.com di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (6/12).
 
Hasto berpendapat bahwa rekaman tersebut harus dibuktikan keasliannya. Ia juga berharap Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dibawah pimpinan Surahman Hidayat itu dapat dipertanggungjawabkan.
 
"sekali lagi kita percayakan kepada MKD jangan biarkan bangsa ini terpecah belah," harapnya.
 
Dalam rekaman yang diputar di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Rabu (2/12/2015) kemaren, MR yang disebut sebagai Muhammad Riza Chalid sempat menyinggung soal Megawati yang memarahi Presiden Jokowi karena menolak melantik Komjen Budi Gunawan yang saat itu sudah disetujui DPR untuk menjadi Kapolri.
 
"Di Solo ada...ada Surya Paloh, ada si Pak Wiranto pokoknya koalisi mereka. Dimaki-maki Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo. Dia tolak BG. Gila itu, saraf itu," kata Riza seperti yang terdengar dalam rekaman yang diputarkan di MKD. (DIT)
 
BACA JUGA:
  1. Turun Gunung, Rieke-PDIP Ajak Warga Depok Pilih Pemimpin Cerdas
  2. KPU: Semua Sudah Aman, Pilkada Tinggal Jalan
  3. Mendagri: Anggaran Pilkada Serentak belum Efisien
  4. Hasto Kristiyanto Minta MKD Objektif
  5. Main Politik Uang? Siap-Siap Ditangkap!
#Presiden Jokowi #Megawati Soekarnoputri #Hasto Kristiyanto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Bagikan