MerahPutih.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan, agar ilmu pengetahuan dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak.
Pesan tersebut disampaikan dalam amanat upacara Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Halaman Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5).
“Pendidikan nasional harus kita bangun sebagai satu ekosistem yang utuh dan berkelanjutan, dari rumah, sekolah, hingga perguruan tinggi, dari pembelajaran, menuju riset, dari pengetahuan, menuju inovasi,” kata Mendiktisaintek Brian.
Menurutnya, dunia saat ini berubah sangat cepat seiring pesatnya perkembangan teknologi. Oleh karena itu, sistem pendidikan tidak bisa lagi berjalan secara konvensional dan harus terus bertransformasi.
Baca juga:
Prabowo Target Tiap Kelas Punya Smartboard, Digitalisasi Sekolah Digenjot
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini bertujuan agar peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu memahami, menalar, merasakan, serta mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Transformasi pendidikan juga diperkuat melalui berbagai program strategis, termasuk pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran.
Salah satu implementasinya adalah pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Presiden.
“Fondasi ini diperkuat melalui Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan serta Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Presiden, termasuk pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di satuan pendidikan,” imbuh Brian.
Baca juga:
Prabowo Janji Investasi Besar di Bidang Pendidikan, Bikin Studio Interaktif di Jakarta
Selain infrastruktur, pemerintah juga berfokus pada penguatan peran tenaga pendidik. Hal ini dilakukan melalui berbagai program seperti Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pelatihan pembelajaran mendalam, serta pengembangan keterampilan di bidang koding dan kecerdasan artifisial.
Upaya tersebut juga diiringi dengan peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi dan pemberian insentif.
Lebih lanjut, penguatan ini berlanjut hingga ke perguruan tinggi, di mana dosen dan peneliti berperan penting dalam membangun ekosistem akademik yang kuat dan berkelanjutan.
“Fondasi yang kuat harus dilanjutkan menjadi kekuatan yang menjawab tantangan masa depan. Di sinilah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berperan sebagai akselerator kemajuan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun pendidikan yang inklusif, relevan, dan berdampak luas bagi masyarakat. (*)