Gunung Meletus

Hari Lahir Pancasila Disambut Letusan Gunung Merapi

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 01 Juni 2018
Hari Lahir Pancasila Disambut Letusan Gunung Merapi

Gunung Merapi kembali meletus pada Jumat (1/6) (Foto: Purwoto/BPPTKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Peringatan Hari Lahir Pancasila di Yogyakarta disambut letusan Gunung Merapi. Sekitar pukul 08.20 WIB gemuruh dan kepulan asap putih keluar dari Merapi. Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu seakan memberikan sambutan pada masyarakat yang hendak mengikuti Apel Kebangsaan.

Letusan Merapi tersebut diumumkan BPPTKG melalui akun media sosialnya. BPPTKG menginformasikan melalui twitternya, erupsi terjadi sekitar pukul 08.20 Wib. Durasi letusan terjadi selama 2 menit.

"Tinggi kolom letusan 6000 meter ke arah barat laut. Sementara amplitudo maksimum 77 mm. Teramati dari PGM Jrakah," tulis twitter BPPTKG, Jumat (1/6).

Letusan Merapi di Jumat pagi
Semburan asap putih di puncak Merapi pada Jumat (1/6) pagi (Foto: BPPTKG)

Belum diketahui jenis letusan kali ini. BPPTKG menegaskan status Merapi hingga kini masih dilevel II alias waspada. Petugas BPPTKG meminta masyarakat segera mengosongkan wilayah radius km 3 dari Merapi.

Sementara itu Kepala BMKG DIY Nyoman Sukanta mengatakan arah angin pagi ini menuju barat daya.

"Pergerakan debu vulkanik menuju ke arah barat daya,"katanya.

Ia menghimbau masyarakat di lokasi arah barat daya dari puncak Merapi waspada pada potensi hujan abu.
Warga juga diimbau tetap tenang dan mengenakan masker untuk mengantisipasi ancaman abu Merapi.

Gunung Merapi meletus
Erupsi Gunung Merapi (Doc. BNPB)

Getaran Merapi turut dirasakan hingga radius diatas 30 km. Heru Prasetio, salah seorang warga Ngaglik, Sleman yang tinggal di radius 25 km turut merasakan gempa dirumahnya.

"Saya baru bangun tidur. Tiba-tiba terdengar gemuruh seperti geledek diluar. Rumah bergetar. Tetangga pada keluar semua," katanya.

Getaran letusan ini juga dirasakan sampai ke Kabupaten Bantul. Hingga kini hujan abu mulai menutupi kawasan Kaliurang dan Pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Merapi Kembali Meletus Freatik, Warga Sibuk ke Ladang Cari Rumput Untuk Ternak

#Gunung Merapi #Gunung Meletus #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo ke Kabupaten Nagekeo Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Prabowo ke Kabupaten Nagekeo Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
Indonesia
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Gempa susulan di Flores kini mulai menurun. Namun, BNPB tetap mengingatkan warga agar tetap waspada.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Indonesia
Pemerintah Gabungkan Pengendalian Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia
Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian dan informasi yang jelas kepada masyarakat di tengah kekhawatiran atas dampak karhutla.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Pemerintah Gabungkan Pengendalian Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia
Indonesia
BNPB Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalimantan, 30 Helikopter Disiagakan
BNPB kembali intensifkan operasi modifikasi cuaca atau OMC untuk menangani karhutla di Kalimantan. Sebanyak 30 helikopter disiagakan untuk water bombing dan patroli udara.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
BNPB Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalimantan, 30 Helikopter Disiagakan
Indonesia
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 SR di NTT, terdiri atas 19.006 rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
Indonesia
Pemerintah Klaim Penanganan Warga Terdampak Gempa sudah Maksimal, Akses Kawasan Terparah Membaik
Penanganan akan terus dikawal hingga kehidupan masyarakat pulih seperti sebelum gempa terjadi.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Pemerintah Klaim Penanganan Warga Terdampak Gempa sudah Maksimal, Akses Kawasan Terparah Membaik
Indonesia
Jumlah Korban Tewas Gempa NTT Capai 83 Orang, Terbaru dari Nagekeo dan Ngada
Bertambahh 8 jiwa dengan rincian bahwa yang meninggal ialah akibat dampak tidak langsung dari gempa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Jumlah Korban Tewas Gempa NTT Capai 83 Orang, Terbaru dari Nagekeo dan Ngada
Indonesia
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Korban gempa NTT kini masih terus bertambah. Kini, ada 83 orang meninggal dunia dan 110.875 jiwa mengungsi.
Soffi Amira - Sabtu, 22 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Indonesia
Pengungsi Gempa NTT Tembus 110 Ribu, Pemerintah Percepat Penanganan dan Distribusi Bantuan
Jumlah tersebut meningkat 18.050 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 92.735 pengungsi.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Pengungsi Gempa NTT Tembus 110 Ribu, Pemerintah Percepat Penanganan dan Distribusi Bantuan
Indonesia
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Bagikan