Hari ke-13, Tim SAR Temukan 3 Jenazah yang Tertimbun Longsor di Cianjur

Mula AkmalMula Akmal - Minggu, 04 Desember 2022
Hari ke-13, Tim SAR Temukan 3 Jenazah yang Tertimbun Longsor di Cianjur

Pencarian korban gempa. (Foto: Antara))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim Search And Rescue (SAR) gabungan dalam operasi pencarian hari ketiga belas menemukan tiga jenazah yang tertimbun longsoran tanah di Cijedil dan Warung Sate Shinta Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu.

Kepala Kantor SAR Bandung Jumaril menyampaikan tiga jenazah itu ditemukan di dua lokasi yakni pencarian di Cijedil, dan satu lagi di lokasi pencarian Warung Sate Shinta.

Baca Juga:

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Kabupaten Garut

"Hingga pukul 12.00 WIB Tim SAR gabungan menemukan tiga jenazah pada hari ketiga belas pencarian," katanya.

Ia menyampaikan jenazah pertama ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB berjenis kelamin perempuan dewasa menggunakan pakaian gamis dan berkerudung warna hitam.

Sedangkan korban kedua ditemukan sekitar pukul 10.30 atau satu jam setelah penemuan yang pertama yakni perempuan dewasa menggunakan baju dan celana panjang warna hitam.

Korban ketiga berhasil ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB berjenis kelamin perempuan dewasa berpakaian baju biru dan celana warna hitam, kemudian rambut berwarna pirang cokelat.

Baca Juga:

Tim SAR Fokus Cari 11 Korban Gempa Cianjur yang Hilang

Temuan tiga jenazah itu mengurangi daftar pencarian orang hilang yang sebelumnya 11 orang, kini menjadi delapan orang dengan lokasi pencarian tetap di Warung Sate Shinta dan Cijedil.

"Sementara korban dalam pencarian sebanyak delapan orang," katanya.

Seluruh jenazah yang baru ditemukan itu langsung dievakuasi ke Posko Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification/DVI) Polda Jabar di RSUD Sayang Cianjur untuk diidentifikasi identitasnya sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarganya.

Dampak dari bencana alam gempa di Cianjur itu tercatat sebanyak 331 orang meninggal dunia ditambah dengan tiga orang yang baru ditemukan, delapan orang dalam pencarian, 593 orang luka berat, 59 orang dirawat di RSUD Cianjur, dan 114.683 orang mengungsi. (*)

Baca Juga:

4 Faktor Utama Penyebab Kerusakan Bangunan akibat Gempa Cianjur

#Gempa #Cianjur #Basarnas
Bagikan
Ditulis Oleh

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Saat ini menjabat sebagai Managing Editor di Merah Putih Media, dengan rekam jejak kontribusi di The Straits Times, Indozone, dan Koran Sindo, serta pengalaman strategis di Yayasan Konservasi Alam Nusantara dan DPRD DKI Jakarta. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.

Berita Terkait

Indonesia
BMKG dan BNPP Diminta Gandeng Influencer dan Aplikasi Populer Sebagai Modernisasi Early Warning System
Basarnas juga diminta memberikan perhatian khusus pada materi SAR
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
BMKG dan BNPP Diminta Gandeng Influencer dan Aplikasi Populer Sebagai Modernisasi Early Warning System
Indonesia
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat
Komisi V DPR RI menegaskan bahwa dukungan anggaran harus berbanding lurus dengan dampak nyata bagi publik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat
Indonesia
Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Dasar Jurang, Jasadnya Tidak Utuh
Tim Basarnas akhirnya menemukan jenazah terakhir korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Dasar Jurang, Jasadnya Tidak Utuh
Indonesia
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Saat ini, tim medis tengah melakukan identifikasi awal terhadap korban tersebut
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Indonesia
Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta
Hal ini, menurut Mohammad Syafii, telah disampaikan pada pihak keluarga Farhan.
Frengky Aruan - Selasa, 20 Januari 2026
Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta
Indonesia
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
BMKG informasikan gempa ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
Indonesia
Korban Pesawat ATR 42-500 Sulit Dijangkau, Teknik Rappelling Digunakan dalam Proses Evakuasi
Teknik rappelling yaitu metode turun dari ketinggian (tebing, jurang, struktur vertikal) menggunakan tali khusus dengan bantuan alat descender (seperti figure-8 atau autoblock) yang terhubung ke harness atau alat pelindung diri (APD).
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Korban Pesawat ATR 42-500 Sulit Dijangkau, Teknik Rappelling Digunakan dalam Proses Evakuasi
Indonesia
Satu Korban Laki-laki Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Jurang Kedalaman 200 Meter Bukit Bulusaraung
Dilaporkan sebelumnya, korban yang belum teridentifikasi identitasnya ditemukan pada pukul di 14.20 WITA pada koordinat 04°54' 44"S dan 119° 44' 48" S oleh tim Rescue Unit (SRU) 3.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Satu Korban Laki-laki Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Jurang Kedalaman 200 Meter Bukit Bulusaraung
Indonesia
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
Berdasarkan laporan pemantauan awal Kantor SAR Jakarta, indikasi kebakaran ditandai asap tebal berkadar gas beracun di area tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/1) dini hari.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
Indonesia
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Pusat gempa sendiri berada di laut dengan kedalaman 17 kilometer
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Bagikan