Harga Telur di Peternak Turun, Pemerintah Perintahkan Dapur MBG Perbanyak Menu Telur

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
 Harga Telur di Peternak Turun, Pemerintah Perintahkan Dapur MBG Perbanyak Menu Telur

Telur Ayam. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Harga telur di tingkat peternak terus mengalami penururan sempat berada sekitar Rp 21.000 per kilogram, sementara harga di konsumen tetap berkisar Rp 29.000 hingga Rp30.000 per kilogram di pasaran.

Selain itu, biaya produksi telur peternak saat ini mencapai sekitar Rp 24.000 per kilogram sehingga kondisi harga jual di bawah biaya produksi menyebabkan banyak peternak mengalami kerugian usaha.

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng asosiasi, koperasi, dan pelaku usaha peternakan ayam petelur untuk menjaga stabilitas harga telur yang belakangan turun di bawah harga acuan pemerintah (HAP) tingkat peternak.

"Tujuan rapat hari ini menyikapi beberapa hal khususnya terkait dengan stabilisasi harga telur di tingkat peternak yang belakangan ini memang harganya agak sedikit turun di bawah harga acuan pemerintah," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda di Jakarta, Selasa (13/5).

Baca juga:

Harga Telur Ayam dan Cabai Terus Alami Kenaikan Setiap Hari

Harga telur nasional rata-rata berada di kisaran Rp 24.500 per kilogram, sementara di sentra produksi seperti Jawa Timur mencapai sekitar Rp 22.500 per kilogram saat ini.

Harga telur di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp 23.000 per kilogram, sedangkan Jawa Barat sedikit lebih tinggi, namun masih berada di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp 26.500 per kilogram.

Penurunan harga telur dipengaruhi tingginya produksi nasional yang pada 2026 diproyeksikan mencapai 7,3 juta ton atau surplus sekitar 13 persen dibandingkan kebutuhan nasional.

Surplus telur nasional sebenarnya masih dapat dikendalikan karena pemerintah terus mendorong ekspor telur serta memperkuat distribusi dari daerah surplus menuju wilayah yang masih mengalami defisit.

Pemerintah mendorong program makan bergizi gratis (MBG) meningkatkan penggunaan telur dalam menu mingguan guna memperluas penyerapan produksi telur dari peternak rakyat di berbagai daerah.

Agung menyebut populasi ayam petelur meningkat hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya karena tingginya minat investasi peternakan lokal dan meningkatnya kebutuhan telur untuk mendukung program MBG.

Selain itu, kualitas genetik ayam petelur yang semakin baik dan tingkat pemanfaatan bibit ayam (day old chick/DOC) layer mendekati 100 persen turut menyebabkan peningkatan produksi telur nasional secara signifikan pada 2026.

Meski produksi meningkat, pemerintah menilai harga telur di tingkat peternak harus tetap dijaga agar memberikan keuntungan layak sehingga keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur tetap terjamin ke depan.

Menurutnya pula fluktuasi harga telur dipengaruhi mekanisme pasar dan praktik persaingan harga antarpelaku usaha sehingga pemerintah meminta asosiasi serta koperasi menjaga kekompakan stabilisasi harga peternak.

Pemerintah juga akan memfasilitasi distribusi telur dari Pulau Jawa sebagai sentra produksi menuju daerah defisit guna menjaga keseimbangan pasokan serta memperkuat stabilitas harga di tingkat peternak nasional.

"Besok kami meminta agar harga (telur) di tingkat peternak sudah naik menuju harga acuan. Dan tentu Satgas Pangan juga akan melakukan pemantauan. Ini merupakan arahan dan instruksi dari Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman)," kata Agung.


Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan pihaknya sebelumnya telah menugaskan Perum Bulog mendistribusikan jagung program stabilisasi pasokan dan harga pangan sebagai bantalan untuk membantu menekan biaya produksi peternak ayam petelur.

Bapanas akan mengeluarkan surat edaran agar harga pembelian telur di tingkat produsen minimal berada pada kisaran Rp 25.000 per kilogram sesuai kesepakatan bersama para pelaku usaha. (*)

#Telur #Dapur MBG #Peternakan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Insentif Pengusaha Dapur MBG Jadi Rp 2.000 Per Porsi, Bisa Lebih Gede atau Kecil?
Besaran Rp 2.000 tersebut merupakan bagian dari alokasi Rp 15.000 untuk setiap penerima manfaat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Insentif Pengusaha Dapur MBG Jadi Rp 2.000 Per Porsi, Bisa Lebih Gede atau Kecil?
Indonesia
Dapur Komunal MBG Diusulkan Dibangun di Daerah Tertinggal
Dapur desa tersebut dapat dikelola oleh masyarakat, termasuk komunitas perempuan desa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Dapur Komunal MBG Diusulkan Dibangun di Daerah Tertinggal
Indonesia
Mendag Soroti Pengemasan Ompreng Jadi Rawan Penyebab Keracunan
Ompreng yang telah diisi menu MBG langsung dimasukkan ke sealer dan sinar ultraviolet untuk mendeteksi apakah ada bakteri atau tidak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mendag Soroti Pengemasan Ompreng Jadi Rawan Penyebab Keracunan
Indonesia
Anggaran MBG Telah Habiskan Rp 134,2 Triliun Per Agustus 2026
Jumlah penerima manfaat MBG pada Agustus 2026 mencapai 57 juta penerima melalui 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Anggaran MBG Telah Habiskan Rp 134,2 Triliun Per Agustus 2026
Indonesia
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
BGN juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kejenuhan pengelola SPPG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
Indonesia
Harga Daging dan Telor Ayam Terus Bergejolak, Lebihi Harga Acuan Penjualan
Harga rata-rata tercatat Rp 41.935 per kilogram, sementara HAP berada di level Rp 40.000 per kilogram.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Harga Daging dan Telor Ayam Terus Bergejolak, Lebihi Harga Acuan Penjualan
Indonesia
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Biaya pengobatan tidak semestinya dibebankan kepada keluarga apabila gangguan kesehatan tersebut terbukti merupakan dampak dari pelaksanaan program MBG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Berita Foto
Raker Perdana Kepala BGN Sudaryono di DPR Soroti Keracunan MBG di Sidoarjo
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono megikuti rapat kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 03 September 2026
Raker Perdana Kepala BGN Sudaryono di DPR Soroti Keracunan MBG di Sidoarjo
Indonesia
Investigasi Mendalam Kasus Keracunan Massal MBG di Sidoarjo Dimulai, Ratusan Korban Jalani Perawatan
Seluruh pasien kini mendapat perawatan intensif dari tenaga medis profesional
Angga Yudha Pratama - Rabu, 02 September 2026
Investigasi Mendalam Kasus Keracunan Massal MBG di Sidoarjo Dimulai, Ratusan Korban Jalani Perawatan
Indonesia
Peternak Ayam Ramai Demo, Mendag Budi Tegaskan bukan Indikasi Pasar Memburuk
Harga telur dan daging ayam mulai mengalami kenaikan dari sebelumnya dan mendekati harga acuan pemerintah.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Peternak Ayam Ramai Demo, Mendag Budi Tegaskan bukan Indikasi Pasar Memburuk
Bagikan