Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Harga Sawit Anjlok Usai Pembentukan DSI, DPR Minta Pemerintah Segera Intervensi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Harga Sawit Anjlok Usai Pembentukan DSI, DPR Minta Pemerintah Segera Intervensi

Traceability Jadi Tantangan Industri Sawit Nasional, BPDP Diharapkan Berperan Bantu Petani Kecil

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penurunan harga sawit yang terjadi setelah pembentukan DSI mulai memicu kekhawatiran di kalangan petani dan DPR.

Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, mendesak pemerintah segera melakukan intervensi konkret untuk menstabilkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang mengalami penurunan tajam di tingkat petani.

Penurunan harga tersebut disebut mulai terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dirancang menjadi eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) strategis guna mengatasi praktik under invoicing dan memperkuat tata niaga ekspor nasional.

Menurut Syafruddin, tujuan pembentukan DSI sejatinya baik untuk memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas nasional. Namun, implementasi kebijakan tersebut tidak boleh menimbulkan ketidakpastian pasar yang justru merugikan petani sawit.

“Keberadaan DSI seharusnya mampu mengerek harga jual tandan sawit petani, bukan malah menjadi benalu baru dalam rantai distribusi. Jangan sampai kebijakan yang dibuat negara justru memperlemah posisi petani di lapangan,” tegasnya di Jakarta, Sabtu (23/5).

Baca juga:

Begini Peran Danantara dan BUMN DSI Jadi Eksportir Tunggal SDA Indonesia

Harga Sawit Dinilai Sudah di Bawah Kewajaran

Syafruddin menyoroti anjloknya harga TBS di sejumlah daerah yang dinilai sudah berada di bawah batas kewajaran. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan petani rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung industri sawit nasional.

Ia menilai pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak pembentukan DSI terhadap mekanisme pasar dan rantai distribusi komoditas sawit.

Baca juga:

SDM Berkualitas Kunci Kesuksesan Sektor Kelapa Sawit Nasional, BPDP Beri Dukungan dalam Bentuk Beasiswa

Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan tidak terjadi permainan harga oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi transisi kebijakan.

Kalau setelah pembentukan DSI harga sawit tetap jauh berbeda dibanding sebelum kebijakan ini diterapkan, itu artinya negara kalah dengan tengkulak dan para pemain pasar. Negara sekali lagi harus intervensi agar petani sawit sejahtera,

Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin.

Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas dan Transparansi Tata Niaga

Syafruddin menegaskan negara tidak boleh membiarkan petani sawit menghadapi ketidakpastian harga tanpa perlindungan yang jelas.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan tata niaga sawit berjalan sehat, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi petani.

Ia juga meminta kementerian terkait segera membuka ruang dialog dengan pelaku industri, koperasi, dan asosiasi petani sawit guna mencari solusi konkret demi menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan industri sawit nasional.

“Petani sawit tidak membutuhkan janji, tetapi kepastian harga dan keberpihakan negara,” pungkasnya. (Pon)

#Kelapa Sawit #Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pimpinan DPR Hargai Penggeledahan Masif Kafe De Clan Hingga Rumah Mewah di Sentul
Cucun mengaku belum menerima informasi mendalam mengenai detail lokasi maupun target penggeledahan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Juli 2026
Pimpinan DPR Hargai Penggeledahan Masif Kafe De Clan Hingga Rumah Mewah di Sentul
Indonesia
Waka Komisi X DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok
Kepolisian perlu menelusuri seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan adanya pihak-pihak yang berusaha menghambat proses penegakan hukum.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Waka Komisi X DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok
Indonesia
Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Belum Mendesak, Masih Sebatas Usulan Menurut Dede Yusuf
Perubahan nama provinsi harus melalui mekanisme pembentukan atau perubahan undang-undang yang dibahas bersama DPR.
Frengky Aruan - Rabu, 08 Juli 2026
Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Belum Mendesak, Masih Sebatas Usulan Menurut Dede Yusuf
Indonesia
Dasco Pimpin Safari Politik ke Partai Non-Parlemen, Serap Masukan Revisi UU Pemilu
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan DPR akan menggelar safari politik ke partai non-parlemen saat masa reses untuk menghimpun masukan terkait revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Dasco Pimpin Safari Politik ke Partai Non-Parlemen, Serap Masukan Revisi UU Pemilu
Indonesia
DPR Serukan Hukuman Berat bagi Bandar Narkoba Pembunuh Polisi, tak Ada Toleransi
Tak boleh ada kompromi dalam penegakan hukum para pelaku.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
DPR Serukan Hukuman Berat bagi Bandar Narkoba Pembunuh Polisi, tak Ada Toleransi
Indonesia
DPR soal Rencana KPK Panggil Menhut: Tak Boleh Ada Keistimewaan karena Jabatan
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menilai rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait pengembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, merupakan bagian dari mekanisme penegakan hukum yang harus dihormati.
Frengky Aruan - Minggu, 05 Juli 2026
DPR soal Rencana KPK Panggil Menhut: Tak Boleh Ada Keistimewaan karena Jabatan
Indonesia
Komisi VIII DPR Prediksi Ongkos Haji 2027 Berpotensi Naik, Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
Kenaikan sejumlah komponen biaya di Indonesia maupun Arab Saudi menjadi faktor utama yang berpotensi mendorong naiknya ongkos penyelenggaraan ibadah haji.
Frengky Aruan - Minggu, 05 Juli 2026
Komisi VIII DPR Prediksi Ongkos Haji 2027 Berpotensi Naik, Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
Indonesia
OTT KPK Jerat 2 Bupati Beruntun, PDIP: Bukti Pencegahan Korupsi Masih Lemah
Anggota Komisi II DPR RI menyoroti perlunya pembenahan mentalitas aparatur negara.
Frengky Aruan - Minggu, 05 Juli 2026
OTT KPK Jerat 2 Bupati Beruntun, PDIP: Bukti Pencegahan Korupsi Masih Lemah
Indonesia
Dukung Perpres Nomor 111 Tahun 2025, DPR: Cegah Penyebaran LGBT
LGBT memang sudah menjadi ancaman nonmiliter dan menjadi tantangan bagi masa depan bangsa.
Frengky Aruan - Minggu, 05 Juli 2026
Dukung Perpres Nomor 111 Tahun 2025, DPR: Cegah Penyebaran LGBT
Indonesia
DPR Soroti Kondisi Keamanan di Papua, Percaya TNI/ Polri Bisa Pulihkan Situasi
Peristiwa ini menunjukkan ancaman terhadap keamanan masyarakat masih nyata dan membutuhkan perhatian serius dari negara.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
DPR Soroti Kondisi Keamanan di Papua, Percaya TNI/ Polri Bisa Pulihkan Situasi
Bagikan