Harga Minyak Naik Turun, Lifting Kekurangan 61.000 Bph

Fredy WansyahFredy Wansyah - Jumat, 10 April 2015
Harga Minyak Naik Turun, Lifting Kekurangan 61.000 Bph

Perajin menunjukkan miniatur Rig pengebor minyak yang dibuat dari kuningan di Mutihan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Jumat (27/3). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) Fahmi Radhi menyatakan bahwa lifting (pengangkutan minyak yang telah siap jual) minyak nasional saat ini tidak mencapai target yang telah ditentukan. Menurutnya, tidak tercapainya realisasi lifting karena harga minyak saat ini masih naik turun. (BacaTim Tata Kelola Migas: Cadangan Minyak 10 Tahun Lagi Habis)

"Sulit tercapai target tersebut di tengah menurunnya harga minyak dunia," tutur Fahmi Radhi ketika dihubungi Merahputih.com, Jakarta, (9/4).

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), realisasi rata-rata lifting minyak sejak Januari 2015 hingga Maret hanya 764.000 barel per hari (bph). Di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P), lifting ditarget mencapai angka 825.000 bph. Dengan demikian, target lifting masih kekurangan 61.000 bph. (BacaJokowi-Jusuf Kalla Swastakan Listrik, Rakyat pun Takut)

Hingga akhir Maret, harga dua acuan harga minyak dunia, West Texas Intermediate (WTI) dan Brent, mengalami penaikan akibat koflik Timur Tengah. Terhitung, sejak awal Maret, harga WTI naik 6 persen atau berada di level 51 per barel US dollar. Sementara minyak acuan Brent berada di level 59,71 per barel US dollar. (rfd)

#Lifting Minyak #Migas
Bagikan
Ditulis Oleh

Fredy Wansyah

Berita Terkait

Indonesia
Gugat UU Migas ke MK, Pemohon Persoalkan Penetapan Harga BBM yang Mengacu Harga Global
MK menggelar sidang uji materi UU Migas. Pemohon menilai mekanisme penetapan harga BBM yang mengacu harga minyak global bertentangan dengan amanat konstitusi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Gugat UU Migas ke MK, Pemohon Persoalkan Penetapan Harga BBM yang Mengacu Harga Global
Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Gross Split hanya Berlaku di Migas, Aturan Minerba tidak Berubah
Aturan yang selama ini berlaku di sektor pertambangan dipastikan tetap berjalan. 

Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Gross Split hanya Berlaku di Migas, Aturan Minerba tidak Berubah
Indonesia
PGN Akan Amankan Pasokan Gas Domestik Dari Blok Masela
Dengan volume cadangan gas Blok Masela, yang sangat besar, kerja sama ini diproyeksikan akan menjaga stabilitas pasokan energi bersih di Indonesia dalam jangka panjang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
PGN Akan Amankan Pasokan Gas Domestik Dari Blok Masela
Indonesia
Produksi Sumur Minyak Rakyat Capai 400 Barrel Per Hari, Beli Kontraktor Migas
Peringkat tertinggi berasal dari sumur rakyat di Jambi, dengan produksi puncak mencapai sekitar 2.700 barel minyak.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Produksi Sumur Minyak Rakyat Capai 400 Barrel Per Hari, Beli Kontraktor Migas
Indonesia
Penemuan Gas Jumbo Blok Ganal Dinilai Bisa Bikin Indonesia Mandiri Energi,Siap Guncang Dunia
Pemerintah memproyeksikan cadangan gas ini sebagai jembatan utama menuju transisi energi hijau dan target Net Zero Emission (NZE) 2060
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Penemuan Gas Jumbo Blok Ganal Dinilai Bisa Bikin Indonesia Mandiri Energi,Siap Guncang Dunia
Indonesia
Ancaman Krisis Global, Bareskrim Bentuk Satgas Khusus Tertibkan Pengeboran Ilegal Minyak
Tujuan pembentukan satgas yakni guna memperkuat cadangan minyak nasional di tengah tingginya harga minyak dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 09 April 2026
Ancaman Krisis Global, Bareskrim Bentuk Satgas Khusus Tertibkan Pengeboran Ilegal Minyak
Indonesia
Pertamina Teken Kontrak Migas AS, DPR Minta Harga BBM dan LPG Tetap Stabil
Komisi XII DPR RI meminta pemerintah menjaga harga BBM dan LPG tetap stabil, setelah Pertamina meneken kontrak migas dengan AS.
Soffi Amira - Kamis, 26 Februari 2026
Pertamina Teken Kontrak Migas AS, DPR Minta Harga BBM dan LPG Tetap Stabil
Indonesia
Alasan Indonesia Beli Minyak dan Gas Rp 253,3 Triliun Dari AS
Sejak Juli 2025, Pertamina menandatangani nota kesepahaman dengan ExxonMobil, Chevron, KDT Global Resources, Hartree dan Halliburton.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 21 Februari 2026
Alasan Indonesia Beli Minyak dan Gas Rp 253,3 Triliun Dari AS
Indonesia
DPR Percepat RUU Migas, Pertamina PHE Jadi Calon Tunggal Pengelola Kontrak Energi
Saat ini terdapat tiga skenario utama dalam pembentukan BUK yang tertuang dalam naskah akademik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
DPR Percepat RUU Migas, Pertamina PHE Jadi Calon Tunggal Pengelola Kontrak Energi
Indonesia
DPR Tuntut Jawaban Konkret dari PGN dan Kemenperin Terkait Kebijakan Gas
Komisi VII butuh jawaban konkret, bukan sekadar melempar masalah ke pihak lain
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 September 2025
DPR Tuntut Jawaban Konkret dari PGN dan Kemenperin Terkait Kebijakan Gas
Bagikan