Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu Tempe di Jatim Menjerit

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 04 Juni 2021
Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu Tempe di Jatim Menjerit

Satgas Pangan Jatim saat menginspeksi harga kedelai impor di PT. Surabaya Palleting Company FPC, Kamis (3/6). Foto: MP/Andika Eldon

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Para perajin tahu tempe di Jawa Timur menjerit setelah mengetahui harga bahan baku kedelai impor sedang naik drastis. Untuk itu, Satgas Pangan Jatim langsung terjun ke beberapa agen dan distributor di Jatim untuk menginspeksi langsung.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Farman menyampaikan, pengecekan ini pihaknya berkoordinasi dengan Disperindag dan Dinas Pertanian. Alhasil, harga kedelai internasional mengalami penurunan dari Rp 9.604 per kilogram menjadi Rp 9.220 per kilogram.

Baca Juga

Cerita Pengusaha Tahu di Bandung Terpaksa Berproduksi Saat Harga Kedelai Melambung

"Informasi dari PT. Surabaya Palleting Company FPC saat ini harga kedelai sudah menurun dibanding harga waktu bulan puasa dan Lebaran yang semula Rp 10.150 per kilogram di tingkat importir menjadi Rp 9.500 dan saat ini FPC memiliki stok sekitar 1.000 ton," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (3/6).

Ia menambahkan, saat melakukan pengecekan di PT. FKS, di sana harga kedelai mengalami penurunan dibanding saat Lebaran. Di PT. FKS menjual harga kedelai impor seharga Rp 10.100 per kilogram.

"Ada pula informasi dari CV Jaya Tri Hutama Lumajang, salah seorang Agen kedelai. Dia menjual kedelai seharga Rp 10.300 per kilogram dan masih ada stok sekitar 40 ton dan beberapa hari terakhir permintaan kedelai turun sebab harga yang masih tinggi," tutur Farman.

Satgas Pangan Jatim saat menginspeksi harga kedelai impor di PT. Surabaya Palleting Company FPC, Kamis (3/6). Foto: MP/Andika Eldon
Satgas Pangan Jatim saat menginspeksi harga kedelai impor di PT. Surabaya Palleting Company FPC, Kamis (3/6). Foto: MP/Andika Eldon

Informasi dari salah satu agen subdistributor kedelai di Tulungagung, per Kamis (3/6) ini harga kedelai impor agen di sana mencapai Rp 10.500 per kilogram dalam kemasan 25 kilogram.

"Jika dijual eceran harganya naik menjadi Rp 10.750. Lalu harga di distributor kedelai CV Polowijo, Tulungagung menjual harga kedelai di Rp 10.300 per satu kilogramnya," papar Farman.

Kenaikan ini disebabkan oleh tingginya permintaan kedelai impor dari dalam negeri, lalu harga kedelai yang diimpor dari Amerika dan Brazil mengalami lonjakan.

"Menurut informasi dari importir dan distributor stok saat ini masih cukup, namun harga masih tinggi yang disebabkan beberapa faktor, pertama harga internasional atau dari negara asalnya seperti Amerika dan Brazil sudah tinggi sedangkan Kebutuhan kedelai untuk bahan baku tahu tempe di dalam negeri 80 persen masih bergantung pada impor," terangnya.

Selain itu, adanya kenaikan biaya transportasi pengiriman kapal dikarenakan dampak dari pandemi COVID-19.

"Otomatis biaya transportasi dari negara asal juga naik karena masih sedikitnya perusahaan perkapalan yang beroperasi akibat pandemi COVID-19," tandas Farman.

Berikutnya, Kombes Farman akan segera berkoordinasi dengan Disperindag Jatim terlebih dulu untuk memutuskan langkah terkait perlu atau tidaknya digelar operasi pasar.

"Untuk itu, kita juga akan melakukan pengecekan langsung ke distributor-distributor di seluruh wilayah dengan memberdayakan satgas pangan tingkat kabupaten," tutup Farman. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca Juga

Harga Kedelai Melambung, Perajin Tahu Tempe di Bandung Menjerit

#Kedelai Impor #Harga Kedelai #Perajin Tempe
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran
bagi perajin di usaha Tahu Nunggal Roso, fluktuasi harga kedelai di angka Rp 10.800 hingga Rp 11.000 per kilogram saat ini memberikan tekanan yang cukup signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran
Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menekan perajin tahu dan tempe. DPR soroti lonjakan harga kedelai impor hingga ancaman inflasi dan daya beli masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Indonesia
Harga Naik, Bapenas Janjikan Pasokan Kedelai ke Perajin Tahu dan Tempe Aman
Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai di tingkat importir maksimal di Rp 11.500 per kilogram (kg) dan di tingkat konsumen atau perajin tahu dan tempe tidak boleh melebihi Rp 12.000 per kg.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Harga Naik, Bapenas Janjikan Pasokan Kedelai ke Perajin Tahu dan Tempe Aman
Indonesia
Harga Kedelai Naik Tajam, Mentan Tebar Ancaman ke Importir
Kementan telah melakukan koordinasi dengan para importir untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
 Harga Kedelai Naik Tajam, Mentan Tebar Ancaman ke Importir
Berita Foto
Dampak Kenaikan Kedelai Impor, Produsen Tahu Naikkan Harga hingga 30 Persen
Aktivitas perajin saat menyelesaikan pembuatan tahu rumahan di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 09 April 2026
Dampak Kenaikan Kedelai Impor, Produsen Tahu Naikkan Harga hingga 30 Persen
Bagikan