Dinas Perdagangan kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai mengalami kenaikan.
"Dari hasil pantauan harga yang kami lakukan Senin (15/5), harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan tapi pergerakannya tidak melonjak signifikan," kata Kepala Dinas Perdagangan kota Mataram, Lalu Alwan Basri di Mataram, Selasa (16/5).
Alwan yang ditemui di sela kegiatan bazar pasar murah mengatakan, kenaikan sejumlah harga bahan pokok itu terjadi karena tingginya permintaan, sehingga mekanisme pasar berlaku, kendati stok kebutuhan pokok terpenuhi.
Sejumlaah bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain, bawang merah dari Rp30.000 menjadi Rp31.000-31.500 per kilogram, bawang putih Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram.
Kemudian untuk daging ayam broiler dari Rp33.000 per kilogram menjadi Rp37.000-38.000 per kilogram, sedangkan daging sapi berkisar Rp115.000-120.000 per kilogram.
Telur ayam ras dari Rp1.100 per butir kini sudah menjadi Rp1.300-1.400 per butir. Sementara beras masih berkisar Rp8.500-10.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp25.000-30.000 per kilogram.
Menurutnya, kondisi kenaikan harga setiap menjelang masukkan bulan suci Ramadan setiap tahun selalu terjadi. Namun, dalam hal ini pemerintah tidak bisa melarang pedagang karena adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli.
"Kami memang tidak bisa melarang terjadinya kenaikan harga ini, sebab ada kesepakatan antara penjual dan pembeli terhadap harga yang ditawarkan," katanya.
Dalam hal ini, pihaknya hanya bisa mengingatkan dan mengimbau pada penjual dan distributor agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi atau yang bisa merugikan masyarakat.
Di samping itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli bahan pokok dalam jumlah yang banyak, dan sebaiknya membeli bahan pokok sesuai kebutuhan.
"Apabila masyarakat panik dan membeli dalam jumlah besar, justru bisa semakin memicu terjadinya kenaikan harga," katanya lagi.
Sumber: ANTARA

