MerahPutih Nasional- Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Jumat (16/1) ternyata tidak membuahkan pengaruh bagi sebagian masyarakat Indonesia. Pasalnya, penurunan tersebut tidak akan menyejahterakan Warga Negara Indonesia.
Hal ini diakui oleh Antonius Wardiman, seorang penjual jasa, ojek yang mengatakan, dirinya sangat apresiasi atas kebijakan Presiden. Selain itu ia memohon kepada Pemimpin Negeri ini jangan hanya BBM saja yang diturunkan harganya. Jika perlu semua harga barang pokok diturunkan juga.
“Kami sebagai rakyat yang mencari rejeki di atas roda dua ini sangat setuju dengan keputusan Bapak Presiden Jokowi. Walaupun harga BBM tersebut diberlakukan hari Minggu (18/1) pukul 00.00. Menurut saya, jika hanya diturunkan dari sisi BBM saja tidak akan mempengaruhi kehidupan masyarakat kecil seperti saya ini. Kecuali bila semua harga bahan pokok diturunkan. Ini akan berpengaruh besar bagi rakyat di negeri tercinta ini. Mungkin hanya sedikit yang merasakan keringanan ini,” ujar Antonius Wardimam kepada merahputih.com di jalan Sutoyo Cawang 3 Pangkalan Ojek Jakarta Timur, Jumat (16/1).
Bagi bapak yang sudah memiliki tiga orang anak ini, sebelum penaikan harga BBM pada bulan Desember 2014 lalu omzet yang di dapatkannya sebagai tukang ojek Rp 100 ribu per harinya.
“Setelah penaikan harga BBM malahan turun drastis menjadi Rp 50.000 per hari. Tidak menutup kemungkinan kalau kebijakan yang telah diambil ini mengimbangi dengan penghasilan yang kami peroleh. Sebab dampak yang kami rasakan saat ini sungguh membuat kami resah. Dan, harga sembako pun tetap naik. Maka dari itu kami berharap kepada pemerintah sebagai pemimpin dan juga sebagai atasan kami harus mengimbangi biar kami Rakyat bisa mendapatkan kesenjangan hidup,” tutupnya yang juga berharap agar pulih pendapatannya kembali.
Seperti yang diketahui bahwa Presiden RI Joko Widodo siang tadi telah menetapkan penurunan harga BBM. dengan perinciannya harga premium yang sebelumnya Rp 7.600 per liter, turun menjadi Rp 6.600. Untuk harga solar sebelumnya Rp 7.250, menjadi Rp 6.400. (GMS)