Harga Air PAM Jaya Diklaim Paling Murah

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Februari 2024
Harga Air PAM Jaya Diklaim Paling Murah

Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin sedang paparan di Balai Kota DKI bersama narsum lain. (Foto: MerahPutih.com/Asropih).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Nilai investasi pengelolaan air di Indonesia diklaim sangat mahal. Perusahaan pengolalaan air harus melakukan berbagai tahapan mengelola air agar layak digunakan sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 tahun 2014 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Perumda PAM Jaya menyebut, tarif air yang dipatok kepada pelanggannya paling murah di wilayah Jabodetabek. Perseroan daerah ini mengklaim, belum melakukan penyesuaian tarif sejak tahun 2007 lalu.

Baca Juga:

PAM JAYA Seleksi 1.000 Pelamar Kerja, Kejar Target 100 Persen Layanan Air Bersih

"Investasi air itu mahal makanya kami concern sekali di tarif. Tarif air di Jakarta ini terlalu murah, bahkan lebih murah daripada tarif air di Jabodetabek," ujar Arief saat diskusi Balkoters Talks 2024 bertajuk 'Setahun PAM Jaya Reborn' di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (27/2).

PAM Jaya masih mematok tarif sesuai Pergub Nomor 11 Tahun 2007 tentang Penyesuaian Tarif Otomatis (PTO) Air Minum Semester 1 Tahun 2007. Sebagai gambaran, kelompok rumah tangga sederhana dikenakan tarif Rp 3.550 per tiga meter kubik atau 3.000 liter.

Sedangkan air mineral dalam kemasan 600 ml yang dijual di pasaran bisa mencapai Rp 5.000 per botol. Bahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tinggal di rumah susun (rusun) hanya dikenakan Rp 1.050 per tiga meter kubik.

"Air seukuran satu meter kubik atau 1.000 liter itu harganya cuma Rp 3.500, berarti hanya Rp 35 per liternya. Kalau harga mahal, karena masyarakat membeli dari pihak ketiga misalnya dari gerobak dorong," katanya.

Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih pada Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Elisabeth Tarigan mengatakan, banyak upaya yang telah dilakukan Arief dan jajarannya untuk menuju target cakupan layanan 100 persen. Termasuk, lanjut dia, mengurangi tingkat kebocoran air atau NRW dari 46 persen menjadi 30 persen.

"Untuk mewujudkan tujuan tersebut butuh kerja keras dan biaya besar. Kasus kehilangan air sebagian besar disebabkan kondisi pipa yang sudah sangat tua, berusia sekitar 100 tahun sehingga perlu diganti pipa baru," jelas Elisabeth.

Ia menegaskan, cakupan layanan air minum yang dilakukan PAM Jaya perlu digenjot. Meski pengelolannya sudah seutuhnya dilakukan PAM Jaya, tetapi jaringan perpipaan di Jakarta belum 100 persen.

Saat ini, jaringan pipa yang dimiliki PAM Jaya baru mencapai 12.000 kilometer. Di sisi lain, PAM Jaya mengejar pembangunan 7.000 kilometer pipa lagi untuk menuju 100 persen layanan air minum pada 2030 mendatang. Saat ini, cakupan masih 65,85 persen.

"Ini salah satunya harus kita tingkatkan, yaitu bagaimana caranya supaya bisa mencapai pelayanan 100 persen dengan air perpipaan," katanya.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah menambahkan, hingga kini masih banyak warga Jakarta yang memakai air tanah sehingga berpotensi menurunkan permukaan tanah. Hal ini terjadi dikarenakan masih banyak masyarakat yang berhadapan dengan harga mahal air bersih.

"Nah, di sinilah butuh peranan Pemprov DKI untuk membuat kebijakan agar masyarakat bisa mendapatkan air bersih dengan harga murah supaya mereka beralih dari air tanah ke air perpipaan," kata Trubus. (Asp)

Baca Juga:

Wilayah Terdampak akibat Kebocoran Pipa PAM Jaya di Petamburan Jakarta Pusat

#Air Bersih
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Pemeliharaan Kelistrikan PLN, Layanan Air PAM Jaya di 45 Kelurahan Berpotensi Terganggu
PAM Jaya mengumumkan potensi gangguan pasokan air pada 5-6 Juni 2026 akibat pemeliharaan kelistrikan PLN di IPA Pejompongan I.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Pemeliharaan Kelistrikan PLN, Layanan Air PAM Jaya di 45 Kelurahan Berpotensi Terganggu
Indonesia
PAM Jaya Gencarkan Pembagian Toren Gratis, Target 5.000 Unit pada 2026
PAM Jaya telah menyalurkan 1.000 toren gratis untuk warga Jakarta sejak Januari 2026. Sebanyak 357 unit dibagikan di Jakarta Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
PAM Jaya Gencarkan Pembagian Toren Gratis, Target 5.000 Unit pada 2026
Indonesia
PAM Jaya Resmikan IPA Portabel Semanan, Solusi Akses Air Bersih untuk Warga
PAM Jaya meresmikan IPA portabel di Semanan, Jakarta Barat. Fasilitas ini layani 295 rumah dan jadi solusi akses air bersih warga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
PAM Jaya Resmikan IPA Portabel Semanan, Solusi Akses Air Bersih untuk Warga
Indonesia
Cakupan Air Bersih Jakarta Meluas, IPA Portable Semanan Layani 295 Pelanggan
PAM Jaya meresmikan IPA Portable Semanan yang melayani 295 pelanggan di Jakarta Barat. Upaya ini mendukung target cakupan air bersih 100 persen pada 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Cakupan Air Bersih Jakarta Meluas, IPA Portable Semanan Layani 295 Pelanggan
Indonesia
PAM Jaya Gandeng Bin Zayed International, Kejar Target 100 Persen Layanan Air Bersih di Jakarta
PAM Jaya bekerja sama dengan Bin Zayed International. Kerja sama ini diharapkan dapat mengejar target 100 persen layanan air bersih di Jakarta.
Soffi Amira - Selasa, 28 April 2026
PAM Jaya Gandeng Bin Zayed International, Kejar Target 100 Persen Layanan Air Bersih di Jakarta
Indonesia
Hari Kartini 2026, PAM Jaya Bagikan 100 Toren Air Gratis untuk Ibu-Ibu di Jakarta Utara
PAM Jaya bagikan 100 toren air gratis di Hari Kartini untuk ibu-ibu di Jakarta Utara. Program ini bantu akses air bersih lebih stabil.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Hari Kartini 2026, PAM Jaya Bagikan 100 Toren Air Gratis untuk Ibu-Ibu di Jakarta Utara
Indonesia
Perluas Akses Air Bersih, PAM Jaya Bagikan 270 Toren Gratis di Jakarta Utara
PAM Jaya menyalurkan 270 toren gratis di Jakarta Utara. Warga kini lebih mudah dalam mengakses air bersih.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
 Perluas Akses Air Bersih, PAM Jaya Bagikan 270 Toren Gratis di Jakarta Utara
Indonesia
Dirut PAM Jaya Ungkap Masih Ada Kantor Pemerintahan di Jakarta yang Pakai Air Tanah
Dirut PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, masih banyak gedung pemerintahan di Jakarta yang menggunakan air tanah.
Soffi Amira - Kamis, 12 Maret 2026
Dirut PAM Jaya Ungkap Masih Ada Kantor Pemerintahan di Jakarta yang Pakai Air Tanah
Indonesia
Cakupan Air Bersih 80 Persen, PAM Jaya Minta Zona Bebas Air Tanah Jakarta Diperluas
PAM Jaya meminta Pemprov DKI Jakarta memperluas zona bebas air tanah karena cakupan layanan air perpipaan sudah lebih dari 80 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 11 Maret 2026
Cakupan Air Bersih 80 Persen, PAM Jaya Minta Zona Bebas Air Tanah Jakarta Diperluas
Indonesia
PAM Jaya Bagikan 2.000 Toren Air Gratis untuk Warga Jakarta hingga 2026
PAM Jaya menargetkan distribusi 2.000 toren air gratis hingga 2026 bagi warga Jakarta kategori 2A1 dan 2A2 untuk memperkuat ketahanan air rumah tangga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
PAM Jaya Bagikan 2.000 Toren Air Gratis untuk Warga Jakarta hingga 2026
Bagikan