Hanura Tuding Ada Pihak yang Ingin Merusak Nama Baik Partai

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 28 Maret 2019
Hanura Tuding Ada Pihak yang Ingin Merusak Nama Baik Partai

Massa Partai Hanura (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris DPD Partai Hanura Kalbar, Harry Adryanto menunding ada pihak yang sudah merencanakan dan dengan sengaja ingin merusak nama baik Partai Hanura saat berlangsungnya kampanye rapat terbuka Capres 01, Joko Widodo di Kubu Resort, Kabupaten Kubu Raya.

"Kami sudah mendapatkan informasi yang akurat bahwa ada pihak yang sudah merencanakan untuk menyusup menjadi bagian dari simpatisan Hanura dengan menggunakan baju Hanura, kemudian memberikan tanda mendukung pihak sebelah serta menyebarkan foto dan video itu ke media sosial," kata Harry Adryanto seperti dilansir Antara, Kamis (28/3).

Ia menjelaskan, membuat adegan seperti itu sangatlah mudah. "Kami menyayangkan sikap tidak terpuji itu dan sebenarnya tidak perlu dilakukan jika orang-orang itu memiliki akhlak dan karakter yang baik," ujarnya.

Dia juga membantah adanya pengerahan massa dengan tawaran uang, sebab, dalam rapat internal partai, instruksinya sekitar 30 ribu orang dari Hanura terdiri dari pengurus partai, kader partai serta simpatisan pemilih caleg Hanura diminta untuk memeriahkan Kampanye Capres Jokowi dan sejumlah caleg disarankan memberikan dana sebesar Rp 50 ribu rupiah untuk pengganti makan dan minum serta untuk pembelian BBM kepada simpatisan militan dan jumlahnya tidak boleh lebih dari itu.

"Kami rasa itu ukuran standar dan tidak berlebihan, karena bagaimana pun tidak mungkin kita bisa menyediakan makan dan minum dalam jumlah besar," ujarnya.

Ia menambahkan, instruksi itu juga hanya untuk interen, yakni kader dan simpatisan yang benar-benar pemilih militan atau basis basis para caleg. "Kita justru melarang dengan tegas tidak boleh mengambil orang yang tidak dikenal atau massa bayaran. Kalau itu ada, partai akan menindak dengan tegas," katanya.

Harry juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus, kader dan simpatisan Hanura, sebab pada acara kampanye Capres 01 Jokowi yang dihadiri oleh Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Oedang dihadiri oleh sekitar 30 ribu kader dan simpatisan dari berbagai partai politik.

"Acaranya sukses besar, apalagi Hanura dimana-mana. Tanda-tanda partai makin besar, biasalah pasti ada yang sirik atau ada yang ketakutan. Dan kita harusnya bangga karena hanya Pak OSO tokoh satu-satunya yang menjadi ketua umum partai politik orang asli Kalbar, apalagi beliau tidak pernah berhenti untuk membangun serta selalu peduli dengan rakyat Kalbar," kata Harry. (*)

Baca Juga: Tahu Diri, Hanura Ogah Ikuti Jejak PKB Minta Jatah Menteri

#Partai Hanura #Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Beredar informasi yang menyebut Jokowi divonis bersalah oleh Hakim MK Anwar Usman karena telah melakukan pemalsuan ijazah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Beredar unggahan yang menyebut pemerintah telah menetapkan Jokowi sebagai bencana nasional. Cek fakta dan keaslian informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Joko Widodo Ditugaskan BRIN Jadi Ketua Taskforce Penanggulangan Bencana, cek faktanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Beredar video yang menampilkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tengah mengunjungi lokasi bencana alam Sumatra. Cek fakta lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Beredar video yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo marah kepada Menkeu Purbaya karena menolak bayar utang Whoosh menggunakan APBN.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Indonesia
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Kejaksaan Agung menyita uang Jokowi senilai triliunan. Cek faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Indonesia
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
David Febrian Sandi tegaskan dukungan pada Prabowo-Gibran adalah langkah sah melanjutkan visi Jokowi
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 November 2025
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Beredar informasi yang menyebut Jokowi dan Gibran akan berkontestasi di Pilpres 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Indonesia
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Jokowi menegaskan proyek transportasi massal seperti Whoosh dibangun untuk layanan publik dan manfaat sosial, bukan demi keuntungan finansial.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Oktober 2025
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Bagikan