Hal yang Perlu dilakukan Setiap Pagi untuk Menjaga Kesehatan Otak

Muchammad YaniMuchammad Yani - Selasa, 03 Agustus 2021
Hal yang Perlu dilakukan Setiap Pagi untuk Menjaga Kesehatan Otak

Rutinitas pagi yang dapat menjaga kesehatn otak. (Foto: Unsplash/Bruce Mars)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEHIDUPAN di zaman yang serba modern membuat segala aktivitas kita lakukan terjadi dengan cepat. Seakan tak memberikan kita waktu untuk tetap berpikir jernih dan justru membuat kita merasakan kelelahan dan stres.

Namun terdapat satu hal yang mampu membantu kita mengatasi segala aktivitas yang padat setiap harinya. Salah satunya adalah menambahkan beberapa kebiasaan baru yang dapat menyehatkan otak dalam rutinitas kamu di pagi hari.

Baca juga:

Sukses Meng-ASI-hi, Ibu Butuh Dukungan Optimal

Dilansir Well and Good, dua orang ahli saraf yaitu Dr. Patrick K. Porter dan Dr. Kristen Willeumie membagikan kebiasaan mereka setiap pagi untuk mempersiapkan dan memastikan pikiran mereka siap menghadapi hari. Berikut beberapa rutinitas mereka yang dapat kamu tiru:

1. Tidak menyetel alarm

Tidak menyetel alarm (Foto: Unsplash/Mpho Mojapelo)
Tidak menyetel alarm (Foto: Unsplash/Mpho Mojapelo)

Salah satu hal yang buruk yang dapat mengganggu sistem saraf adalah bangun dengan keadaan kaget. Salah satu hal yang mungkin membuat kamu kaget di pagi hari adalah alarm. Jika kamu telah terbiasa untuk menggunakan alarm, lebih baik gunakan nada yang santai sehingga tidak membuat kamu bangun dengan tergesa-gesa.

Jika kamu memiliki waktu lebih di pagi hari, waktu tersebut juga dapat kamu gunakan untuk melakukan meditasi. Dr. Kristen Willeumie menjelaskan bahwa mediasi yang dilakukan beberapa menit pada pagi hari dapat mengurangi rasa stres dan kecemasan karena dapat mengurangi kortisol dan epinefrin, sehingga membantu mengatur tekanan darah, detak jantung, dan pola pernapasan. Selain itu, mediasi juga dapat menciptakan sinkronisasi pada seluruh bagian otak yang meningkatkan kreativitas, fokus, dan konsentrasi.

Baca juga:

Cuaca Panas Sebabkan Lonjakan DBD dan Virus Baru West Nile

2. Mengonsumsi air, bukan kafein

Mengkonsumsi air dan bukan kafein. (Foto: Unsplash/Engin Akyurt)
Mengkonsumsi air dan bukan kafein. (Foto: Unsplash/Engin Akyurt)

Dr. Kristen Willeumie mengatakan dirinya tidak pernah memulai harinya dengan konsumsi kafein. Sebagai gantinya, dua gelas air putih rutin dikonsumsi Dr. Kristen Willeumie untuk menghidrasi tubuhnya. Sebab, saat tidur selama kurang lebih delapan jam, tubuh kita tidak mendapatkan nutrisi apapun. Dengan kata lain selama delapan jam tubuh kita berpuasa. Oleh karena itu, air putih merupakan pilihan yang tepat untuk kembali menghidrasi tubuh.

Menghidrasi tubuh merupakan sesuatu yang diperlukan tubuh untuk dapat memaksimalkan kerja otak. Sebab segala aktivitas kita yang padat menimbulkan peningkatan aktivitas pada bagian saraf dan menimbulkan dehidrasi. Oleh karena itu penting untuk terus menghidrasi tubuh sehingga membantu kerja saraf dan otak yang harus bekerja lebih keras dari biasanya.

3. Melakukan olahraga pagi

Melakukan olahraga pagi (Foto: Unsplash/Jonathan Borba)
Melakukan olahraga pagi (Foto: Unsplash/Jonathan Borba)

Olahraga ringan selama dua puluh menit hingga satu jam merupakan salah satu hal yang dapat kamu masukan ke dalam rutinitas sebelum memulai hari. Sebab, selain dapat mempersiapkan tubuh untuk memulai segala aktivitas harian, olahraga ringan juga merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan otak.

Kegiatan seperti berlari, pilates, khususnya latihan kardio dapat meningkatkan aliran oksigen ke otak. Mengurangi risiko untuk cepat kehilangan memori, dan meningkatkan fokus. Hal ini disebabkan karena olahraga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mendorong pelepasan protein dan hormon yang bertanggung jawab untuk perkembangan saraf pada otak. (cit)

Baca juga:

Greysia/Apriyani, Jagoan Pelengkap Koleksi Emas Semua Kategori Badminton Olimpiade Negeri Aing!

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan