Kesehatan

Penting, Hal-Hal yang Perlu Diketahui saat Isolasi Mandiri

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 07 Februari 2021
Penting, Hal-Hal yang Perlu Diketahui saat Isolasi Mandiri

Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum isolasi mandiri (Foto: pixabay/alexandra_koch)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK sejumlah kesalahan yang disadari dan tidak disadar saat survivor COVID-19 melakukan isolasi mandiri. Padahal, kesalahan tersebut bisa menjadi munculnya kluster keluarga dan transmisi di komunitas.

Hal tersebut dipaparkan Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) sekaligus epidemiolog Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin.

Baca Juga:

Pakar Ungkap Jenis Masker Terbaik untuk Mencegah Virus

Dr. Ridwan menuturkan, seiring bertambahnya kasus COVID-19 beberapa waktu terakhir ini, proporsi orang yang melakukan isolasi mandiri menjadi sekitar 35-40%.

"Ada sejumlah kebocoran memang diisolasi mandiri, hingga terbentuk kluster keluarga, transmisi di komunitas, serta pergerakan populasi di tempat-tempat umum sebenarnya menjadi pemicu kasus naik," tutur Dr. Ridwan, seperti yang dilansir dari laman Antara.

Isolasi mandiri sejatinya dilakukan dengan memisahkan pasien COVID-19 agar tidak menjadi sumber penularan. Selama isolasi mandiri, pasien perlu berada di dalam rumah atau ruangan selama 14 hari, tapi harus memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit, apabila gejala memburuk.

Selama isolasi mandiri, pasien perlu berada di dalam rumah atau ruangan selama 14 hari (Foto: pixabay/ornaw)

Namun, pada kenyataanya banyak pasien yang masih keliru tentang hal ini. Salah satunya tak berdiam di rumah atau ruangan selama 14 hari. Dia tetap berinteraksi sosial secara langsung dengan keluarga lain, sehingga bisa menjadi sumber penularan bagi keluarga maupun tetangganya.

Dr. Ridwan menjelaskan, bahwa semakin tinggi tingkat pertemuan, tingkat penularan semakin tinggi. Bila mobilitas penduduk naik satu persen, maka kasus COVID-19 bisa naik 8-15%.

Penyebab naiknya kasus COVID-19 tidak hanya soal pasien yang tidak disiplin, kurangnya pengawasan dari petugas puskesmas atau layanan medis juga menyebabkan kebocoran dalam pelaksanaan isolasi mandiri.

"Karena ketidakdisiplinan dalam melakukan isolasi mandiri maka terbentuk kluster keluarga, tetangga, kantor. Karena itu beberapa provinsi mendorong supaya isolasi mandiri dapat dikontrol oleh RT, RW atau dilaksanakan secara terpusat," jelas Dr. Ridwan

Baca Juga:

Persiapkan Ini Sebelum Divaksin COVID-19

Isolasi mandiri merujuk pada pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19 revisi kelima, yakni dilakukan mereka dengan kasus COVID-19 gejala ringan, orang tanpa gejala (OTG), kasus suspect hingga keluar hasil tes, dan kontak erat dari pasien positif.

Sebaiknya, sebelum mengisolasi mandiri, pasien menghubungi dinas kesehatan untuk menyampaikan bahwa akan melaksanakan isolasi mandiri. Kemudian, anggota keluarga segera mengungsikan mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, seperti lansia, atau yang sedang dalam pengobatan penyakit kronis. Seperti diabetes, kanker, penyakit auto imun, dan kondisi pernapasan yang kurang baik.

Pasien yang menjalani isolasi mandiri harus rutin mencuci tangan dengan sabun dan berpikiran positif (Foto: pixabay/mylene2401)

Lalu, selama menjalani isolasi, sebaiknya kamu mengembangkan aktivitas yang memungkinkan berdiam di ruangan. Seperti membaca buku, atau kegiatan produktif lainnya.

Kemudian, harus rutin mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun, selalu berpikiran positif untuk menjaga imunitas, serta menghubungi psikolog bila dirasa perlu, untuk menjaga imunitas, mengontak nomor kontak layanan psikolog, bila dirasa perlu berbicara tentang kesehatan mental.

Selanjutnya, hal penting lain yang perlu diperhatikan, yakni harus memeriksakan kondisi status kesehatan setiap pagi. Bila terjadi perburukan, sesak napas, demam dan memahami risiko penularan saat berada di luar rumah.

Untuk ruangan selama isolasi mandiri, perlu diatur sesuai dengan pedoman. Seperti memiliki ventilasi baik, dan ruangan tidak dimasuki orang lain, termasuk anggota keluarga yang sehat.

Pisahkan kamar mandi dengan anggota keluarga lainnya (Foto: pixabay/jarmoluk)

Sementara untuk kamar mandi, disarankan pemisahan kamar mandi untuk orang yang melakukan isolasi mandiri. Namun, apabila tidak memungkinkan, kamar mandi dapat digunakan bergantian, asalkan dibersihkan dengan disinfektan rutin setelah dipakai.

Kemudian gunakan cairan kimia pembersih kamar mandi seperti yang mengandung accelerated hydrogen perixode (0,5 persen), Benzalkonium chloride (0,05 persen) dan Chloroxylenol (0,12 persen) bisa digunakan. Karena sisi lemah virus penyebab COVID-19.

Setelah itu, pasca melakukan isolasi mandiri, harus tetap harus menerapkan protokol kesahatan. (Ryn)

Baca Juga:

Deteksi Tanda-tanda COVID-19 dengan Jam Tangan Pintar

#Kesehatan #Kasus Covid #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Lifestyle
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Ramalan shio besok 19 Juni 2026: prediksi asmara, karier, keuangan, hingga 5 shio paling beruntung dengan peluang rezeki dan keberuntungan besar.
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Lifestyle
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Ramalan shio besok 16 Juni 2026 lengkap. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan 12 shio serta 5 shio paling beruntung hari ini.
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang diderita seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Lifestyle
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Ramalan shio besok Minggu, 14 Juni 2026 lengkap untuk 12 shio. Simak peruntungan asmara, karier, keuangan, kesehatan serta 5 shio paling beruntung yang diprediksi banjir hoki
ImanK - Sabtu, 13 Juni 2026
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Lifestyle
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Ramalan shio besok 13 Juni 2026 lengkap untuk Tikus hingga Babi. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan, masalah yang muncul dan saran terbaik.
ImanK - Jumat, 12 Juni 2026
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Lifestyle
Ramalan Shio 12 Juni 2026: Bagaimana Asmara dan Keuangan Anda Hari Ini?
Ramalan shio hari ini 12 Juni 2026 untuk Tikus hingga Babi. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan, masalah yang perlu diwaspadai, dan shio paling beruntung
ImanK - Kamis, 11 Juni 2026
Ramalan Shio 12 Juni 2026: Bagaimana Asmara dan Keuangan Anda Hari Ini?
Lifestyle
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak yang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala, serta menimbulkan berbagai keluhan dan masalah kesehatan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Bagikan